Kontrasepsi Metode Intrauterine

IUD Hormon Kontrasepsi Metode Intrauterine

Selain tembaga, jenis IUD lainnya ialah IUD hormon. Sekali terpasang, IUD hormon dapat mencegah kehamilan hingga 5 tahun dan menghindarkan penggunanya dari pendarahan parah saat menstruasi.

Cara kerja IUD ini dalam mencegah kehamilan adalah dengan melepaskan hormon tertentu ke dalam uterus. Setiap harinya, IUD melepaskan 20 mcg levonorgestrel ke dalam uterus.

Jumlah ini lebih sedikit daripada yang dilepaskan alat kontrasepsi oral, tapi sebenarnya jauh lebih efektif. Mengapa? Sebab, meski berjumlah besar (sekitar 150 mcg), kandungan levonorgestrel dari alat kontrasepsi oral harus diproses dulu dalam pencernaan sebelum akhirnya masuk ke uterus. Sementara, levonorgestrel dari IUD hormon dapat langsung masuk ke uterus.

Cara Pemasangan IUD Hormon

Cara pemasangan IUD hormon sama dengan IUD tembaga. Sebelum dimasukkan ke dalam uterus menggunakan alat silinder, dokter akan memeriksa kesehatan pasien. Bila kondisi kesehatan dirasa cukup baik, barulah IUD dimasukkan ke dalam uterus.

Pemasangannya tidak melalui operasi dan hanya memakan waktu beberapa menit saja. Alat kontrasepsi ini juga sangat fleksibel sehingga dapat dilepas kapan saja oleh dokter kandungan.

Setelah pemasangan, Anda mungkin merasa tidak nyaman dan sakit di bagian vagina, tapi itu akan segera hilang. Meski tak serepot pil yang harus dikonsumsi setiap hari, jenis IUD ini juga memerlukan perlakuan khusus.

Pengguna IUD hormon harus melakukan check up setiap bulan ke dokter kandungan untuk memastikan IUD masih terpasang pada tempatnya. Sebab bila tidak, IUD mungkin saja terlepas dari lokasi yang seharusnya.

Efek Samping IUD Hormon

Ada beberapa informasi penting terkait IUD hormon yang perlu Anda ketahui. Jenis kontrasepsi ini baiknya tidak digunakan oleh Anda yang memiliki infeksi organ panggul atau risiko kanker. Sebab, bagi Anda yang mudah terkena infeksi, penggunaan IUD hormon dapat meningkatkan risiko terkena radang panggul atau pelvic inflammatory disease (PID).

Penggunaan IUD hormon juga tidak disarankan pada ibu menyusui karena akan mempengaruhi produksi air susu. Beberapa bulan setelah pemasangan IUD hormon, Anda mungkin mengalami pendarahan dan flek yang tak teratur, tapi kemudian akan hilang dengan sendirinya.