Terlihat Lebih ‘Glowing’ Pasca Putus? Ternyata Ini Alasannya!

Pasca putus cinta justru banyak yang memuji kecantikan Anda. Terlihat lebih glowing, begitu kata mereka. Kok bisa, ya? Jangan-jangan, ini alasannya.

ADA dua tipe putus cinta dalam sebuah hubungan. Ada putus cinta yang membuat Anda merasa stres, depresi, dan terluka. Namun, ada pula putus cinta yang menjadikan Anda baik-baik saja atau bahkan lebih baik daripada biasanya. Jenis inilah yang biasanya membuat Anda terlihat lebih cantik dan lebih glowing pasca putus cinta.

Awalnya, Anda mungkin takut berpisah dari pasangan karena terbiasa bersama dengannya. Namun, saat akhirnya putus cinta datang, nyatanya Anda justru merasa lebih baik. Seakan ada beban yang terangkat dari punggung Anda.

Anda pun merasa bebas melakukan apa yang Anda mau dan bisa menjadi diri sendiri. Anda pun mulai melakukan hal-hal yang Anda suka, termasuk mengubah penampilan Anda. Bukan itu saja, penampilan yang lebih baik pasca putus cinta sebenarnya dapat dijelaskan oleh ilmu pengetahuan.

Stres Membuat Hormon Menggila

Perubahan mantan setelah putus sering membuat para pria keheranan. Sebab, bukankah harusnya Anda mengalami stres setelah putus dengannya? Ya, memang benar putus membuat stres. Namun, sepertinya para pria lupa bahwa membina hubungan dengan orang yang salah juga dapat membuat stres.

Stres selama membina hubungan dapat meningkatkan level kortisol dan menurunkan hormon yang berhubungan dengan kemenarikan fisik, seperti estrogen dan testosteron. Saat akhirnya Anda merasa lega karena putus, tingkat stres dan kortisol menurun. Sebaliknya, estrogen dan testosteron meningkat.

Inilah mengapa kemudian Anda terlihat begitu menarik. Hormon-hormon atraktif yang tersembunyi selama ini akhirnya menunjukkan diri dan siap meledak! Jadi, jangan heran dengan perubahan mantan setelah putus, ya. Bisa jadi selama ini dia memang mengalami stres saat bersama dengan Anda.

Baca juga: Masih Bermimpi Tentang Mantan? Ini Dia Alasannya

Energi yang Meledak-ledak

Selesainya sebuah hubungan yang buruk dapat menjadi katarsis bagi Anda. Itulah sebabnya Anda merasa memiliki begitu banyak energi sampai-sampai ingin menari dan bernyanyi. Rasa lega karena terlepas dari sebuah hubungan yang buruk dapat memberikan kehidupan yang baru untuk Anda serta memotivasi Anda untuk keluar rumah dan mulai melakukan hal-hal baru.

Percayalah, sebuah hubungan yang buruk dapat menguras waktu dan emosi Anda. Saat akhirnya Anda terlepas darinya, Anda akan memiliki banyak waktu untuk melakukan hobi Anda atau sekadar melakukan ritual relaksasi diri.

Tampilan Kulit yang Lebih Baik

Pasca putus dari sebuah hubungan yang buruk, lihatlah ke dalam cermin. Anda akan melihat diri Anda dengan versi kulit yang lebih baik. Meski akhirnya akan menurun, di awal putus level kortisol akan meningkat dan memberi efek yang berbeda pada seluruh bagian tubuh. Salah satu efek kortisol adalah melembapkan kulit sehingga membuat wajah Anda terlihat lebih berkilau.

Putus dari Hubungan yang Buruk Baik bagi Kesehatan

Pasangan yang buruk dapat menurunkan kepercayaan diri dan kebahagiaan Anda. Mereka kerap mengecewakan Anda serta membuat Anda merasa lelah dan tak bahagia. Berpisah dengan orang-orang seperti ini sangat baik untuk kesehatan Anda.

Untuk sebagian orang, perpisahan mungkin akan menuntun pada kesedihan. Namun, bagi orang-orang yang menjalani abusive relationship, perpisahan adalah hal yang baik karena orang tersebut akan dapat menjalani hidupnya lagi dan terbebas dari beban yang selama ini mengganggunya. Jadi, bila Anda bertambah gemilang setelah putus, mungkin Anda telah menemukan diri dan kebahagiaan Anda yang selama ini hilang di tangan pasangan yang salah.

Baca juga: Berapa Lama Waktu untuk Move On Setelah Putus?

a passionate writer

%d bloggers like this: