Tinggalkan 8 Kebiasaan Ini Agar Kesuburan Anda Meningkat

Tips Sehat

Menjalani gaya hidup sehat dengan menjauhi kebiasaan buruk memang merupakan cara meningkatkan kesuburan. Lantas kebiasaan buruk seperti apa yang dimaksud di sini, dan apa saja makanan yang mengganggu kesuburan wanita? Simak detilnya dalam ulasan berikut ini! 

cara meningkatkan kesuburan

SALAH satu cara meningkatkan kesuburan yang paling efektif adalah dengan mengetahui hal apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Beberapa kebiasaan ini misalnya, sebaiknya jangan dilakukan lagi kalau Anda memang ingin segera menggendong momongan:

1. Begadang

Kebiasaan melek di malam hari dapat membuat seseorang kurang tidur. Beberapa studi menemukan adanya keterkaitan yang erat antara kurang tidur dengan tidak teraturnya siklus haid.

Dan bila siklus haid tidak normal, maka otomatis itu juga akan berpengaruh pada tingkat kesuburan seorang wanita. Studi lain bahkan menjumpai tingginya risiko keguguran yang kerap dialami oleh suster yang bekerja pada shift malam.

Tak hanya itu saja, kurang tidur juga bisa memicu kenaikan berat badan, baik pada pria maupun wanita. Obesitas terbukti mampu menimbulkan gangguan ovulasi pada wanita, serta turunnya kualitas sperma pada laki-laki.

Untuk itu, apapun alasan Anda tidur larut malam: apakah karena acara favorit TV hanya tayang pada malam hari, insomnia, atau hal lainnya, segera atasilah dan miliki waktu istirahat yang cukup serta berkualitas.

2. Terlalu banyak mengonsumsi kafein

Kafein tak hanya terdapat dalam kopi, namun juga teh, coklat, dan soft drink. Walau secangkir teh atau kopi takkan merugikan kesehatan reproduksi seseorang, namun beberapa cangkir dalam sehari bisa berakibat buruk.

Beberapa studi mendapati, mengonsumsi lebih dari 300 mg kafein (setara dengan 2 cangkir kopi atau 6 cangkir teh) per hari bisa menurunkan kesuburan dan meningkatkan risiko keguguran.

Untuk mengatasinya, tentu saja dengan tidak minum terlalu banyak kopi atau teh. Bila Anda minum kopi untuk menahan kantuk, maka usahakan selalu cukup tidur pada malam sebelumnya.

Anda juga bisa mengonsumsi makanan rendah karbohidrat, tinggi protein dan sayuran untuk mencegah kantuk datang saat siang hari. Alternatif lain adalah dengan tidur sejenak di siang hari selama 15-20 menit agar tubuh kembali segar usai bangun nanti.

3. Salah berolahraga

Olahraga memang merupakan salah satu cara meningkatkan kesuburan. Namun jika Anda kurang atau justru terlalu banyak melakukannya, maka itu juga dapat berimbas pada sistem reproduksi.

Baik pria dan wanita bisa menurun tingkat kesuburannya jika olahraga yang dilakukan terlalu intens dan ekstrim. Inilah salah satu alasan mengapa para atlet kerap bermasalah dengan kesuburannya.

Lalu, sampai tingkat mana latihan olahraga dikategorikan sebagai ‘terlalu berlebihan’ itu? Yaitu, bila Anda melakukannya lebih dari 1 jam/hari, atau 7 jam/minggu.

Namun agar intensitas olahraga juga tak terlalu sedikit, maka lakukan sedikitnya 3 kali seminggu dengan durasi 30 menit/latihan. Beberapa jenis olahraga yang bisa meningkatkan kesuburan antara lain seperti yoga, jalan kaki, berenang, dan low-impact aerobic. Mulailah secara bertahap agar tubuh tidak kaget dan terbiasa dengan jenis olahraga yang Anda pilih.

Baca juga: Yuk, Tingkatkan Kenikmatan Seksual dengan Pilates!

4. Terlalu banyak makan

Makan terlalu banyak bisa menjadi tanda bahwa seseorang sedang mengalami stres. Kalau makanan yang dipilih sehat dan bebas kalori sih tak mengapa, namun bagaimana kalau itu termasuk makanan yang mengganggu kesuburan wanita?

Tak dapat dipungkiri bahwa segala sesuatu yang instan, mudah, dan praktis memang sangat digemari di zaman modern seperti sekarang ini. Salah satunya ya soal makanan. Karena alasan mudah, praktis, dan siap saji dalam hitungan menit inilah, maka banyak dari masyarakat modern lebih memilih fast food.

