Penyebab Volume Darah Haid Berlebih yang Perlu Diwaspadai

Mungkin tak sedikit perempuan yang mengalami menorrhagia atau volume darah haid banyak (lebih dari 80ml). Walau terkesan umum, tapi ada baiknya Anda periksa ke dokter kandungan bila haid mengalir deras.

volume darah haid banyak

PERTANYAANNYA sekarang, bagaimana cara mengetahui apakah Anda termasuk wanita yang memiliki volume darah haid banyak atau tidak? Cara paling mudah adalah dengan menegetahui seberapa sering Anda mengganti pembalut.

Jika haid mengalir deras sehingga mengharuskan pembalut diganti setiap jam sekali selama beberapa jam, atau bila menstruasinya berlangsung lebih dari seminggu penuh, maka itu tandanya Anda mengalami menorrhagia.

Selain itu, yang berikut juga termasuk ciri-ciri volume darah haid banyak:

  • Harus mengenakan lebih dari 1 pembalut untuk menampung darah yang keluar
  • Mesti mengganti pembalut saat tengah malam
  • Terdapat gumpalan seukuran koin uang atau lebih besar dari itu dalam darah haid

Cara mendiagnosa menorrhagia

Sebelum periksa ke dokter, sebaiknya Anda memelajari pola menstruasi selama beberapa bulan. Coba amati, berapa hari berlangsungnya menstruasi setiap bulannya? Berapa banyak pula pembalut yang dipakai dalam sehari? Di samping itu, tuliskan pula semua obat (termasuk alat kontrasepsi hormonal), terapi hormon, suplemen, maupun vitamin yang dikonsumsi.

Dari informasi tersebut, nantinya dokter mungkin akan melakukan serangkaian tes selain pemeriksaan panggul. Pemeriksaan yang dimaksud meliputi:

  • Tes kehamilan (jika belum masuk usia menopause)
  • Tes darah (misalnya, tes darah lengkap, kadar zat besi, dan hormon tiroid)
  • USG panggul

Tergantung dari usia dan gejala individual, dokter mungkin juga akan melakukan prosedur histeroskopi (untuk mengetahui kondisi dalam rahim) atau biopsi endometrium ( pengambilan sampel jaringan rahim).

Penyebab menorrhagia

Faktanya, ada berbagai penyebab volume darah haid berlebih. Beberapa bersifat jinak (non-kanker), namun ada pula yang ganas. Pemicu lainnya adalah perubahan hormon atau masalah pendarahan dalam tubuh. Nah untuk lebih detilnya, mari kita simak beberapa penyebab volume darah berlebih yang perlu diwaspadai berikut ini:

1. Disfungsi ovarium

Disfungsi ovarium selama masa remaja atau perimenopause merupakan tersangka paling umum terjadinya menorrhagia. Selama masa tersebut, ovulasi (pelepasan sel telur dari ovarium) mungkin tidak rutin setiap bulannya, atau dapat juga sama sekali tidak terjadi. Kondisi inikah yang memicu penebalan lapisan dinding rahim dan berujung pada menorrhagia.

Disfungsi ovarium juga dapat disebabkan kondisi medis tertentu seperti hipotiroidisme, sindrom ovarium polikistik, serta kegagalan ovarium prematur. Tentu saja berbagai kondisi tersebut harus diobati lebih dulu bila ingin ovulasi dan haid kembali normal. Lain halnya kalau tidak teraturnya ovulasi merupakan bagian dari respon tubuh normal (pubertas atau perimenopause), efek alat kontrasepsi, atau terapi hormon.

2. Mioma uteri

Mioma uteri umumnya merupakan tumor jinak (non-kanker) yang berkembang dalam otot rahim dan paling banyak dialami perempuan usia 30-40an. Meski penyebabnya belum diketahui pasti, tapi mioma atau dikenal juga dengan miom diduga memunyai kaitan erat dengan estrogen.

Inilah alasan mengapa beberapa alat kontrasepsi kehamilan hormonal mampu mengurangi haid banyak yang disebabkan miom. Walau demikian, progestin dalam Mirena hanya mampu mengurangi volume darahnya saja, tidak dengan ukuran tumornya.

Pengobatan lain yang dapat mengurangi ukuran tumor jinak adalah GnRH (Gonadrotropin releasing hormone). Namun metode ini hanya boleh digunakan dalam jangka pendek saja karena mengandung efek samping.

Cara lain adalah melalui operasi, seperti miomektomi (pengangkatan fibroid), ablasi endometrium untuk tumor ukuran kecil dimana lapisan dinding rahim dihancurkan, dan embolisasi arteri rahim (memutus suplai darah ke tumornya).

Untuk kasus yang parah, histerektomi (rahim diangkat, baik beserta atau tanpa ovarium) mungkin perlu dilakukan. Seringkali, kalau gejalanya tidak parah atau menimbulkan masalah, dokter mungkin menyarankan pasien menunggu dan melihat. Alasannya karena menopause mampu membuat tumor mengecil dan hilang dengan sendirinya tanpa perawatan khusus.

3. Polip

Polip rahim (strukturnya mirip buah anggur yang tumbuh menonjol dari lapisan dinding rahim) biasanya juga jinak. Kondisi ini dapat dialami perempuan sebelum maupun setelah menopause.

