Ternyata Begini Caranya Hamil Tanpa Berhubungan Intim

Mungkinkah perempuan bisa hamil tanpa penetrasi? Jawabnya adalah ya. Anda yang sedang menghindari intercourse hanya perlu tahu bagaimana caranya hamil tanpa melakukan hubungan intim.

meningkatkan kualitas kehidupan seksual

WANITA yang merasakan sakit saat intercourse mungkin akan enggan untuk rutin berhubungan intim supaya bisa hamil. Rasa sakit semacam ini memang bisa terjadi kalau ia mengalami vaginismus (disfungsi seksual karena otot vagina kejang) atau vulvodynia (sakit kronis pada vulva).

Oleh karenanya, kalau Anda merasakan sakit ketika bercinta, segera periksakan diri ke dokter. Pasalnya, rasa sakit saat intercourse bisa disebabkan oleh berbagai kondisi, dan beberapa di antaranya dapat membahayakan kesuburan. Jadi, jangan pernah remehkan ketidaknyamanan semacam ini.

Sekarang katakanlah Anda sudah menjalani perawatan, namun rasa sakit itu belum juga reda, lalu apa yang dapat dilakukan agar bisa hamil tanpa penetrasi? Berikut ini beberapa cara hamil tanpa melakukan hubungan intim yang bisa Anda coba.

1. Splash pregnancy atau ejakulasi di luar vagina

Cara hamil tanpa penetrasi pertama yang bisa dicoba adalah dengan ejakulasi di luar, namun sedekat mungkin dengan vulva (bibir vagina). Pembuahan yang dilakukan di sekitar vagina tanpa melibatkan intercourse ini biasa disebut dengan istilah ‘splash pregnancy’.

Selama sperma berhasil berenang masuk melalui vulva atau sekitar vagina, maka selalu ada kemungkinan untuk hamil. Namun karena risiko hamil melalui metode ini lebih rendah ketimbang intercourse, maka ada beberapa hal yang perlu diperhatikan seperti:

  • Sebaiknya lakukan pembuahan menjelang ovulasi
  • Istri harus tetap berbaring terlentang setelah ejakulasi
  • Gunakan pelumas yang tidak merusak kesuburan
  • Sedapat mungkin raih orgasme sebelum atau sesudah ejakulasi

2. Inseminasi buatan

Metode lain yang disarankan untuk pasangan yang tidak bisa intercourse adalah dengan inseminasi buatan. Inseminasi buatan dilakukan dengan cara mengumpulkan cairan mani atau sperma, lalu memasukkannya ke dalam saluran vagina, kemudian ke leher rahim, hingga akhirnya ke rahim.

Untuk pasangan yang hanya mengalami kendala rasa sakit saat intercourse saja (tanpa ada masalah lain seperti infertilitas), biasanya memiliki kemungkinan terjadinya kehamilan lebih besar bila dibanding mereka yang mengalami gangguan kesuburan juga.

Akan tetapi metode ini mungkin tak dapat diterapkan pada perempuan yang tidak mampu menoleransi penetrasi dalam bentuk apapun. Alasannya, inseminasi buatan yang melibatkan intrauterine (IUI) tetap memerlukan penetrasi yaitu dengan memasukkan spekulum dan kateter. Namun wanita yang hanya merasakan sakit karena penetrasi penis dapat mencoba cara ini.

3. Inseminasi di rumah

Metode ini membutuhkan beberapa alat steril seperti cangkir kering untuk menampung cairan mani atau sperma dan jarum suntik. Tapi karena cara ini bisa menimbulkan luka atau infeksi kalau tidak dilakukan dengan tepat, maka perhatikan beberapa tips berikut sebelum mempraktekkannya:

  • Berkonsultasilah lebih dulu dengan dokter sebelum melakukan inseminasi di rumah supaya tahu cara amannya.
  • Pastikan semua alat yang dipakai, apakah cangkirnya atau jarumnya, benar-benar baru, bersih, dan kering. Kalau butuh bantuan pelumas, pilih yang bahannya berkualitas dan tidak merusak kesuburan.
  • Inseminasi rumahan hanya bisa dilakukan melalui vagina. Jadi jangan pernah menginjeksikan sperma ke leher rahim atau rahim itu sendiri! Tindakan ini sangatlah berbahaya dan bisa beraktibat fatal! Inseminasi melalui leher rahim atau rahim membutuhkan keahlian khusus sehingga hanya bisa dilakukan oleh pakarnya. Kalau pasangan nekat melakukannya sendiri, maka mereka bisa mencelakai diri sendiri.
  • Pastikan jarum suntiknya tidak terisi udara (kedap), baik sebelum menyedot cairan mani maupun sebelum inseminasi. Masuknya udara ke dalam vagina bisa memicu emboli (terhambatnya aliran pembuluh darah).
  • Jangan melakukan inseminasi rumahan dengan menggunakan sperma hasil donor, baik yang diketahui pendonornya maupun yang tidak. Anda tak ingin anak yang dilahirkan nanti jadi rebutan banyak pihak kan suatu hari kelak?!

Dan karena kini sudah ada alat inseminasi rumahan siap pakai yang dijual di pasaran, Anda patut berhati-hati saat memilihnya karena beberapa alat menyertakan metode IUI yang seharusnya tak boleh dilakukan di rumah. Sayangnya, metode ini tidak menurunkan atau meniadakan risiko penularan penyakit menular seksual (PMS). Jadi istri bisa terkena PMS lewat inseminasi rumahan semacam ini.

Kesimpulannya

Lantas, manakah cara hamil tanpa bercinta yang paling cocok untuk Anda dan pasangan? Untuk amannya, Anda bisa berkonsultasi lebih dulu dengan dokter. Pesan terakhir yang perlu diingat adalah, hubungan intim tak semestinya menyakitkan, jadi tak ada pihak yang perlu menderita. Jika dokter langganan tak bisa membantu, maka carilah yang lain karena Anda berhak mendapatkan pelayanan kesehatan yang terbaik. Selamat mencoba!

Sow good seed for you don't know which sowing will succeed, this, or that, or if both will do well.