Waspadai Hal Ini Jika Kebobolan Saat Pakai IUD

Rasanya begitu tidak nyaman, saat hamil dengan IUD masih terpasang. Meskipun langka, hal tersebut dapat terjadi. Jika Anda “kebobolan” KB IUD, berikut ini langkah-langkah menangani risiko kehamilan dan komplikasi saat hamil dengan IUD di rahim.

Waspadai Hal Ini Jika Kebobolan Saat Pakai IUD

Apa itu IUD dan Bagaimana Anda Dapat Hamil dengan IUD?

KB IUD (intrauterine device) merupakan alat pengendali kehamilan yang fleksibel, berukuran kecil, berbentuk T dan dimasukkan ke dalam uterus Anda.

Alat KB yang satu ini digunakan dalam jangka panjang, aman dan begitu efektif. Ada 4 jenis KB IUD yang bisa digunakan:

  • IUD Mirena, dibuat dari plastik yang lembut dan fleksibel, Mirena melepaskan sejumlah levonorgestrel profestin tingkat rendah, secara terus menerus selama 5 tahun periode, untuk mencegah kehamilan.
  • IUD Skyla, merupakan “little sister’ dari Mirena. Skyla mengeluarkan lebih banyak levonorgestrel profestin selama 3 tahun periode, untuk mencegah kehamilan.
  • IUD Kyleena, cara kerjanya sama dengan Mirena dan Skyla, digunakan selama 5 tahun, ukurannya sama dengan Skyla, mengandung progestin lebih dari Skyla namun kurang dari Mirena.
  • IUD ParaGard, biasa disebut Copper T 380A, terbuat dari plastik fleksibel dan dibungkus tembaga. Copper bebas dari hormon. IUD yang satu ini melepaskan sejumlah kecil tembaga selama 10 tahun periode sebagai salah satu cara untuk mencegah kehamilan.

IUD merupakan alat yang paling efektif yang digunakan sebagai metode pengendali kehamilan.

Secara hormonal, IUD bekerja efektif 99,1-99,9 persen, sementara ParaGard bekerja efektif 99,2-99,4 persen. Ini berarti, bahwa setiap 100 wanita yang menggunakan IUD dalam satu tahun, kurang dari satu mengalami kehamilan dengan penggunaan biasa dan juga penggunaan sempurna. Meskipun begitu, penggunaan IUD tidak mudah.

Kesimpulannya sejauh ini adalah, kurang dari 1 persen setiap waktu, ada seorang wanita yang hamil dengan IUD masih terpasang. Jadi, ya! kebobolan KB IUD itu mungkin.

Saya Pikir Saya Hamil saat IUD masih Terpasang

Jika Anda yakin bahwa Anda hamil dengan IUD masih terpasang, hal yang pertama harus dilakukan adalah memastikan bahwa Anda benar-benar hamil dengan test pack atau memeriksakannya ke dokter atau bidan. Jika Anda mengalami kebobolan KB IUD, maka dokter akan merekomendasikan untuk mengeluarkan IUD. Bisa saja Anda memutuskan untuk tetap hamil dengan IUD masih terpasang. Jika demikian, dokter akan terus memantau kehamilan Anda dengan seksama. Dokter akan memberikan beberapa alasan mengapa lebih sehat dan aman jika Anda mengeluarkan IUD.

Keguguran dan Kehamilan IUD

Wanita yang hamil dengan IUD masih terpasang kemungkinan mengalami keguguran lebih besar daripada yang tidak menggunakan IUD ketika hamil. Hamil tanpa IUD, kemungkinan keguguran adalah 18-20 persen. Jika Anda membiarkan IUD dimasukkan saat hamil, maka presentase Anda mengalami keguguran sekitar 50 persen. Sedangkan, jika Anda melepaskan IUD dari awal kehamilan akan mengurangi risiko keguguran sampai sekitar 25 persen.

Ini menjadi poin penting bagi Anda, karena proses mengeluarkan IUD juga dapat menyebabkan keguguran. Segera berkonsultasi dengan dokter atau bidan mengenai risikonya.

Kehamilan IUD dan Kelahiran Prematur

Membiarkan IUD tetap terpasang saat hamil dapat meningkatkan kemungkinan kelahiran prematur. Wanita yang hamil dengan IUD di rahim selama kehamilan memiliki kemungkinan 4 kali lebih besar akan melahirkan bayi prematur dibandingkan wanita tanpa IUD.

Tidak hanya itu, jika Anda hamil dengan IUD masih terpasang, secara perlahan dan bertahap, IUD kan mengalirkan hormon progestin ke dalam uterus Anda. Jika Anda memutuskan untuk hamil dengan IUD di rahim, maka efek jangka panjang hormon pada bayi Anda tidak diketahui dengan jelas.

Kehamilan Ektopik IUD

Jika Anda memutuskan untuk hamil dengan IUD di rahim, ini meningkatkan faktor risiko kehamilan ektopik (kehamilan dimana sel telur berada di luar uterus). Secara umum, dalam satu populasi, terdapat 2 persen wanita yang mengalami kehamilan ektopik atau hamil anggur dalam satu waktu. Tetapi, jika Anda memutuskan untuk hamil dengan IUD di rahim, risiko Anda mengalami kehamilan optik sangat tinggi. Presentasenya mulai dari 6 sampai 50 persen.

Kehamilan IUD dan Infeksi

Selalu ada kemungkinan wanita yang menggunakan IUD mengalami infeksi. Apalagi wanita yang mengalami kebobolan KB IUD dan membiarkan hamil dengan IUD di rahim. Hal tersebut dapat meningkatkan kemungkinan infeksi intrauterin, sepsis dan kehilangan janin pada trisemester kedua. Sepsis adalah kondisi yang paling berpotensi dan berbahaya karena mengancam keselamatan jiwa. Sebagian besar kasus sepsis disebabkan karena infeksi bakteri.

Wanita yang hamil dengan IUD masih terpasang dan memutuskan untuk tidak mengeluarkannya selama trisemester pertama kehamilan berisiko besar mengalami sepsis pada trisemester kedua dan menyebabkan keguguran. Banyak kerugian sepsis yang sangat tidak menyenangkan dan dalam beberapa kasus dapat dikaitkan dengan infertilitas selanjutnya.

laugh like a spongebob, kerupuk lovers. kopi hitam lovers. nocturnal.

%d bloggers like this: