Trik Menghindari Argumen dengan Pasangan

Tips Cinta

Bertengkar dengan pasangan adalah hal yang melelahkan walau kadang berdampak baik pada hubungan. Daripada bertengkar, lebih baik sampaikan pendapat dengan metode yang lebih produktif agar tak terjadi permusuhan. Bagaimana cara menghindari pertengkaran dan berargumen dengan tepat? Ini dia tipsnya!

PERSELISIHAN dengan pasangan bukanlah hal yang harus ditakuti. Namun, hal ini jadi tak mengenakkan ketika bertengkar dengan pasangan diwarnai dengan permusuhan dan argumen-argumen kasar, seperti kritik yang tak tepat sasaran atau judgemental.

Sayangnya lagi, daripada bersikap dewasa dan menghindari, kita lebih sering membuat pertengkaran jadi lebih intens hanya untuk menunjukkan siapa yang menang. Menghindari pertengkaran dengan mencari cara menyampaikan pendapat yang benar adalah tanda hubungan dewasa yang matang. Sikap seperti ini juga akan membuat hubungan Anda lebih awet dan kuat.

Simak tips cinta di bawah ini agar Anda dapat menghindari argumen yang tak perlu dan meningkatkan skill komunikasi dengan pasangan.

Katakan Hal yang Tak Anda Suka

Saat bertengkar dengan pasangan, sebagian orang merasa wajar bila menyampaikan pendapatnya dengan berteriak. Sementara itu, sebagian yang lain justru merasa metode ini dapat menyinggung perasaan dan memperparah keadaan.

Ketahuilah bahwa metode yang nyaman bagi setiap orang berbeda-beda. Jadi, agar pasangan mengetahui hal yang tak Anda suka, komunikasikanlah. Begitu pun sebaliknya. Sehingga, di lain waktu, Anda dapat menghindari bias dan fokus menyelesaikan pemicu pertengkaran daripada fokus pada cara pasangan menyampaikan pendapat.

Katakan Tidak Bila Tak Ingin

Tugas orang dewasa adalah mengatakan “tidak” dengan tegas pada hal yang tidak ia sukai. Buang jauh-jauh niat menjaga kedamaian hubungan dengan selalu mengatakan “ya” pada pasangan.

Daripada menghindarkan pertengkaran, perilaku ini hanya akan menunda pertengkaran. Katakan tidak bila Anda memang tidak ingin melakukan sesuatu, ini akan membuat hubungan Anda bebas drama.

Baca juga: Lakukan 5 Hal Ini Setiap Hari Agar Pernikahan Tetap Langgeng

Katakan Jika Anda Tak Senang

Bagi wanita, jangan coba menghindari pertengkaran dengan menjadi wanita cool dan berusaha menghindari stereotipe cerewet. Anda memiliki hak untuk bicara jika pasangan Anda melakukan hal buruk, seperti datang terlambat atau tak memberi kabar, dan menghilang begitu saja.

Jika Anda terlihat baik-baik saja dengan tindakannya, ia akan terus mengulanginya dan itu hanya akan membuat Anda semakin marah.

Bagaikan bom waktu, hanya tinggal tunggu waktu untuk akhirnya Anda benar-benar meledak dan memicu pertengkaran yang buruk. Pun, saat menyampaikan kritik pada pasangan, jangan menganggapnya sebagai musuh Anda. Ingatlah bahwa ia dan Anda berada dalam tim yang sama.

Rencanakan Waktu Diskusi Anda

Bila Anda memutuskan untuk tak bicara dan memendam semuanya, pertengkaran tak akan dapat ditebak kapan datangnya. Dan bila hal ini terjadi, pertengkaran yang tak sehatlah yang biasanya akan muncul di permukaan dan justru tidak akan membuat semuanya jadi lebih baik.

Agar hal ini tak terjadi, rencanakanlah waktu untuk Anda dan pasangan berdiskusi. Jika telah direncanakan, baik Anda maupun pasangan biasanya akan lebih rileks, tenang, dan jelas dalam membicarakannya.

Batasi Waktu Diskusi

Bila waktu diskusi Anda tak terbatas, arah diskusi akan jadi tak menentu. Bisa jadi Anda malah saling menghina dan membicarakan hal-hal yang tak penting. Untuk menghindarinya, batasi waktu diskusi Anda sehingga yang Anda dan pasangan sampaikan akan padat, jelas, dan tepat sasaran.

Bicara Hal Baik atau Diam

Tak perlu takut terlihat pasif bila dalam diskusi Anda hanya diam dan mendengarkan pasangan Anda. Sesunggunya, reaksi seperti ini jauh lebih baik daripada berbicara tanpa berpikir.

Bila hanya menuruti emosi, kata-kata yang keluar berpotensi besar menyakiti pasangan Anda. Jadi, lebih baik Anda berpikir dulu sebelum berbicara. Jika belum ada hal baik yang dapat Anda katakan, lebih baik diam.

Bahas Satu Masalah dalam Satu Waktu

Hal buruk yang sulit dihindari saat bertengkar dengan pasangan adalah mengungkit kesalahan-kesalahan yang lain. Fokuslah hanya dengan satu masalah dalam satu waktu.

Topik yang melebar hanya akan membuat kalian kesal dan tidak menemukan solusi apapun untuk masalah manapun. Tahan diri untuk tak mengungkit topik yang lain. Selesaikan dulu satu topik, baru jadwalkan waktu diskusi lain untuk membahas topik yang lain.

Pergilah Tidur

Nasihat “never go to bed angry” benar adanya. Namun, ada pula masalah-masalah yang memang tak dapat diselesaikan dalam satu kali pembahasan saja. Jika Anda merasa sudah kehabisan kata-kata walau masalah belum terselesaikan, lebih baik tutup diskusi dan pergilah tidur.

Bahas kembali permasalahan ini pada esok harinya dengan pikiran yang lebih segar dan ide baru. Cara ini memang tak selalu berhasil, tapi patut dicoba.

Baca juga: 7 Hal yang Harus Anda Lakukan Setelah Bertengkar dengan Pasangan