Padahal terlalu banyak mengonsumsi makanan tak sehat semacam ini bisa membuat gula darah dan berat badan naik. Dan kembali ke poin no.1 tadi, obesitas bisa memperbesar risiko ketidaksuburan.

5. Menunda kehamilan

Bila Anda sudah menikah dan siap memiliki momongan, maka ada baiknya untuk tidak menunda kehamilan. Karena bagaimanapun juga bagi wanita, tingkat kesuburan akan menurun mulai usia 27 tahun, dan semakin merosot ketika umur 35 tahun.

Sedangkan bagi pria, tingkat kesuburannya menurun tajam setelah ia menginjak 40 tahun lebih. Untuk faktor alami yang tak mungkin dihindari inilah, Anda sebaiknya tidak menunda memiliki momongan bila memang sudah siap dan mapan.

6. Mengonsumsi alkohol berlebihan

Minum alkohol sesekali saat pesta memang tak akan menimbulkan masalah kesehatan, namun tidak demikian halnya bila Anda termasuk orang yang tak bisa melewatkan hari-hari tanpa alkohol.

Sebuah studi yang mengevaluasi kualitas air mani dari peminum alkohol menemukan, hanya 12% saja yang kualitas spermanya tetap normal dan sehat. Riset lain yang mempelajari wanita yang minum 3 gelas alkohol atau lebih dalam seminggu, mendapati bahwa butuh waktu lebih lama baginya bila ingin hamil.

Oleh sebab itu, bila selama ini Anda terbiasa minum 1 gelas anggur atau bir setiap malam, maka kurangi menjadi 1-2 kali saja dalam seminggu. Jika Anda memutuskan melakukannya, maka berat badan dan lingkar pinggang juga akan berkurang karena alkohol merupakan minuman yang sarat dengan kalori.

7. Merokok

Kalau dulu tidak lazim rasanya melihat perempuan merokok, maka lain halnya dengan zaman modern seperti sekarang. Bukan pemandangan aneh kalau kita melihat perempuan menghisap batang rokok, khususnya mereka yang hidup di kota besar. Masalahnya sekarang, rokok memiliki beragam dampak negatif pada wanita, di antaranya seperti:

  • Meningkatkan gangguan pada saluran tuba falopi, termasuk risiko kehamilan ektopik (di luar rahim)
  • Meningkatkan gangguan serviks, termasuk kanker leher rahim
  • Merusak kualitas sel telur dalam ovarium
  • Meningkatkan risiko keguguran

Sedangkan pada pria, rokok dapat menurunkan kualitas air mani dan memicu ketidakseimbangan hormon sehingga memperbesar risiko ketidaksuburan. Bahkan bukan hanya perokok aktif saja yang bisa terkena berbagai efek buruk di atas, namun juga perokok pasif. Jadi berhati-hatilah, dan segera jauhi rokok bagaimanapun caranya.

8. Seks bebas

Seks bebas apalagi bila dilakukan tanpa kondom dapat meningkatkan risiko penularan penyakit menular seksual. Kalau seseorang sampai terinfeksi PMS, maka tingkat kesuburannya akan menurun drastis.

Penyakit menular seksual seperti klamidia dan gonore misalnya bisa memicu radang panggul (PID) kalau tak segera ditangani. PID inilah yang menyebabkan seorang perempuan tak lagi subur karena penyakit ini biasanya menghalangi saluran tuba falopii. Sedangkan jenis PMS lain seperti sifilis dan herpes bisa membahayakan janin sehingga memperbesar risiko keguguran atau bayi lahir mati.

Penyakit menular seksual juga bisa memicu infertilitas pada pria meski dampaknya mungkin tak separah seperti pada perempuan. Hal ini dikarenakan gejala PMS pada pria lebih cepat muncul ketimbang pada wanita.

Baca juga: 10 Hal yang Meningkatkan Risiko Tertular Penyakit Seksual

Bicara soal kebiasaan buruk, memang itu tak mudah dihentikan begitu saja. Namun tetap jangan menyerah, lakukan usaha terbaik untuk mengubahnya. Dan bila perlu, mintalah bantuan dokter karena bukan hanya kesuburan Anda yang sedang dipertaruhkan di sini, melainkan juga kesehatan secara keseluruhan.

Sow good seed for you don't know which sowing will succeed, this, or that, or if both will do well.