Anda Tak Perlu Minta Maaf kepada Pasangan untuk 7 Hal Ini

Alih-alih membahagiakan, pacaran bisa jadi membuat stress kalau Anda dan si dia sama-sama kekanakan. Karena itu, berusahalah mewujudkan hubungan pacaran sehat dan dewasa. Tak perlulah selalu menuntut maaf atau minta maaf kepada pasangan hanya supaya masalah cepat selesai. Ketahuilah, Anda kadang membutuhkan lebih dari sekadar kata maaf untuk menyelesaikan persoalan.

MEMINTA maaf adalah kunci hubungan tetap awet. Dengan meminta maaf, Anda berarti mengakui kesalahan dan bertekad untuk berubah. Sayangnya, beberapa orang pada akhirnya terlalu mudah mengucap maaf. Saking seringnya, minta maaf kepada pasangan hanya dijadikan alat supaya pertengkaran cepat selesai.

Padahal, apa artinya minta maaf kepada pasangan jika Anda tak benar-benar mengaku salah. Kesalahan yang sama hanya akan berulang karena Anda meminta maaf tanpa pernah benar-benar mengakuinya.

Untuk mewujudkan pacaran sehat dan dewasa, Anda butuh lebih dari sekadar maaf. Dalam hal-hal tertentu, ada kalanya Anda mesti berkompromi dengan pasangan alih-alih meminta maaf. Jika memang tak merasa salah, diskusikanlah pada pasangan. Cobalah buat ia paham dengan apa yang menurut Anda benar.

Sulit membedakan apa yang seharusnya diubah dan apa yang seharusnya dikompromikan? Dilansir dari bustle.com, 7 hal inilah yang tak perlu Anda mintakan maaf kepada pasangan.

Hobi

Setiap orang berhak memiliki hobi yang baik. Jadi, bila Anda sibuk melakukan hobi, tak perlu minta maaf kepada pasangan. Hubungan pacaran sehat dan dewasa justru akan mendukung Anda melakukan hobi. Motivasi pula pasangan Anda untuk mulai mencari dan menekuni hobinya.

Mengajukan Pertanyaan yang Itu-Itu Lagi

Ketika sudah terlalu lama menjalin hubungan, mungkin ada beberapa pertanyaan yang dilontarkan lebih dari satu kali. Dan bisa jadi kebiasaan ini mengganggu pasangan. Namun, Anda tak perlu meminta maaf untuk hal ini. Bagaimanapun, berkomunikasi walau repetitif jauh lebih baik daripada tidak berkomunikasi sama sekali.

Keanehan Anda

Setiap pribadi adalah unik dan terkadang aneh. Hubungan yang sehat adalah hubungan yang membiarkan Anda menjadi diri sendiri walaupun aneh.

Menerima keanehan Anda adalah bentuk toleransi yang harus dilakukan pasangan. Tak perlu meminta maaf hanya karena menjadi diri sendiri.

Baca juga: Ingin Pacaran Tetap Awet? Stop Lakukan 6 Hal Ini

Menyampaikan Opini

Kunci hubungan adalah respect. Maka dari itu, sudah seharusnya Anda dan pasangan menghormati opini satu sama lain. Tak perlu meminta maaf jika opini kalian berbeda.

Butuh Waktu Sendiri

“Me time” sangatlah penting. Oleh karena itu, Anda tak perlu merasa bersalah atau meminta maaf kepada pasangan jika sedang membutuhkan waktu sendirian. Ini adalah area privat yang harus dihormati.

Hal yang Tidak Anda Lakukan

Meminta maaf untuk menghindari pertengkaran adalah hal yang menggoda. Namun, permintaan maaf kosong hanya akan membahayakan hubungan alih-alih menyelamatkannya.

Jika tak merasa melakukan kesalahan, tak perlu minta maaf. Sebaliknya, komunikasikanlah dengan pasangan untuk mencapai titik temu persoalan ini.

Baca juga: Kenali 5 Tanda Kekerasan Verbal dalam Pacaran

Kesalahan Sepele

Setiap orang membuat kesalahan. Namun, tidak semua kesalahan harus diganjar dengan permohonan maaf. Ada kesalahan yang semestinya dibiarkan berlalu begitu saja.

Misalnya, jika pasangan menikmati masakan Anda, mengapa harus minta maaf hanya karena ayam yang Anda goreng sedikit gosong? Ini adalah kesalahan yang sama sekali tak perlu dipermasalahkan karena tak berdampak langsung pada hubungan kalian.

Minta maaf adalah hal yang baik. Namun, minta maaf berlebihan adalah kebiasaan yang buruk. Jika terlalu sering meminta maaf, lama-kelamaan pasangan mungkin akan mempertanyakan esensi permohonan maaf Anda. Maka dari itu, sebaiknya pikirkan baik-baik sebelum memutuskan untuk minta maaf.

nuriamalia

passionate writer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ingin konsultasi dengan ahlinya? Tanya kepada dokter atau psikolog.

Buat Pertanyaan
    • Malam dokter.. Saya perempuan 26 tahun.. Saya terakhir menstruasi pada tanggal 10 September.. Setelah itu mulai tanggal 14 September sudah mulai berhubungan denga pasangan.. Yang ingjn saya tanyakan, apakah bisa kemungkinan hamil? Yang kedua, pada saat selesai berhubungan muncul bercak darah. Apakah itu berbahaya atau tidak? Terimakasih

    • 1 Balasan 2 years ago

    • Assalamualaikum dok saya mau menanyakan kan saya awal menstruasi tanggal 8 agustus lalu kalau lewat dari tanggal 8 september akan terjadi sesuatu atau saya hamil ya dok, dan 2 hari ini saya mengalami flek coklat sebelum tanggal menstruasi saya gitu dok ? Semoga di jawab ya dok

    • 1 Balasan 2 years ago

    • Selamat sore dok Mau tanya, sy baru menikah tgl 18 bulan 8 kemarin. Awal menstruasi tanggal 9. Sampai sekarang saya belum ada tanda-tanda hamil. Padahal haid sy teratur tiap bulanny, tapi haid saya setiap hari pertama selalu sangat sakit. Dan setiap sy dan suami brhubungan, keluar cairan kental(lendir) bening berwarna orange kemerahan seperti darah. apakah  … Read more

    • 1 Balasan 2 years ago