Waspada IUD Bergeser, Ini 8 Tandanya!

IUD atau spiral adalah jenis kontrasepsi yang cukup efektif untuk mengendalikan kehamilan. Dengan menggunakan IUD, Anda maupun pasangan tidak perlu berganti-ganti kontrasepsi seperti ketika menggunakan kondom sekali pakai. Hal ini disebabkan karena IUD bersifat permanen. Namun, penggunaan kontrasepsi jenis ini bukan tanpa masalah. Ada beberapa tanda IUD bermasalah ketika IUD bergeser dari posisi normal. Jika Anda pengguna IUD dan merasakan bahwa ada tanda-tanda IUD bergeser maka Anda harus segera berkunjung ke dokter maupun bidan untuk mengecek kondisi kontrasepsi spiral Anda.

iud bergeser

UNTUK mengetahui apakah IUD bergeser dari posisi semula, kenali 8 tanda IUD bermasalah berikut ini:

Benang IUD lebih panjang atau lebih pendek

IUD memiliki benang yang berguna untuk melepas IUD ketika penggunanya sudah tidak berkenan untuk memakai kontrasepsi tersebut. Benang tersebut berada di posisi keluar dari rahim dan masuk ke vagina melalui serviks. Ketika dokter atau bidan memasang IUD, mereka akan memotong benang tersebut.

Pada awalnya, Anda akan merasakan benang IUD ini di rahim Anda, tapi lama kelamaan Anda akan terbiasa dengan benang tersebut. Untuk memeriksa apakah benang IUD terlalu panjang atau pendek, masukkan jari telunjuk atau jari tengah ke dalam vagina hingga ke serviks. Di sana Anda akan merasakan apakah benang tersebut sudah pas atau terlalu panjang.

Baca juga: Cara Mengecek Benang IUD Tetap pada Tempatnya

Bisa merasakan IUD di serviks

Melanjutkan cara yang pertama, Anda bisa mengetahui apakah IUD bergeser dengan memasukkan jari ke dalam vagina sampai ke serviks. Jika Anda merasakan benang IUD keluar dari serviks, maka itu artinya posisi IUD bergeser atau terlepas. Penyebab IUD lepas adalah karena siklus menstruasi atau serviks Anda merasa tidak nyaman dengan adanya benda asing.

Pasangan merasa terganggu saat bersenggama

Ketika melakukan hubungan seks, pasangan Anda akan mengeluhkan bahwa penisnya seperti menyentuh atau tertusuk oleh sesuatu. Ini adalah salah satu tanda IUD bermasalah. Jika dibiarkan begitu saja, pasangan menjadi trauma dan merasa tidak nyaman saat berhubungan seks. Anda harus segera kontrol ke dokter atau bidan untuk mengetahui apakah posisi IUD Anda bergeser atau tidak.

Rasa sakit saat berhubungan seks

Bukan hanya pasangan yang merasa tidak nyaman saat berhubungan seks, Anda juga dapat merasakan tanda IUD bermasalah ketika merasakan sakit atau tidak nyaman saat berhubungan seks. Apabila seks jadi menyakitkan bisa saja IUD Anda sedang tidak berada dalam posisi normal. Bahkan, ketika melakukan posisi seks tertentu Anda bisa merasa sakit di bagian rahim atau vagina.

Keputihan yang abnormal

Keputihan memang sangat normal dialami oleh wanita, terutama yang masih rutin mendapatkan siklus menstruasi. Akan tetapi, keputihan yang abnormal dari segi debit, warna, dan bau bisa saja merupakan salah satu penyebab IUD lepas.

Apabila Anda merasa bahwa keputih tidak normal, entah itu berbau dan memiliki warna yang tidak wajar, maka Anda harus segera memeriksakan diri ke dokter. Pasalnya, keputihan abnormal yang Anda alami tidak hanya disebabkan oleh jamur, tetapi juga posisi atau rasa tidak nyaman kontrasepsi spiral yang tidak pada tempatnya.

Menstruasi lebih banyak dari biasa

Seperti yang kita ketahui, penyebab IUD lepas adalah terjadinya siklus menstruasi wanita. IUD non-hormonal memang dapat menyebabkan menstruasi lebih banyak dibanding sebelum Anda menggunakan alat KB ini. Semakin banyak pendarahan yang dialami wanita, Anda harus memastikan pasangan untuk kontrol ke dokter karena ini bisa menjadi pertanda bahwa IUD telah berpindah tempat.

Baca juga: IUD Tembaga vs IUD Hormon, Pilih yang Terbaik untuk Anda

Merasa kram secara tiba-tiba

Kram dapat dialami oleh sebagian wanita yang sedang haid. Selain itu, kram juga dapat dirasakan oleh pengguna IUD tembaga selama beberapa waktu setelah pemasangan. Namun, apabila Anda merasa kram secara tiba-tiba meskipun sedang tidak haid atau sudah lama memasang IUD, maka Anda harus mencurigai adanya indikasi IUD Anda bermasalah. Jangan menunda-nunda lagi, segera kunjungi dokter atau bidan Anda untuk mendapatkan solusi yang tepat untuk masalah IUD yang menyebabkan kram ini.

Merasa hamil

Sebagai alat kontrasepsi, spiral memang bertugas untuk mengendalikan kehamilan. Sayangnya, selain dapat mencegah kehamilan, IUD juga dapat meningkatkan risiko kehamilan ektopik. Ini adalah kehamilan di luar rahim yang cukup berbahaya. Meskipun kasus ini hanya dialami oleh 1 persen dari pengguna IUD yang ada di dunia, tetapi Anda tetap harus waspada terhadap masalah ini.

A day dreamer and a night thinker.

%d bloggers like this: