Guys, Persiapkan Diri Anda sebelum Tes Analisis Sperma

Tes analisis sperma dilakukan untuk mengecek kesuburan pria. Hal ini biasa dilakukan oleh pasangan suami istri yang ingin segera memiliki keturunan. Kemandulan tidak hanya disebabkan oleh wanita, pria yang spermanya tidak subur pun bisa berpotensi menyebabkan kemandulan. Oleh karena itu, baik pria maupun wanita yang ingin segera memiliki buah hati harus menjalani tes kesuburan.

tes analisis sperma

CARA tes pemeriksaan sperma dilakukan dengan mengukur jumlah sperma yang dimiliki, motilitas sperma (seberapa banyak sperma yang dapat berenang), volume air mani, morfologi sperma (bentuk sperma), dan waktu pencairan serta kandungan pH dalam air mani.

Perlu Anda ketahui bahwa cara tes pemeriksaan sperma ini mengharuskan pria untuk mengeluarkan sperma, dengan kata lain harus melakukan onani. Setelah sperma berhasil keluar dan ditempatkan dalam sebuah wadah, maka sampel sperma tersebut akan diteliti di laboratorium.

Mengingat sperma relatif rapuh, maka pengumpulan dan pemeriksaan sampel sperma juga dapat mempengaruhi hasil tes. Pasalnya, sperma yang terlalu lama dibiarkan di dalam wadah juga lebih cepat mati.

Lakukan Ini Seminggu sebelum Tes

Berencana untuk segera melakukan tes analisis sperma? Sudahkah Anda menyiapkan diri Anda untuk menjalani tes ini? Lakukan beberapa hal ini untuk mempersiapkan diri agar kualitas sperma Anda sangat baik ketika melakukan tes.

Ejakulasi lebih sering

Untuk memperoleh hasil terbaik, maka tes sperma sebaiknya dilakukan dalam waktu 2-7 hari setelah ejakulasi terakhir. Testis terus memproduksi sperma dan disimpan dalam epididimis. Setelah ejakulasi, epidididimis menjadi kosong dan mulai dialiri oleh sperma baru dari testis.

Butuh waktu 2-3 hari untuk mengisi epididimis hingga penuh. Pengujian yang terlalu dini akan menunjukkan bahwa produksi sperma Anda terlalu rendah. Sel sperma memiliki usia 3 minggu untuk bisa hidup di dalam testis.

Jika sudah 3 minggu, sperma akan mati dan pecah di dalam tubuh. Jika ingin melakukan tes sperma, Anda harus melakukan ejakulasi sesering mungkin seminggu sebelum hari tes dimulai.

Hindari panas

Seminggu sebelum tes analisis sperma, hindari skrotum Anda dari panas. Jangan berendam di dalam air panas, sauna, atau kegiatan lain yang dapat memanaskan skrotum.

Paparan suhu panas pada skrotum dapat menyebabkan kematian sperma dan memengaruhi hasil tes. Kegiatan duduk lama sambil memangku laptop juga dapat memanaskan skrotum. Hindari hal-hal ini setidaknya 1 minggu sebelum tes.

Pengumpulan Sampel Sperma

Untuk mengoptimalkan pengambilan sampel sperma, Anda harus melakukan tes langsung di klinik. Bahkan, pengambilan sampel juga harus dilakukan di klinik, bukan di rumah. Pasalnya, sperma tidak bisa bertahan hidup terlalu lama di luar tubuh.

Apakah bisa mengambil sampel sperma di rumah? Kami mengerti bahwa sebagian pria merasa malu saat harus onani untuk mengeluarkan sperma di klinik. Namun, untuk alasan keakuratan tes yang dijalani, memang sebaiknya pengambilan sampel dilakukan di klinik, kecuali jika tempat tinggal Anda berjarak kurang dari 100 meter dari klinik.

Berikut adalah hal-hal yang harus diperhatikan ketika ingin mengambil sampel sperma di rumah:

Tempatkan sperma di wadah tertutup

Cairan mani lebih cepat menguap sehingga dapat menyebabkan sperma jadi cepat kering dan mati. Oleh karena itu, segera tempatkan sperma di dalam wadah dan tutup wadah itu rapat-rapat ketika hendak dibawa ke klinik.

Catat waktu pengumpulan sperma

Anda harus mencatat durasi sejak sperma pertama keluar hingga yang terakhir. Hal ini dapat membantu klinik untuk mengevaluasi waktu pencairan dan memastikan bahwa sperma dianalisis pada waktu yang tepat.

Pergi ke klinik secepat mungkin

Inilah alasan mengapa kami menganjurkan Anda untuk mengambil sampel sperma di klinik. Pasalnya, jika sampel diambil di rumah, maka Anda harus segera pergi ke klinik secepat mungkin. Jika Anda tidak segera sampai di klinik, sperma akan mati dan hasil tes jadi tidak akurat.

Perlu Anda ketahui saat melakukan tes analisis sperma, hindari pengambilan sampel dengan bantuan kondom atau pelumas. Baik kondom maupun pelumas biasanya mengandung spermisida, zat kimia yang dapat membunuh sperma. Jadi, sebaiknya gunakan tangan saja, tetapi cucilah tangan Anda terlebih dahulu sebelum mengambil sampel sperma.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ingin konsultasi dengan ahlinya? Tanya kepada dokter atau psikolog.

Buat Pertanyaan
    • Malam dokter.. Saya perempuan 26 tahun.. Saya terakhir menstruasi pada tanggal 10 September.. Setelah itu mulai tanggal 14 September sudah mulai berhubungan denga pasangan.. Yang ingjn saya tanyakan, apakah bisa kemungkinan hamil? Yang kedua, pada saat selesai berhubungan muncul bercak darah. Apakah itu berbahaya atau tidak? Terimakasih

    • 1 Balasan 7 hours ago

    • Assalamualaikum dok saya mau menanyakan kan saya awal menstruasi tanggal 8 agustus lalu kalau lewat dari tanggal 8 september akan terjadi sesuatu atau saya hamil ya dok, dan 2 hari ini saya mengalami flek coklat sebelum tanggal menstruasi saya gitu dok ? Semoga di jawab ya dok

    • 1 Balasan 2 weeks ago

    • Selamat sore dok Mau tanya, sy baru menikah tgl 18 bulan 8 kemarin. Awal menstruasi tanggal 9. Sampai sekarang saya belum ada tanda-tanda hamil. Padahal haid sy teratur tiap bulanny, tapi haid saya setiap hari pertama selalu sangat sakit. Dan setiap sy dan suami brhubungan, keluar cairan kental(lendir) bening berwarna orange kemerahan seperti darah. apakah  … Read more

    • 1 Balasan 2 weeks ago