Stop Lakukan 6 Hal Ini Jika Ingin Hubungan yang Sehat dengan Si Dia

Hubungan yang sehat dengan pasangan dapat Anda rasakan jika kedua belah pihak dapat saling berkompromi dan menyelesaikan masalah tanpa emosi dan kekerasan. Jika Anda ingin kualitas hubungan yang sehat dengan Si Dia, Anda perlu menghentikan beberapa sikap yang mungkin tidak Anda sadari dapat mengancam hubungan Anda. Apa saja? 

hubungan yang sehat dengan pasangan

HUBUNGAN asmara yang sehat menjadi dambaan setiap pasangan. Namun, bagaimana sebenarnya hubungan yang sehat itu? Hubungan yang sehat dengan pasangan adalah jalinan kasih asmara dimana Anda dan pasangan merasa nyaman, dapat saling berkompromi, dan tidak ada unsur kekerasan,

Anda saling menghargai dan menghormati keputusan yang Anda berdua ambil. Wajar apabila pasangan memiliki konflik, tetapi dalam hubungan yang sehat, konflik itu diselesaikan tanpa emosi dan kedua belah pihak memiliki penjelasan yang jelas.

Nah, jika saat ini Anda merasa hubungan Anda dan Si Dia dalam kondisi yang tidak sehat, Anda perlu berintrospeksi diri dan perlu menghentikan beberapa sikap yang dapat mengancam hubungan. Mungkin Anda tidak sadar bahwa sikap-sikap tertentu dapat menghambat hubungan asmara Anda. Apa saja itu?

Sering menanyakan kabar dalam hitungan jam maupun menit berujung pada rasa curiga yang berlebihan

Wajar apabila Anda atau Si Dia menanyakan kabar dan aktivitas yang sedang dilakukan. Namun, jika pertanyaan tersebut Anda lontarkan setiap jam, dan bahkan Anda mulai mencurigai dia berselingkuh, pasangan Anda akan merasa terganggu.

Cara langgeng dengan pasangan adalah dengan menghargai dan menghormati setiap kegiatan yang dia ikuti. Anda tidak perlu berlebihan mencurigai pasangan Anda akan berselingkuh. Si Dia membutuhkan rasa pengertian dan dukungan dari Anda. Dengan begitu, hubungan Anda berdua dapat berjalan lancar dan sehat, tanpa rasa curiga.

Terlalu khawatir dengan masa depan dengan Si Dia

Hubungan yang sehat dengan pasangan dapat dilihat dari bagaimana Anda memikirkan masa depan Anda dengan Si Dia. Jika Anda terlalu fokus untuk segera menikah dan mempunyai anak sedangkan pasangan ingin fokus di pekerjaan demi menambah pundi-pundi tabungan untuk masa depan, ada baiknya Anda berdiskusi dengannya tentang masa depan hubungan.

Jika Anda terlalu khawatir dengan masa depan hubungan, Anda akan dihantui rasa terburu-buru dan dapat memberikan tekanan batin kepada pasangan Anda. Dalam hubungan yang sehat, masa depan memang perlu didiskusikan. Saat Anda dan Si Dia sudah bersepakat untuk merencanakan ke jenjang yang serius, Anda tidak perlu khawatir lagi.

Nikmati masa-masa sekarang tanpa harus mengkhawatirkan masa depan. Jalani hubungan yang ada dengan tenang dan bijak, nantinya hubungan Anda juga berjalan dengan lancar.

Baca juga: 3 Alasan Generasi Milenial Tidak Buru-buru Menikah

Berhenti bermain-main dengan perasaan pasangan Anda

Suatu hubungan yang sehat adalah hubungan yang dijalani tanpa ada permainan perasaan atau bersikap seperti anak-anak yang mudah ngambek dan menunjukkan emosi yang labil. Pasangan Anda hanyalah manusia yang tidak dapat membaca pikiran Anda.

