Tidak Mau Patah Hati Lagi, Kan? Ikuti 5 Trik Ampuh Ini

Cara mengatasi patah hati bukan dengan mencegah diri sendiri untuk mendapatkan pasangan lagi. Alih-alih membuat bahagia, berjanji untuk tetap jomblo karena alasan ini hanya akan membuat hidup Anda lebih menderita. Daripada berlaku demikian, lebih baik ikuti 5 trik ampuh ini supaya hidup lebih bahagia.

cara mengatasi patah hati

TRAUMA karena terlalu sering disakiti menjadi salah satu alasan mengapa seseorang tak mau membina hubungan lagi. Karena selalu menderita sakit hati saat membina hubungan, banyak yang akhirnya memutuskan untuk menutup hati dan tidak lagi mau bertemu dengan orang baru. Padahal, cara seperti ini tidak pernah berakhir dengan baik atau dapat membuat hidup lebih bahagia.

Sebaliknya, membatasi pergaulan dan menutup kemungkinan untuk kembali berkencan sama saja dengan menyabotase diri sendiri. Ini jelas bukan cara mengatasi patah hati yang tepat. Anda hanya akan jalan di tempat dan tidak mendapat kemajuan apapun.

Nah, daripada menutup kemungkinan untuk mendapatkan pasangan yang baik, lebih baik lakukan cara yang disarankan yourtango.com ini untuk membuat hidup lebih bahagia.

Pelajari Cara Otak Bekerja

Ketertarikan dengan seseorang atau perasaan cinta bukan muncul begitu saja dari sebuah ruang ajaib. Secara biologis, hal ini dapat dijelaskan. Ketika tertarik dengan seseorang, akan muncul reaksi hormon tertentu dalam tubuh Anda, dopamin misalnya.

Memahami bagaimana hormon dan otak bekerja saat merasakan cinta atau ketertarikan dengan seseorang akan membantu Anda mengendalikan diri. Maka, ketika ketertarikan dengan seseorang meluap-luap, Anda tak lantas mengikutinya.

Sebaliknya, kontrol diri dan berpikirlah dengan lebih rasional. Anda tak akan butuh cara mengatasi patah hati karena risiko patah hati sudah dibendung dari awal.

Baca juga: Sedih Baru Putus? Cepat Move On dengan 8 Langkah Ini

Bangun Fondasi yang Kuat tentang Diri Anda

Saat terserang ombak, ada perbedaan yang cukup signifikan antara reaksi buih dan jangkar. Buih akan mengikuti ke mana ombak pergi. Ia akan terombang-ambing mengikuti arah tanpa bisa melawan.

Sebaliknya, meski terserang ombak yang deras, jangkar akan bertahan di tempatnya. Kokoh. Hanya ada sedikit kemungkinan ia akan bergeser.

Metafora ini dapat diaplikasikan ke dalam kehidupan sehari-hari. Jika memiliki fondasi diri yang lemah, Anda akan cenderung terombang-ambing oleh pasangan atau kehidupan percintaan. Ke mana arus pergi, di situlah Anda akan berada. Namun, ketika fondasi diri kuat, Anda tahu akan menempatkan diri di mana dalam sebuah hubungan.

Jika pasangan atau calon pasangan menunjukkan gelagat yang berbeda dengan prinsip Anda, Anda dapat memutuskan untuk bertahan atau pergi. Ini adalah salah satu cara mengatasi patah hati yang signifikan dan dapat membuat hidup lebih bahagia.

Jangan Mematikan Perasaan

Orang yang sudah terlalu sakit mungkin saja kemudian membela dirinya dengan memilih mati rasa. Ia kemudian bertindak apatis dan tak ingin lagi peduli dengan orang lain. Padahal, cara mengatasi patah hati tidak seharusnya demikian.

Untuk menghindari kesakitan, seseorang justru harus lebih banyak merasakan, bukan sedikit merasakan. Dengan demikian, Anda akan tahu apa yang Anda mau.

Baca juga: Terlihat Lebih ‘Glowing’ Pasca Putus? Ternyata Ini Alasannya!

Jujurlah dengan Diri Sendiri

Banyak orang yang bertahan dalam hubungan bukan karena mereka bahagia, tetapi karena memulai hubungan baru terlalu melelahkan. Jadi, lebih baik bertahan dengan apa yang ada.

Namun, dalam jangka panjang, apakah keputusan ini akan berakhir baik? Tidak jawabannya.

Dengan menerapkan aturan ini, Anda hanya menunda patah hati bukan mengatasinya. Jadi, jika merasa suatu hubungan sudah tak beres sejak awal, jujurlah pada diri sendiri dan beranilah untuk mengakhirinya.

Perbaiki Sudut Pandang

Patah hati jelas tidak datang hanya sekali. Orang yang menyakiti hati Anda pun bukan hanya satu. Jadi, buat apa menganggap ini adalah akhir segalanya?

People come and go. That’s true. Take it easy.

Satu orang pergi maka satu orang baru akan datang. Anda pernah merasakan patah hati sebelumnya dan berhasil melaluinya. Jadi, kali ini pun pasti demikian. Percayalah.

nuriamalia

passionate writer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ingin konsultasi dengan ahlinya? Tanya kepada dokter atau psikolog.

Buat Pertanyaan
    • Malam dokter.. Saya perempuan 26 tahun.. Saya terakhir menstruasi pada tanggal 10 September.. Setelah itu mulai tanggal 14 September sudah mulai berhubungan denga pasangan.. Yang ingjn saya tanyakan, apakah bisa kemungkinan hamil? Yang kedua, pada saat selesai berhubungan muncul bercak darah. Apakah itu berbahaya atau tidak? Terimakasih

    • 1 Balasan 2 years ago

    • Assalamualaikum dok saya mau menanyakan kan saya awal menstruasi tanggal 8 agustus lalu kalau lewat dari tanggal 8 september akan terjadi sesuatu atau saya hamil ya dok, dan 2 hari ini saya mengalami flek coklat sebelum tanggal menstruasi saya gitu dok ? Semoga di jawab ya dok

    • 1 Balasan 2 years ago

    • Selamat sore dok Mau tanya, sy baru menikah tgl 18 bulan 8 kemarin. Awal menstruasi tanggal 9. Sampai sekarang saya belum ada tanda-tanda hamil. Padahal haid sy teratur tiap bulanny, tapi haid saya setiap hari pertama selalu sangat sakit. Dan setiap sy dan suami brhubungan, keluar cairan kental(lendir) bening berwarna orange kemerahan seperti darah. apakah  … Read more

    • 1 Balasan 2 years ago