Ini Bedanya Cairan Vagina Normal dan Abnormal

Ladies, tahukah Anda beda keputihan normal dan tidak normal itu? Benar sih keluarnya cairan organ intim wanita adalah hal yang wajar. Akan tetapi kadangkala, keputihan juga bisa jadi indikasi masalah kesehatan lho.

cairan organ intim wanita

FUNGSI dasar vagina sebenarnya sebagai jalan penghubung antara dunia luar dengan rahim serta alat reproduksi lainnya. Pada vagina juga hidup bakteri baik sebagai penentu kadar pH. Keseimbangan pH vagina ini sangatlah penting karena membantu mencegah infeksi.

Pada kondisi normal, vagina juga mampu membersihkan dirinya sendiri. Caranya ya dengan memproduksi cairan organ intim wanita. Nah untuk membedakan keputihan normal dan tidak normal, mari kita baca setiap ciri-cirinya berikut ini:

Keputihan normal

Hal pertama yang mesti dipahami adalah Miss V setiap perempuan pasti mengeluarkan cairan organ intim wanita. Kelenjar di vagina dan serviks selalu memproduksi sejumlah kecil cairan setiap harinya. Ketika mengalir keluar dari tubuh, sel-sel lama pun ikut terbawa di dalamnya.

Ciri-ciri keputihan normal

Tak hanya membersihkan, cairan vagina juga berfungsi sebagai pelumas dan pertahanan diri alami. Keputihan normal umumnya memiliki ciri-ciri:

  • Tidak berbau (sama sekali)
  • Ketika kering di permukaan celana dalam, cairan tersebut meninggalkan noda bening atau putih susu
  • Adakalanya, konsistensinya encer dan berserabut

Faktor risiko yang membuat keputihan jadi abnormal

Namun, ciri-ciri keputihan normal tadi bisa berubah bila keseimbangan pH-nya terganggu. Inilah beberapa faktor risiko penyebabnya, yang mana juga berpotensi memicu infeksi:

  • Vaginal douche (menyemprot vagina dengan semburan keras)
  • Produk khusus kewanitaan
  • Antibiotik
  • Kehamilan
  • Diabetes

Ciri keputihan normal berdasarkan fase siklus haid

Ciri-ciri keputihan normal juga ditentukan dari tahapan siklus haid atau fluktuasi hormon. Setiap fase siklus haid berikut umumnya mengeluarkan ciri cairan vagina yang berbeda-beda:

  • Menstruasi –  darah (dari lapisan dinding rahim yang luruh)
  • Folikuler (pra ovulasi) – cairan bening atau putih susu yang teksturnya lengket dan jumlahnya banyak
  • Ovulasi – cairan bening yang teksturnya kenyal mirip jelly, dan jumlahnya banyak
  • Luteal – cairannya jadi agak menguning dengan tekstur lengket

Baca juga: Keputihan Berwarna Kuning, Normalkah?

Tak hanya itu saja, sebelum atau selama mens, risiko vagina mengalami infeksi juga lebih tinggi. Alasannya karena keseimbangan pH bervariasi selama siklus haid sehingga kadar asamnya mencapai titik terendah tepat beberapa hari sebelum dan selama haid.

Keputihan abnormal

Nah sekarang kita masuk ke pembahasan mengenai gejala keputihan abnormal.

Gejala keputihan abnormal

  • Terjadi perubahan warna, dari bening atau putih susu menjadi kehijauan, kuning cerah, atau keabuan
  • Konsistensinya jadi menggumpal maupun pekat (mirip keju cottage), atau sebaliknya, malah sangat encer (menandakan ada yang salah dengan vagina)
  • Jumlahnya mendadak mengalami peningkatan
  • Disertai ketidaknyaman, gatal, perih, hingga muncul ruam
  • Mengandung darah meskipun tidak sedang haid
  • Disertai aroma tak sedap atau bahkan bau amis
  • Vagina terasa perih saat buang air kecil

Perempuan yang mengalami beberapa dari semua gejala tadi ada baiknya segera memeriksakan diri ke dokter untuk tahu penyebab serta cara tepat mengatasinya.

Penyebab keputihan abnormal

Berikut ini adalah beberapa infeksi vagina yang paling umum diderita kaum wanita yang bisa jadi penyebab keputihan abnormal:

Infeksi ragi/jamur

Meski dapat diatasi dengan obat apotek seperti clotrimazole misalnya, namun sebaiknya tetap periksakan diri ke dokter agar diagnosanya tepat. Umumnya infeksi jamur menyebabkan cairan organ keintiman menjadi keputih-putihan hingga kuning pucat, teksturnya tebal menggumpal, disertai rasa gatal atau perih.

Vaginosis bakterialis

Karena disebabkan bakteri, maka vaginosis bakterialis hanya dapat dirawat menggunakan antibiotik dari dokter atau gel metronidazole. Infeksi vagina ini menyebabkan jumlah cairan Miss V lebih banyak dari biasanya, dengan tekstur sangat encer, warna keabuan, dan bau amis.

Baca juga: Vagina Bau? Mungkin Ini Penyebabnya

Penyebab lain

Contoh infeksi vagina lainnya adalah penyakit menular seksual seperti trikomoniasis, klamidia, gonore, dll. Selain itu, lupa mengganti atau mengeluarkan tampon juga berpotensi menyebabkan jumlah cairan vagina meningkat dengan warna kehijauan atau kekuningan yang disertai bau tak sedap.

Waiting for the best is never useless.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ingin konsultasi dengan ahlinya? Tanya kepada dokter atau psikolog.

Buat Pertanyaan
    • Malam dokter.. Saya perempuan 26 tahun.. Saya terakhir menstruasi pada tanggal 10 September.. Setelah itu mulai tanggal 14 September sudah mulai berhubungan denga pasangan.. Yang ingjn saya tanyakan, apakah bisa kemungkinan hamil? Yang kedua, pada saat selesai berhubungan muncul bercak darah. Apakah itu berbahaya atau tidak? Terimakasih

    • 1 Balasan 4 months ago

    • Assalamualaikum dok saya mau menanyakan kan saya awal menstruasi tanggal 8 agustus lalu kalau lewat dari tanggal 8 september akan terjadi sesuatu atau saya hamil ya dok, dan 2 hari ini saya mengalami flek coklat sebelum tanggal menstruasi saya gitu dok ? Semoga di jawab ya dok

    • 1 Balasan 4 months ago

    • Selamat sore dok Mau tanya, sy baru menikah tgl 18 bulan 8 kemarin. Awal menstruasi tanggal 9. Sampai sekarang saya belum ada tanda-tanda hamil. Padahal haid sy teratur tiap bulanny, tapi haid saya setiap hari pertama selalu sangat sakit. Dan setiap sy dan suami brhubungan, keluar cairan kental(lendir) bening berwarna orange kemerahan seperti darah. apakah  … Read more

    • 1 Balasan 4 months ago