Terapi Radiasi untuk Pengobatan Kanker Serviks

Tips Sehat

Terapi radiasi menggunakan beberapa jenis energi untuk mengecilkan tumor atau menghilangkan sel kanker. Cara kerjanya adalah dengan menghancurkan sel DNA kanker sehingga tidak bisa berkembang biak lagi di dalam tubuh. Sel kanker sangat sensitif terhadap radiasi dan biasanya mati saat diobati. Meskipun begitu, terapi radiasi dapat merusak sel-sel sehat di sekitarnya. Sel sehat yang rusak selama radiasi dapat bertahan lama dan dapat pulih sepenuhnya.

terapi radiasi untuk kanker serviks

TERAPI radiasi untuk kanker serviks dapat dilakukan secara tersendiri atau bisa menjadi rangkaian dari kemoterapi, operasi atau keduanya. Keputusan untuk menggabungkan terapi radiasi dengan pengobatan lainnya bergantung pada stadium kanker serviks pasien dan faktor lainnya. Terapi radiasi dapat diberikan dengan catatan sebagai berikut:

  • Sebagai satu-satunya metode pengobatan.
  • Setelah menjalani operasi.
  • Setelah atau bersamaan dengan kemoterapi. Beberapa obat kemoterapi seperti 5-FU dan cisplatin, membuat sel kanker lebih peka terhadap radiasi. Kedua obat kemoterapi ini digunakan untuk mengobati kanker serviks.

Jenis Terapi Radiasi yang Digunakan untuk Mengobati Kanker Serviks

Ada dua jenis terapi radiasi untuk kanker serviks: radiasi eksternal dan radiasi internal. Kedua jenis pengobatan radiasi ini dapat digunakan untuk mengobati kanker serviks.

EBT (External Beam Radiation) – Terapi Sistemik

Biasa disebut juga dengan terapi sistemik, jenis terapi radiasi kanker serviks yang satu ini diberikan untuk pasien rawat jalan. Pengobatan jenis ini dilakukan 5 hari dalam seminggu dalam jangka waktu 6 sampai 7 minggu. Terapi ini menggunakan sinar X-ray atau sinar gamma-ray untuk memberikan perawatan ke bagian yang terkena dampak kanker.

Bagi wanita yang menderita kanker serviks, radiasi eksternal di bagian panggul diberikan oleh mesin yang menyerupai mesin sinar-X, namun memberikan dosis radiasi yang jauh lebih kuat. Setiap pengobatan hanya berlangsung beberapa menit dan tidak menimbulkan rasa sakit. Hal ini biasanya dikombinasikan dengan kemoterapi dan tindakan secara bersamaan ini disebut kemoradiasi.

Radiasi Internal – Brachytherapy

Radiasi internal biasa juga disebut Brachytherapy. Terapi radiasi untuk kanker serviks yang satu ini menggunakan implan (benih, kateter, atau batang) yang disegel dengan zat radioaktif. Implan tersebut kemudian diletakkan di dalam rahim melalui vagina dan perawatan pun dilakukan.

Terapi dengan tingkat dosis rendah diberikan kepada pasien rawat inap, dengan instrumen yang mengandung radiasi di tempat pasien menginap selama beberapa hari. Pasien diperbolehkan untuk keluar kamar setelah perawatan. Dosis tinggi dari terapi ini diberikan pada pasien rawat jalan, disertai beberapa perawatan.

Bahan radioaktif ditempatkan dalam kamar untuk waktu singkat kemudian di keluarkan dan pasien dapat kembali seminggu atau lebih untuk melakukan perawatan lainnya. Brachtherapy sering diberikan kepada pasien tepat setelah melakukan radiasi sinar eksternal.

Baca juga: 10 Gejala Kanker yang Harus Diwaspadai Semua Wanita

Efek Samping Terapi Radiasi

Efek samping radiasi kanker serviks berbeda terhadap satu pasien dengan pasien lainnya. Itu semua tergantung pada seberapa sering perawatan diberikan pada pasien dan sampai pada tingkat berapa. Berikut ini 3 efek samping paling sering dialami pasien:

Kelelahan

Semua pasien pasti akan mengalami kelelahan. Pertama, efek samping radiasi kanker serviks adalah rasa lelah setelah menjalani perawatan. Pada masa ini, pasien benar-benar membutuhkan dukungan dari orang sekelilingnya untuk membantu mengerjakan tugas, mengurus anak, dan tugas-tugas lainnya.

Istirahat sejenak seperti tidur siang dan tidak merasa terganggu ketika tidur atau tidur nyenyak di malam hari akan membuat sebuah perbedaan bagi pasien. Hal tersebut dapat membantu mengembalikan energi dalam tubuh pasien.

Masalah Kulit

Efek samping radiasi kanker serviks juga terlihat pada kulit pasien. Efek sinar radiasi kanker pada kulit pasien antara lain kemerahan, seperti terbakar sinar matahari, kulit semakin gelap seperti baru saja berjemur dan iritasi.

Kulit yang terkena sinar radiasi menjadi sangat peka terhadap radiasi dan harus diperlakukan seperti biasa. Pasien harus menghindari parfum atau body lotion dengan wewangian, pakaian ketat, dan menghindari area yang terkena sinar matahari (selama perawatan dan paling tidak setahun setelahnya).

Kehilangan Nafsu Makan

Kehilangan nafsu makan juga merupakan efek samping radiasi kanker serviks yang pada umumnya dialami pasien. Padahal kehilangan nafsu makan dapat menyebabkan rasa lelah dan menyebabkan tubuh kekurangan nutrisi. Begitu penting menjaga tubuh pasien untuk tetap kuat selama pengobatan kanker, dan nutrisi adalah salah satu sumber terbaik bagi tubuh.

laugh like a spongebob, kerupuk lovers. kopi hitam lovers. nocturnal.