Telat Haid? Belum Tentu Anda Hamil, Lho!

Tips Sehat

Kebanyakan orang berpikir kalau penyebab telat haid adalah karena kehamilan. Padahal telat datang bulan bisa dipicu oleh beragam faktor selain itu, lho. 

telat haid

LANTAS apa sajakah penyebab telat haid itu? Mari kita simak langsung penyebabnya dalam ulasan berikut ini:

1. Hamil

Ya, kehamilan memang merupakan salah satu alasan utama mengapa seorang wanita, khususnya yang sudah menikah ataupun pernah berhubungan intim, mengalami telat datang bulan. Bahkan bila Anda menggunakan alat kontrasepsi sekalipun, risiko telat menstruasi pertanda hamil tetaplah tinggi, mengingat tak ada alat kontrol kehamilan yang mampu mencegah kehamilan hingga 100%.

Dan karena beberapa tipe alat kontrasepsi bisa meningkatkan risiko kehamilan ektopik (di luar kandungan), maka wanita yang sudah menikah harus waspada bila sampai telat haid.  Untuk amannya, ada baiknya Anda segera memeriksakan diri ke dokter bila haid terlambat atau tidak datang sama sekali.

Baca juga: Tips Menggunakan Test Pack Untuk Hasil Akurat

2. Efek samping pil KB

Beberapa jenis pil KB seperti pil progestin atau pil kombinasi, mengandung hormon sehingga dapat menyebabkan amenorrhea (berhenti haid). Namun, kalau Anda menggunakan alat kontrol kehamilan seperti kontrasepsi oral atau yang berbentuk patch maupun ring, maka siklus haid tidak seharusnya terganggu karenanya.

3. Sedang berlatih untuk lomba lari

Meningkatnya aktivitas fisik secara signifikan bisa menekan ovulasi sehingga Anda mungkin tidak mengalami haid pada bulan tersebut.

4. Belajar untuk ujian

Kurang tidur, minim nutrisi, serta terlalu stres menjelang ujian akhir juga bisa mengganggu keseimbangan hormon dalam tubuh. Semua situasi yang membuat seorang perempuan stres juga bisa menekan ovulasi, sehingga siklus haid terhenti sementara.

5. Berat badan labil

Perubahan BMI (body mass index) ternyata juga berdampak pada ovulasi.

6. Efek samping obat

Beberapa jenis obat khususnya yang berkaitan dengan psikiatrik juga bisa menekan ovulasi.

7. Hipertiroid

Tiroid merupakan kelenjar endokrin yang memproduksi hormon pengatur metabolisme. Bila tiroid terlalu aktif (hipertiroid), maka kondisi ini juga bisa menekan kemampuan tubuh untuk berovulasi.

8. Mengidap tumor pituitari

Dalam kasus yang jarang terjadi, seorang perempuan bisa melewatkan haid bukan hanya sekali saja, namun dalam beberapa bulan terakhir. Bila ini sampai terjadi, maka ia harus segera menemui dokter untuk melakukan tes darah karena dikhawatirkan terdapat tumor pituitari yang menjadi penyebabnya. Gejala lain dari penyakit ini adalah sakit kepala dan pandangan kabur.

Baca juga: 7 Mitos Tentang Menstruasi

9. Kegagalan ovarium prematur

Biasanya kegagalan ovarium prematur merupakan penyebab mengapa seorang perempuan masuk tahap menopause sebelum usia 40 tahun. Gejala lain dari kondisi ini antara lain muncul keringat saat malam, merasa kepanasan, mudah tersinggung, moody, hingga gampang gelisah. Wanita yang mengidap diabetes tipe 1 juga berisiko lebih tinggi mengalami kegagalan ovarium prematur.

10. Ketidakseimbangan hormon ovarium

Gangguan siklus haid lainnya bisa jadi karena ketidakseimbangan hormon di ovarium. Kondisi yang biasanya disebut dengan PCOS (polycystic ovarian syndrome) ini disebabkan oleh berlebihnya produksi hormon progestin oleh ovarium sehingga terjadi ketidakseimbangan hormon yang menghambat ovulasi.

Tak hanya itu, PCOS umumnya juga memicu munculnya jerawat dan merangsang pertumbuhan rambut. Perempuan obesitas atau yang menderita resistensi insulin/diabetes tipe 2 memiliki risiko lebih tinggi mengalaminya.

Kesimpulannya, kecuali Anda hamil, maka kondisi telat atau berhentinya haid yang terjadi sekali saja sebenarnya tak perlu dikhawatirkan. Akan tetapi, kalau Anda tidak menstruasi selama 3 bulan berturut-turut atau mengalami gejala lain yang cukup mengganggu, maka segera temui dokter untuk melakukan tes darah.

 

Sow good seed for you don't know which sowing will succeed, this, or that, or if both will do well.