5 Kandungan dalam Bahan Kondom Ini Perlu Diwaspadai

Katanya bahan kondom lateks tidak cuma terbuat dari lateks, tapi masih ada lagi kandungan berbahaya lainnya? Jadi sebenarnya, betul nggak sih kalau kondom bahan sintetis itu juga ada efek sampingnya? Guna menjawab kedua pertanyaan tadi, mari kita simak ulasan berikut.

kondom lateks

SELAIN terbuat dari kulit domba, lateks, atau polyurethane, masih ada kondom bahan sintetis lain seperti AT-10 resin dan polyisoprene. Namun bahan yang disebutkan tadi bukanlah satu-satunya yang dipakai untuk membuat kondom yang nyaman.

Ada pula beberapa zat tambahan lain yang tak kasat mata, tapi bisa memicu reaksi negatif, baik bagi salah satu maupun kedua pasangan. Jika ini terjadi, seringkali sulit mencari tahu zat mana (yang tertera dalam kemasan kondom) yang sudah menyebabkan reaksi negatif tersebut. Karenanya, mari ketahui apa saja bahan ‘berbahaya’ yang biasanya ditambahkan dalam berbagai merk kondom terkenal.

Nonoxynol-9

Nonoxynol-9 merupakan deterjen spermisida yang tak hanya ampuh mencegah kehamilan, tapi juga mampu membunuh bakteri atau virus penyebab infeksi penyakit menular seksual (PMS).

Meski efektif, penggunaan nonoxynol-9 terlalu sering ternyata bisa memicu inflamasi pada serviks, vagina, maupun rektum (jika digunakan untuk seks anal). Tragisnya, iritasi semacam ini justru meningkatkan kemungkinan seseorang terkena PMS, khususnya bagi yang tidak memakai kondom lateks secara konsisten. Reaksi radang lain yang mungkin dialami kaum perempuan adalah meningkatnya risiko infeksi saluran kencing.

Baca juga: 10 Cara Mencegah Infeksi Saluran Kemih untuk Wanita

Untungnya beberapa tahun belakangan, beberapa produsen kondom seperti Kimono Condoms, sudah menghapuskan bahan nonoxynol-9 dari produk mereka. Sedangkan lainnya seperti Trojan Armor Series, memberi peringatan khusus pada konsumen, yakni agar kondom yang memuat nonoxynol-9 tidak dipakai untuk seks anal, atau lebih dari sekali sehari untuk intercourse melalui vagina.

Sayangnya, masih banyak juga perusahaan yang tidak memberikan peringatan pada konsumennya terkait dampak buruk nonoxynol-9 ini.

Paraben

Paraben merupakan jenis pengawet yang digunakan dalam berbagai produk, termasuk pelumas dan kondom lateks dengan pelumas. Tujuan ditambahkannya bahan ini adalah demi menghambat pertumbuhan bakteri sekaligus membuat kondom agar lebih awet.

Meski belum ada kesimpulan pasti, namun paraben dipercaya bisa memicu perkembangan beberapa jenis kanker. Alasannya karena paraben memiliki kemampuan mengikat reseptor estrogen dan mengganggu aktivitas normal hormon dalam tubuh.

Ketika meresap masuk dalam kulit, paraben berpotensi mempercepat pertumbuhan kanker payudara reseptor estrogen positif (ER+), serta memengaruhi kualitas dan kuantitas produksi sperma pada pria.

Bagaimana bila kadarnya kecil saja, seperti yang ada dalam kondom yang nyaman? Apakah itu juga bisa memicu berbagai dampak buruk tadi? Jawaban untuk pertanyaan satu ini sayangnya masih pro-kontra.

Gliserin

Gliserin merupakan zat pengawet bercitarasa manis yang termasuk golongan gula alkohol. Bahan ini umumnya dipakai dalam produk pelumas serta kondom berasa, maka dari itu tak heran bila fungsi utamanya adalah sebagai penambah rasa/aroma saat seks oral.

