Sebelum Terlambat, Kenali Gejala Mioma Uteri Lebih Dalam Yuk!

Tumor fibroid uterus atau yang lebih dikenal dengan mioma uteri tumbuh di dinding uterus dan merupakan tumor pelvis padat yang paling umum dialami oleh wanita. Wanita yang berisiko mengalami mioma uteri ini adalah wanita yang sudah pernah melahirkan anak dan memiliki kisaran usia 20-50 tahun. Apakah ada gejala mioma uteri yang membantu penderitanya mendapatkan pengobatan lebih cepat? Cari tahu jawabannya di sini.

gejala mioma uteri

SEBAGIAN besar penderitanya tidak mengalami gejala awal miom. Namun, ada juga wanita yang mengalami gejala mioma uteri seperti pendarahan uterus secara berlebihan atau yang biasa disebut menorrhagia yang berlangsung selama lebih dari 7 hari. Selain itu, gejala mioma uteri lainnya adalah perasaan tekanan pada panggul, seperti yang dialami oleh wanita hamil ketika rahim terus membesar.

Mioma Uteri dan Estrogen

Perkembangan tumor fibroid bergantung pada hormon estrogen di dalam tubuh. Selain itu, tumor ini tidak akan berkembang pada wanita yang belum mengalami menstruasi. Ketika wanita mengalami menstruasi, itu artinya tubuh akan mulai memproduksi hormon estrogen yang mempengaruhi pertumbuhan tumor fibroid ini.

Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu Anda ketahui seputar mioma uteri dan estrogen:

  • Selama kehamilan, mioma uteri dapat berkembang dengan sangat pesat karena tubuh memproduksi estrogen lebih banyak
  • Beberapa kasus wanita yang memiliki mioma uteri sebelum menopause, ternyata seiring berjalannya waktu mioma uterinya mulai menyusut dan menghilang setelah menopause atau tubuh berhenti memproduksi estrogen
  • Wanita yang saat ini memiliki mioma uteri bisa jadi memiliki riwayat penggunaan obat-obatan yang mengandung estrogen

Gejala dan Komplikasi Mioma Uteri

Gejala awal miom dapat meliputi pembesaran perut bagian bawah, rasa sakit saat berhubungan seks, dan pendarahan hebat disertai rasa sakit saat datang bulan. Mioma uteri juga dapat menyebabkan komplikasi berupa:

  • Masalah reproduksi, meskipun infertilitas jarang terjadi
  • Peningkatan signifikan pada seksio sesaria
  • Komplikasi pada kehamilan, meliputi risiko tinggi mengalami keguguran, persalinan prematur, dll

Jenis-Jenis Tumor Fibroid

Setelah mengenal sejumlah gejala mioma uteri, Anda juga perlu mengenal beberapa jenis tumor fibroid yang banyak dialami oleh kaum hawa. Jenis-jenis tumor fibroid antara lain adalah:

  • Subserosal atau fibroid subserous, yang tumbuh di luar dinding rahim dan biasanya tidak menimbulkan gejala kecuali tumornya tumbuh cukup besar sehingga berpotensi mengganggu organ lain.
  • Fibroid submucosal terjadi tepat di bawah lapisan rahim dan dapat menyebabkan masalah menstruasi saat tumor tumbuh dan bergerak di sekitar area panggul.
  • Tumor fibroid uterus intramural terletak di dalam dinding uterus dan menyebabkan peningkatan ukuran uterus saat tumor tersebut bertumbuh.
  • Leiomioma adalah tumor fibroid tumbuh dengan sendirinya dan berkembang ketika fibroid subserous memiliki batang atau tangkai yang tumbuh lebih besar dan dapat menjadi bengkok, sehingga bisa menyebabkan rasa sakit yang hebat.
  • Fibroid uterus parasit adalah jenis leiomioma yang paling langka dan berkembang di mana tumor fibroid menempel pada organ lain.

Be the first to write a comment.

Your feedback