Turunkan Berat Badan dengan Diet Mediterania

Tips Sehat

Salah satu manfaat diet Mediterania yang paling disukai kaum wanita adalah dapat menurunkan berat badan. Lagipula, wanita mana sih yang tidak suka dicap langsing? Maka dari itu, tak heran kalau kemudian banyak perempuan dari berbagai negara di dunia mengadopsi pola makan yang dianut oleh penduduk negara sekitar Laut Mediterania tersebut.

manfaat diet mediterania

CARA melakukan diet Mediterania pun tak seperti kebanyakan program diet lainnya yang hanya berlangsung sementara saja, katakanlah seperti OCD atau diet mayo (tidak makan garam).

Kalau OCD dan diet mayo hanya boleh dilakukan sesekali saja dalam kurun waktu tertentu, namun tidak demikian dengan diet Mediterania yang justru dapat dijadikan sebagai bagian dari gaya hidup sehat sehari-hari.

Apa itu Diet Mediterania?

Diet Mediterania merupakan pola makan yang mengutamakan buah, sayur, whole grain, kacang-kacangan, minyak zaitun, ikan, unggas, serta red wine sebagai menu utamanya. Seperti kita ketahui bersama, deretan sumber pangan yang disebutkan tadi sangatlah baik untuk kesehatan.

Tentunya khasiat yang didapat juga tergantung dari cara melakukan diet Mediterania. Meski sehat, namun kita tetap dianjurkan mengonsumsi setiap makanan yang ada dalam jumlah sewajarnya.

Baca juga: Jangan Lakukan 10 Kesalahan Diet Ini

Diet Mediterania vs Diet Rendah Lemak: Mana Yang Terbukti Menurunkan Berat Lebih Banyak?

Selain menyehatkan, diet Mediterania yang melibatkan sumber pangan tinggi lemak seperti minyak zaitun dan kacang-kacangan, terbukti mampu menurunkan berat badan lebih banyak dibanding diet rendah lemak. Hal ini terbukti dari hasil percobaan PREDIMED (Prevención con Dieta Mediterránea) yang dirilis dalam pertemuan American Heart Association di Orlando, Florida, Amerika Serikat, tahun 2015 lalu.

Terkait hasil uji coba ini, para ahli berpendapat demikian: walau sama-sama memiliki label “berlemak”, nyatanya tak semua makanan berlemak itu baik bagi kesehatan ataupun berat badan seseorang.

Justru karena diet Mediterania lebih mengutamakan penggunaan minyak zaitun dan kacang-kacangan, yang mana keduanya merupakan sumber lemak baik (tak jenuh), maka di situlah letak perbedaannya dengan program diet rendah lemak lainnya.

Di samping itu, kedua sumber pangan tersebut juga tinggi kandungan polifenolnya. Polifenol sendiri sangat penting bagi tubuh karena dapat mencegah gangguan kardiovaskular dan penyakit kronis lainnya. Dan karena lemak sehat dicerna dengan cara yang berbeda oleh tubuh, maka semakin banyak kita mengonsumsinya, maka itu takkan berpengaruh apapun pada berat badan.

Baca juga: 6 Cara Diet Sehat dengan Clean-Eating

Lantas Apa Ada Manfaat Diet Mediterania Lainnya?

Dari hasil studi Lyon Diet Heart yang dirilis tahun 1990-an lalu, didapati kalau partisipan yang mengadopsi pola makan Mediterania (kaya asam omega-3) memiliki risiko lebih rendah terkait kambuhnya penyakit jantung mereka. Studi yang melibatkan 605 pasien jantung ini memang memelajari pola makan partisipannya hingga 4 tahun lamanya.

Tak hanya itu saja, manfaat diet Mediterania lainnya yang diperoleh dari studi tersebut juga menyatakan kalau para partisipan juga berisiko lebih rendah (hingga 61%) dalam terkena penyakit kanker.

So guys, kalau memang ingin terhindar dari obesitas serta beragam penyakit kronis seperti jantung atau kanker, mari kita adopsi pola makan ala Mediterania ini sejak dari sekarang.

Sow good seed for you don't know which sowing will succeed, this, or that, or if both will do well.