Sayangnya, gliserin tak memberikan manfaat perlindungan apapun. Bahan ini juga dapat meningkatkan risiko PMS karena merangsang pertumbuhan infeksi ragi. Cara kerjanya sama seperti jenis gula lain yang ditambahkan ke ragi, yakni mempercepat pertumbuhan jamur sekaligus mengganggu keseimbangan pH flora sekitarnya.

Walau tak berisiko memicu infeksi HIV pada wanita, namun bahan ini tetap meningkatkan risiko penyebarannya. Penyebabnya karena inflamasi vagina meningkatkan fenomena ‘viral shedding’, dimana konsentrasi HIV lebih besar di jaringan meradang, memerah, dan bengkak.

Kasein

Tak sedikit perusahaan menambahkan kasein (protein susu) dalam produk kondom lateksnya agar teksturnya lebih halus. Hal ini sebenarnya melanggar kode etik vegan.

Sayangnya, belum ada ketetapan resmi mengenai hal ini sehingga hanya beberapa perusahaan kondom saja yang sudah mengantongi sertifikat ‘animal-free’ untuk produk mereka. Namun bahkan kalau seseorang tidak memiliki gaya hidup vegan, reaksi alergi tetap mungkin dialami oleh pengguna yang alergi terhadap susu.

Benzocaine

Benzocaine merupakan anestesi topikal yang fungsinya menurunkan sensitivitas dan meningkatkan kenyamanan selama intercourse. Efek samping paling umum dari bahan ini adalah peradangan lokal (di area yang terpapar saja), iritasi, serta kekeringan. Bila terserap masuk dalam tubuh melalui kulit, akan menimbulkan gejala negatif lain seperti pusing, meningkatnya detak jantung, serta gangguan pernafasan.

Benzocaine sering digunakan bersama bahan lain seperti menthol sebagai pelumas vagina maupun rektum, yang mana juga berisiko menimbulkan sensasi gatal di area terpapar.

Baca juga: Ternyata, Begini Lho Cara Pakai Kondom yang Benar!

Jadi itulah tadi efek samping dari sebagian bahan kondom yang sudah diteliti. Sebenarnya masih ada bahan lain seperti lidah buaya, L-arginin, serta penguat rasa kimia sintetis yang sayangnya belum diuji aman-tidaknya untuk jaringan vagina atau dubur.

Oleh karenanya, baca baik-baik detil bahannya saat memilih dan membeli kondom. Bila ragu, jangan segan mengonsultasikan hal ini pada dokter.

Waiting for the best is never useless.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ingin konsultasi dengan ahlinya? Tanya kepada dokter atau psikolog.

Buat Pertanyaan
    • Malam dokter.. Saya perempuan 26 tahun.. Saya terakhir menstruasi pada tanggal 10 September.. Setelah itu mulai tanggal 14 September sudah mulai berhubungan denga pasangan.. Yang ingjn saya tanyakan, apakah bisa kemungkinan hamil? Yang kedua, pada saat selesai berhubungan muncul bercak darah. Apakah itu berbahaya atau tidak? Terimakasih

    • 1 Balasan 3 weeks ago

    • Assalamualaikum dok saya mau menanyakan kan saya awal menstruasi tanggal 8 agustus lalu kalau lewat dari tanggal 8 september akan terjadi sesuatu atau saya hamil ya dok, dan 2 hari ini saya mengalami flek coklat sebelum tanggal menstruasi saya gitu dok ? Semoga di jawab ya dok

    • 1 Balasan 1 month ago

    • Selamat sore dok Mau tanya, sy baru menikah tgl 18 bulan 8 kemarin. Awal menstruasi tanggal 9. Sampai sekarang saya belum ada tanda-tanda hamil. Padahal haid sy teratur tiap bulanny, tapi haid saya setiap hari pertama selalu sangat sakit. Dan setiap sy dan suami brhubungan, keluar cairan kental(lendir) bening berwarna orange kemerahan seperti darah. apakah  … Read more

    • 1 Balasan 1 month ago