Bumil Perlu Tahu 5 Jenis Cairan Vagina di Masa Kehamilan Ini

Nyatanya tak semua keputihan saat hamil muda itu normal. Selain pendarahan implantasi, tahukah Anda apa saja jenis cairan vagina di masa kehamilan itu?

keputihan saat hamil muda

KEHAMILAN memang menyuguhkan banyak pengalaman baru bagi kaum wanita. Di satu sisi, rasanya menyenangkan ketika membayangkan ada makhluk hidup yang sedang tumbuh dalam rahim. Tapi di sisi lain, beberapa gejala kehamilan juga bikin tak nyaman.

Di samping tanda-tanda hamil seperti morning sickness, payudara sensitif, dll, vagina ternyata juga kerap mengeluarkan berbagai jenis cairan. Boleh dibilang cairan ini muncul menyusul pendarahan implantasi. Lantas apa sajakah cairan yang dimaksud?

1. Cairan mukosa

“Selama hamil, ada begitu banyak darah yang mengalir ke area serviks sehingga menyebabkan lebih banyak cairan yang keluar dari leher rahim. Meningkatnya jumlah cairan ini tak perlu dikhawatirkan karena wajar bagi bumil dan rata-rata tak berbahaya,” ujar Dr Diana Plessis, konsultan dari Philip Mother and Child Division.

Karena tipe cairan vagina jenis ini biasanya muncul pada trimester pertama dan ketiga, maka Anda mungkin perlu menggunakan pantyliner, mengganti celana dalam secara teratur, serta menggunakan sabun tanpa pewangi tambahan.

Cairannya sendiri  menyerupai susu dengan aroma ringan dan berfungsi untuk menjaga vagina agar tetap bersih. Walau normal, namun kadangkala cairan tersebut juga dapat menimbulkan ketidaknyamanan atau iritasi. Anda harus segera menemui dokter kalau cairan berubah, misalnya:

  • Aromanya jadi kurang sedap
  • Warnanya jadi kuning keabuan, atau bahkan hijau
  • Teksturnya lebih encer dan/atau berbusa

2. Lendir darah

Lendir darah bertugas untuk menutup/menyumbat serviks sehingga infeksi dapat dicegah. Sejak awal kehamilan, sekitar 7 minggu, lendir darah (mucus plug) ini sudah terbentuk.

Nanti begitu lendir keluar, maka itu tandanya serviks mulai terbuka dan proses persalinan bakal tak lama lagi. Jadi tak ada salahnya menemui dokter ketika itu terjadi agar beliau dapat memprediksi waktu persalinan dan seberapa jauh ‘bukaan’ jalan lahir yang sudah ada.

Untuk perempuan yang baru pertama kali hamil, persalinan bisa saja terjadi minggu berikutnya setelah lendir tersebut keluar. Sedangkan bagi yang sudah pernah melahirkan sebelumnya, keluarnya lendir ini menandakan persalinan akan terjadi dalam hitungan jam.

Menurut American Pregnancy Association, lendir darah memiliki warna bening, agak pink, atau mengandung sedikit darah. Konsistensinya cenderung lengket atau berserabut.

3. Bercak darah

Memang bikin panik kalau melihat ada bercak darah yang menempel di celana dalam, khususnya pada trimester pertama. Namun sebenarnya, kondisi ini pun normal apalagi jika warnanya pink pucat atau kecoklatan. Anda baru harus pergi ke dokter bila warnanya merah.

Keluarnya bercak darah ini terjadi karena berbagai faktor, termasuk hubungan intim, robeknya dinding vagina, atau infeksi. Walau jarang, ada pula beberapa bumil yang masih mengalami siklus haid pada trimester pertama.

Meski begitu, pendarahan saat hamil sebaiknya tak diremehkan, mengingat ini juga pertanda awal dari keguguran, kehamilan ektopik, serta plasenta previa.

4. Infeksi ragi

Hormon kehamilan memiliki pengaruh terhadap pH vagina, membuatnya lebih rawan terhadap organisme patogen penyebab infeksi, seperti infeksi ragi salah satunya. Oleh karenanya, tak heran kalau bumil seringkali mengalami infeksi ragi, khususnya pada trimester kedua.

“Infeksi ragi biasanya sulit diobati selama kehamilan, dan mungkin butuh waktu hingga 2 minggu agar dapat sembuh,” ujar Dr Diana. Untuk mencegahnya, kenakan celana dalam katun dan selalu bilas organ keintiman dari depan ke belakang usai BAB.

Ciri cairan keputihan saat hamil muda antara lain putih, encer, disertai aroma tak sedap. Teksturnya bahkan kadang mirip dengan keju cottage. Segera temui dokter kandungan atau bidan jika Anda merasa mengalaminya.

Baca juga: Cara Alami Mengatasi Keputihan (Infeksi Ragi)

5. Cairan ketuban

Cairan ketuban bisa bocor atau merembes kapan saja selama kehamilan, namun hal ini biasanya terjadi pada trisemester ke-2 atau 3. Bila keluar, sensasi cairannya umumnya hangat dan bikin basah.

Tekstur air ketuban sendiri cenderung bening, keruh, atau pink muda jika ada sedikit darah yang menyertainya. Warnanya juga bisa kekuningan atau hijau jika mengandung mekonium (feses pertama bayi).

Soal aromanya, ada yang bilang kalau bau air ketuban mirip seperti urin. Hal ini hanya mitos belaka karena sesungguhnya, cairan ketuban cenderung tidak berbau atau agak mirip gula-gula. Tentu saja, Anda harus segera pergi ke RS begitu cairan ini keluar karena itu tandanya waktu persalinan sudah di depan mata.

Waiting for the best is never useless.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ingin konsultasi dengan ahlinya? Tanya kepada dokter atau psikolog.

Buat Pertanyaan
    • Malam dokter.. Saya perempuan 26 tahun.. Saya terakhir menstruasi pada tanggal 10 September.. Setelah itu mulai tanggal 14 September sudah mulai berhubungan denga pasangan.. Yang ingjn saya tanyakan, apakah bisa kemungkinan hamil? Yang kedua, pada saat selesai berhubungan muncul bercak darah. Apakah itu berbahaya atau tidak? Terimakasih

    • 1 Balasan 8 months ago

    • Assalamualaikum dok saya mau menanyakan kan saya awal menstruasi tanggal 8 agustus lalu kalau lewat dari tanggal 8 september akan terjadi sesuatu atau saya hamil ya dok, dan 2 hari ini saya mengalami flek coklat sebelum tanggal menstruasi saya gitu dok ? Semoga di jawab ya dok

    • 1 Balasan 9 months ago

    • Selamat sore dok Mau tanya, sy baru menikah tgl 18 bulan 8 kemarin. Awal menstruasi tanggal 9. Sampai sekarang saya belum ada tanda-tanda hamil. Padahal haid sy teratur tiap bulanny, tapi haid saya setiap hari pertama selalu sangat sakit. Dan setiap sy dan suami brhubungan, keluar cairan kental(lendir) bening berwarna orange kemerahan seperti darah. apakah  … Read more

    • 1 Balasan 9 months ago