Jika ada suatu hal yang mengganjal pikiran atau perasaan, segera lontarkan dan komunikasikan secara baik-baik dengan Si Dia. Hubungan yang sehat adalah suatu hubungan dimana Anda dan pasangan nyaman berkomunikasi tentang perasaan dan tidak ada hal-hal yang disembunyikan.

Jika Anda masih sering ngambek, maka Si Dia akan merasa lelah dan berpikir Anda bermain-main dalam menjalani hubungan. Jadi, bersikap dewasa dalam menalani suatu hubungan itu sangat diperlukan.

Sering mendengarkan dan  terlalu memikirkan apa kata orang daripada mengikuti isi hati Anda

Saat Anda sedang ada masalah dengan Si Dia, pasti Anda ingin bercerita dengan teman atau sahabat Anda. Wajar jika saat ada masalah, Anda ingin menumpahan kekesalan, tetapi cukup sampai di situ saja.

Saat Anda meminta opini orang lain, orang lain dapat memberikan opini yang bisa saja mengganggu perasaan Anda. Anda terlalu sering memikirkan kata-kata orang daripada mengikuti isi hati Anda sendiri.

Orang lain tidak tahu bagaimana sebenarnya hubungan Anda. Orang lain dapat beropini yang bukan-bukan tentang hubungan Anda dan Anda pun semakin memikirkan hal itu.

Jangan sampai Anda mendapat tekanan stres hanya karena terlalu memikirkan apa kata orang lain. Padahal, fakta yang sebenarnya adalah Anda yang menjalani dan Anda yang merasakannya.

Membiarkan pasangan membuat semua keputusan

Dalam hubungan yang wajar dan sehat, Anda dan Si Dia patut membuat keputusan atas dasar persetujuan kedua belah pihak. Jika Anda terlalu sering membiarkan pasangan Anda membuat keputusan, sebaiknya Anda mulai belajar untuk menentukan sikap.

Hubungan yang langgeng adalah hubungan yang dilandasi atas dasar keseimbangan kekuatan antara kedua belah pihak. Dalam suatu hubungan, jangan takut untuk berkompromi dan berkomunikasi tentang semua hal, termasuk dalam mengambil keputusan yang berhubungan dengan masa depan hubungan Anda.

Jika terus membiarkan pasangan Anda yang membuat keputusan, maka nantinya Si Dia dapat memberikan tekanan batin hingga beruung pada kekerasan dalam hubungan.

Terlalu fokus pada Si Dia yang berakibat waktu kebersamaan Anda dengan yang lain berkurang

Hubungan yang sehat dapat Anda rasakan jika Anda dapat membagi waktu Anda dengan adil. Secara tidak sadar, Anda terlalu sering menghabiskan waktu bersama pasangan dan selalu berpusat pada Si Dia. Anda tidak sadari waktu bersama sahabat Anda mulai berkurang atau waktu bersama keluarga pun semakin minim karena terlalu sering menghabiskan waktu bersama pasangan.

Cara langgeng dengan pasangan adalah dengan membagi waktu Anda secara adil dan jangan terlalu berfokus pada Si Dia. Anda mempunyai kehidupan sosial lainnya bersama keluarga dan sahabat. Begitu juga dengan pasangan Anda yang menginginkan waktu bersama Anda dan teman-temannya secara adil. Nikmati masa-masa sekarang dan pergunakanlah dengan sebaik-baiknya.

Baca juga: Hubungan dengan Si Dia Mulai Membosankan? Lakukan 5 Hal Ini

Hubungan yang sehat dengan pasangan sejatinya dapat Anda rasakan. Saatnya untuk berhenti melakukan hal-hal diatas demi lancarnya hubungan Anda dan Si Dia. Jangan lupa bahwa kunci hubungan yang baik adalah kualitas komunikasi yang baik pula. Jangan lupa bahagia, ya!

An owl who likes coffee, movies and humanity.

%d bloggers like this: