Waspadai Bahaya Smartphone untuk Kesehatan Anda

Dampak negatif smartphone bagi kesehatan sungguh mencengangkan. Siapa pula yang menyangka kalau efek melihat layar HP terlalu lama bisa membuat mata kabur?

dampak negatif smartphone bagi kesehatan

BERAPA jam sih yang Anda habiskan untuk berkutat dengan gadget kesayangan setiap hari? Di mana pula Anda biasa menyimpan ponsel, apakah dalam kantong baju atau celana? Dan saat tidur malam, apakah Anda terbiasa menyelipkan ponsel di bawah bantal?

“Entah bagaimana, rasanya memang aneh kalau sampai jauh dari HP. Seperti ada yang hilang saja,” apakah ini juga yang kerap Anda rasakan? Kalau ya, maka Anda tidak sendirian. Sejak tahun 2012 lalu, sedikitnya 303 juta penduduk Amerika (hampir seluruh dari populasi yang ada) didapati rutin menggunakan ponsel.

Ya memang tak dapat dipungkiri kalau ponsel kini lebih dari sekedar alat telepon biasa. Apalagi kecanggihan teknologi yang semakin berkembang, membuat kita sangat bergantung pada benda kecil satu ini, mulai dari saat bersosialisasi, mencari informasi, bekerja, dan lain sebagainya.

Anehnya, walau sebagian besar kita mungkin sudah tahu bahwa ada dampak negatif smartphone bagi kesehatan, namun kita tetap tak bisa jauh  darinya. Padahal dampak negatif smartphone bagi kesehatan benar-benar serius bahkan bisa mematikan.

Pihak WHO misalnya, mengklaim bahwa radiasi elektromagnetik HP bersifat karsinogenik (memicu kanker), sama seperti timah, kloroform (obat bius yang sudah dilarang penggunaannya), serta gas pembuangan dari mesin. Walau ada pro-kontra terkait penelitian dampak elektromagnetik dari ponsel, namun tetap tak ada salahnya bagi kita untuk waspada kan? Apalagi bagi pria, radiasi ini dianggap berbahaya bagi otak dan juga sistem reproduksinya.

Pengaruh Ponsel Bagi Kesehatan Otak

Dari seluruh organ tubuh, otak merupakan bagian tubuh yang sangat rentan terhadap paparan radiasi elektromagnetik. Ketika kita memposisikan ponsel dekat telinga, maka radiasinya bisa meresap masuk hingga 5 cm ke dalam lapisan otak.

Saraf mata dan telinga kemungkinan besar juga terekspos radiasi karena tak sedikit pengguna ponsel yang kemudian mendapati pandangannya kabur akibat efek melihat layar HP terlalu lama. Beberapa orang juga merasa sulit konsentrasi dan mendapati telinganya kerap berdengung.

Baca juga: Mata Lelah? Ini Penyebabnya!

Gangguan medis lainnya yang diperkirakan juga bisa dipicu oleh penggunaan ponsel adalah kanker otak. Mereka yang menggunakan ponsel lebih dari 10 tahun misalnya, didapati memiliki risiko lebih besar terkena tumor otak atau leher. Tak hanya bagi pria, kemungkinan ini juga berlaku untuk wanita, lho.

Pengaruh Ponsel Bagi Kesehatan Sistem Reproduksi

Selain otak, radiasi elektromagnetik yang dikeluarkan ponsel diduga juga bisa memicu gangguan sistem reproduksi, mulai dari menurunnya kualitas dan kuantitas sperma, ukuran testis, rendahnya testosteron, hingga kanker testis.

Baca juga: Jangan Lakukan 10 Hal Berikut Jika Ingin Tidur Nyenyak Malam Ini

Cara Pencegahannya?

Meski pernyataan di atas mungkin mulai membuat Anda cemas, namun Anda tak perlu bertindak ekstrim, misalnya dengan membuang ponsel. Walau hasil penelitian terkait efek penggunaan ponsel masih pro dan kontra, namun tak ada salahnya untuk berjaga-jaga. Karenanya, coba praktekkan beberapa tips berikut:

  1. Lebih banyak sms atau chat ketimbang telepon, agar radiasi ke otak bisa diminimalisasi.
  2. Hindari mendekatkan ponsel ke telinga atau kepala saat telepon. Sebaliknya, gunakan bantuan hands-free ear piece atau speaker saat bercakap-cakap.
  3. Jauhkan ponsel dari tubuh. Ketimbang menyimpannya dalam saku, masukkan dalam tas. Semakin jauh letaknya, kian sedikit pula paparan radiasi yang mengenai tubuh.
  4. Letakkan ponsel sejauh mungkin saat tidur malam.
  5. Yang terakhir, matikan ponsel bila memang tak digunakan, sebab hanya ponsel dalam keadaan menyala saja yang bisa mengeluarkan radiasi.

Sow good seed for you don't know which sowing will succeed, this, or that, or if both will do well.

%d bloggers like this: