Ternyata Pil KB Bisa Atasi 11 Masalah Kesehatan Wanita Ini

Manfaat pil KB yang terutama memang untuk mencegah kehamilan. Namun selain itu, masih ada efek minum pil KB lainnya yang boleh dibilang menguntungkan lho, Ladies. Apa sajakah itu?

manfaat pil kb

SEBELUM membaca lebih lanjut, perlu Anda ketahui bahwa manfaat pil KB yang akan kita bahas berikut bersifat umum saja. Artinya, efek minum pil KB bagi wanita satu dengan lainnya bisa jadi berbeda.

Di samping itu, camkan juga bahwa manfaat pil KB yang paling utama adalah untuk kontrasepsi. Jadi bila ingin menggunakannya hanya agar memeroleh efek positif di bawah ini, sebaiknya berkonsultasilah lebih dulu dengan dokter ya.

1. Dysmenorrhoea (nyeri haid)

Selama menstruasi, rahim mengalami kontraksi sehingga menyebabkan nyeri haid dan naiknya kadar hormon prostaglandin. Tak jarang, kram haid ini terasa begitu menyiksa sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari.

Nah, kontrasepsi jenis pil KB kombinasi, cincin vagina, implan/susuk, IUD hormon, dan koyo terbukti mampu menghilangkan dysmenorrhoea.

Baca juga: 6 Tanda Kram Haid Abnormal yang Perlu Diwaspadai

2. PMS dan PMDD

Banyak yang sudah tahu soal PMS, tapi apa itu PMDD? Gampangnya, PMDD merupakan tipe PMS yang lebih parah. Perbedaan keduanya adalah sebagai berikut:

  • PMS (pre-menstrual syndrome): merujuk pada semua gejala fisik atau emosional yang muncul 5-11 hari sebelum menstruasi. Gejala ini biasanya berhenti ketika (atau segera setelah) datang bulan tiba, dan diperkirakan menimpa 75% wanita usia subur.
  • PMDD (pre-menstrual dysphoric disorder): kondisi yang memengaruhi (secara negatif) kesehatan psikologis dan kemampuan sosial, hanya dialami 3-5% perempuan usia produktif. Gejala PMDD antara lain depresi, mudah tersinggung dan marah sebelum mens. Agaknya perubahan hormonlah yang menyebabkan munculnya PMDD ini.

Untungnya, pil KB dapat meredakan PMS maupun PMDD. Gimana, asyik kan?

3. Jerawat dan hirsutisme

Jerawat umumnya muncul di area wajah atau bahu, dan merupakan kondisi kulit yang menimbulkan komedo baik putih ataupun hitam, serta benjolan merah (papula, pustula, dan kista). Lain halnya dengan hirsutisme yang merupakan keadaan dimana wajah dan tubuh perempuan ditumbuhi rambut berlebih, seperti kumis atau janggut.

Penyebab kedua kondisi kulit tadi adalah androgen, hormon seksual yang dominan pada pria. Umumnya, tubuh wanita hanya mengandung sedikit saja androgen. Jadi bila kadarnya melebihi batas wajar, maka akan tumbuh rambut berlebih atau jerawat. Dalam hal ini, pil KB mampu menurunkan kadar androgen dalam sistem tubuh.

4. Migrain saat haid

Sekitar 60% perempuan penderita migrain mengaku sering terserang ketika datang bulan. Sedangkan migrain saat menstruasi ini hanya menimpa 8-14% wanita saja. Uniknya, pil KB seperti Seasonique atau Lybrel, dan kontrasepsi hormonal (termasuk suntikan Depo Provera) mampu menurunkan fluktuasi hormon yang dianggap memicu serangan migrain.

Baca juga: Penyebab Migrain Saat Menstruasi

5. Siklus haid tidak teratur

Tak sedikit wanita yang siklus datang bulannya tidak teratur. Dibanding untungnya, kondisi semacam ini tentu lebih banyak ruginya. Menariknya, manfaat pil KB lainnya adalah dapat meregulasi siklus bulanan atau menghentikannya sama sekali.

6. Endometriosis

Endometriosis adalah kondisi dimana jaringan yang mestinya terbentuk dalam rahim (endometrium) malah tumbuh di luarnya, di bagian tubuh lainnya. Gangguan reproduksi ini menyebabkan rasa sakit, pendarahan tak teratur, dan risiko infertilitas.

Depo Provera dan Depo-subQ 104 (suntikan) didapati mampu meredakan rasa sakit akibat penyakit ini, begitu pula dengan kontrasepsi hormonal lainnya.

7. Menorrhagia

Menorrhagia adalah pendarahan haid berlebih yang berpotensi memicu defisiensi zat besi/anemia, bila kondisinya tak segera ditangani. Kondisi ini diperkirakan menimpa 10% perempuan usia reproduktif.

Jenis kontrasepsi yang dapat mengurangi pendarahan mampu meringankan menorrhagia sehingga upaya ablasi endometrium (melibatkan prosedur bedah) yang berujung pada sterilisasi tak perlu dilakukan.

8. Kanker endometrium

Kanker yang bermula dari endometrium ini rata-rata muncul di usia 60-70 tahunan, meski ada pula yang mengalaminya sebelum umur 40 tahun. Menurut National Cancer Institute, kanker rahim merupakan kanker ginekologis yang paling umum, dan dari sekian jenis kanker rahim, kanker endometriumlah yang paling sering terjadi (90%). Nah, pil KB kombinasi seperti Mirena dan Depo Provera terbukti secara klinis mampu mencegah kanker ini.

9. Kanker ovarium

Jika kankernya bermula dari indung telur, maka istilahnya tentu kanker ovarium. Kanker yang menduduki posisi ke-5 dari sekian banyak kanker yang menyerang perempuan ini, sering memakan korban jiwa dibanding kanker alat reproduksi lainnya.

Hasil analisa ulang dari data di seluruh dunia mendapati penggunaan pil KB kombinasi mampu menurunkan risiko kanker tersebut. Selain itu, semakin lama penggunaan pil KB-nya, maka semakin besar pula risiko berkurangnya kanker.

10. Kanker usus besar

Kanker yang menyerang usus besar atau rektum (bagian akhir/ujung usus besar) ini juga mematikan dan menduduki posisi ke-4 sebagai kanker terganas untuk pria maupun wanita. Hasil riset menunjukkan pil KB mampu mengurangi perkembangan kanker usus besar.

11. Kepadatan mineral tulang

Terakhir, pil KB kombinasi diduga mampu meningkatkan kepadatan tulang pada wanita usia produktif, tapi riset lebih lanjut masih perlu dilakukan. Lain halnya dengan Depo Provera dan Implanon yang sayangnya justru dapat menurunkan BMD.

Apa itu BMD? BMD (Bone Mineral Density) atau Kepadatan mineral tulang adalah ukuran kekuatan tulang yang diwakili oleh kadar kalsium. BMD berbeda dari kepadatan tulang yang hanya mencerminkan berapa banyak jaringan yang ada dalam volume tulang tertentu. BMD biasanya dipakai sebagai indikator tak langsung dari osteoporosis dan risiko patah tulang.

So, itulah tadi Ladies, beberapa manfaat pil KB selain sebagai alat kontrasepsi. Kira-kira manfaat mana saja nih yang sudah Anda rasakan?

Waiting for the best is never useless.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ingin konsultasi dengan ahlinya? Tanya kepada dokter atau psikolog.

Buat Pertanyaan
    • Malam dokter.. Saya perempuan 26 tahun.. Saya terakhir menstruasi pada tanggal 10 September.. Setelah itu mulai tanggal 14 September sudah mulai berhubungan denga pasangan.. Yang ingjn saya tanyakan, apakah bisa kemungkinan hamil? Yang kedua, pada saat selesai berhubungan muncul bercak darah. Apakah itu berbahaya atau tidak? Terimakasih

    • 1 Balasan 8 hours ago

    • Assalamualaikum dok saya mau menanyakan kan saya awal menstruasi tanggal 8 agustus lalu kalau lewat dari tanggal 8 september akan terjadi sesuatu atau saya hamil ya dok, dan 2 hari ini saya mengalami flek coklat sebelum tanggal menstruasi saya gitu dok ? Semoga di jawab ya dok

    • 1 Balasan 2 weeks ago

    • Selamat sore dok Mau tanya, sy baru menikah tgl 18 bulan 8 kemarin. Awal menstruasi tanggal 9. Sampai sekarang saya belum ada tanda-tanda hamil. Padahal haid sy teratur tiap bulanny, tapi haid saya setiap hari pertama selalu sangat sakit. Dan setiap sy dan suami brhubungan, keluar cairan kental(lendir) bening berwarna orange kemerahan seperti darah. apakah  … Read more

    • 1 Balasan 2 weeks ago