Penyebab polip masih belum jelas, namun beberapa riset menduga hormon terapi pasca menopause dan obesitas merupakan pemicunya. Cara mengobatinya umumnya melalui jalan operasi untuk mengangkat polipnya. Setelah itu, laboratorium patologi akan menganalisa polip tersebut untuk mendeteksi ada-tidaknya kemungkinan kanker.

4. Adenomiosis

Kondisi ini menyebabkan rahim membesar karena sel-sel di dalamnya terus bertumbuh ke arah dinding otot sehingga menyebabkan nyeri dan pendarahan hebat. Meski volume darahnya bisa dikurangi dengan kontrasepsi hormonal, namun pengobatan paling ampuh untuk adenomiosis adalah histerektomi.

5. Radang panggul (PID)

PID (pelvic inflammatory disesase) atau radang panggul umumnya muncul karena infeksi penyakit seksual yang terlambat diobati. Namun radang panggul juga bisa disebabkan aborsi, pasca melahirkan, atau prosedur ginekologikal lainnya. PID membuat salah satu atau beberapa organ reproduksi (rahim, saluran tuba falopi, atau serviks) terinfeksi. Cara penanganannya adalah melalui terapi antibiotik.

6. Kanker serviks

Kanker serviks merupakan jenis kanker yang timbul ketika sel-sel abnormal dalam serviks berkembang biak di luar batas dan merusak bagian yang masih sehat dari tubuh. HPV merupakan pemicu utama kanker serviks. Metode perawatannya biasanya melalui operasi, kemoterapi, dan/atau terapi radiasi.

7. Kanker rahim

Kanker satu ini muncul jika sel abnormal dalam endometrium (lapisan dinding rahim) berkembang biak di luar kendali sehingga merusak rahim dan organ tubuh lainnya.

Meski penyebabnya belum diketahui, namun penderitanya rata-rata berusia 60an. Untuk mengatasinya adalah dengan prosedur histerektomi, yang mungkin diikuti kemoterapi dan/atau terapi radiasi.

8. Kelainan darah

Dari sekian banyak jenis kelainan darah, yang paling umum diderita adalah penyakit von Willebrand (VWD). Penyakit genetik ini menyebabkan penderitanya sulit mengalami pembekuan darah.

Karena tak bisa sembuh total, maka cara merawatnya adalah dengan memberikan konsentrat faktor pembeku darah. Pada kasus ekstrim, faktor pembeku darah tersebut mungkin harus diganti melalui perawatan intravenous (melalui pembuluh darah), atau menggunakan nasal spray sesuai resep dokter.

Kelainan darah lainnya seperti rendahnya kadar trombosit dalam darah, atau penggunaan obat pengencer darah seperti Coumadin (warfarin sodium) juga bisa memicu haid mengalir deras.

9. Penyebab menorrhagia lainnya

Pada wanita yang belum pernah melahirkan, menorrhagia dapat disebabkan oleh endometriosis, KB Spiral seperti Mirena (khususnya selama tahun pertama pemakaian), dan lain sebagainya. Yang jelas perlu bantuan dokter untuk tahu alasan pasti seseorang mengalami menorrhagia, karena kondisi tubuh setiap wanita tidaklah sama.

Hubungi UGD segera

Kalau Anda mengalami pendarahan parah dan akut, maka segeralah pergi ke RS terdekat. Indikasinya adalah pembalut harus diganti 4 kali atau lebih dalam waktu 2 jam saja. Saran serupa berlaku juga untuk ibu hamil yang mengalami pendarahan.

Jangan tunda lagi, mengingat pendarahan hebat bisa menyebabkan tubuh kekurangan zat besi sehingga memicu sesak nafas, kelelahan, dan pusing.

Waiting for the best is never useless.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ingin konsultasi dengan ahlinya? Tanya kepada dokter atau psikolog.

Buat Pertanyaan
    • Malam dokter.. Saya perempuan 26 tahun.. Saya terakhir menstruasi pada tanggal 10 September.. Setelah itu mulai tanggal 14 September sudah mulai berhubungan denga pasangan.. Yang ingjn saya tanyakan, apakah bisa kemungkinan hamil? Yang kedua, pada saat selesai berhubungan muncul bercak darah. Apakah itu berbahaya atau tidak? Terimakasih

    • 1 Balasan 2 years ago

    • Assalamualaikum dok saya mau menanyakan kan saya awal menstruasi tanggal 8 agustus lalu kalau lewat dari tanggal 8 september akan terjadi sesuatu atau saya hamil ya dok, dan 2 hari ini saya mengalami flek coklat sebelum tanggal menstruasi saya gitu dok ? Semoga di jawab ya dok

    • 1 Balasan 2 years ago

    • Selamat sore dok Mau tanya, sy baru menikah tgl 18 bulan 8 kemarin. Awal menstruasi tanggal 9. Sampai sekarang saya belum ada tanda-tanda hamil. Padahal haid sy teratur tiap bulanny, tapi haid saya setiap hari pertama selalu sangat sakit. Dan setiap sy dan suami brhubungan, keluar cairan kental(lendir) bening berwarna orange kemerahan seperti darah. apakah  … Read more

    • 1 Balasan 2 years ago