Sifilis

Perawatan Sifilis

Tujuan utama perawatan segera penyakit sifilis adalah untuk mengobati infeksi yang terjadi, mencegah terjadinya komplikasi, dan mencegah menyebarnya penyakit ke organ lain dan orang lain di sekitarnya.

Perawatan sifilis sebaiknya segera dilakukan begitu seseorang dinyatakan positif menderita penyakit menular seksual tersebut. Oleh karena itu, deteksi dini setelah gejala dirasakan pertama kali merupakan suatu keharusan.

Pengobatannya tergolong tidak rumit, terutama ketika masih dalam tahap primer dan sekunder, yakni hanya dengan injeksi antibiotik tunggal penisilin. Namun untuk memastikan kesembuhan, dokter mungkin akan tetap meminta pasien melakukan serangkaian tes pemeriksaan.

Salah satu tes yang harus dilakukan berkala selama perawatan sifilis adalah tes darah serta pemeriksaan fisik. Tujuan tes ini adalah untuk mengetahui bagaimana reaksi tubuh terhadap dosis penisilin yang diberikan untuk menilai keberhasilan terapi antibiotik tersebut. Jika dosis dirasa kurang, maka dokter mungkin akan meningkatkan dosis antibiotiknya.

Selain itu, selama perawatan berlangsung, dokter pasti juga akan melarang pasien untuk berhubungan seks. Pasien harus benar-benar menghindari kontak secara seksual hingga semua luka sembuh, atau sampai dokter mengizinkannya.

Apabila penderita adalah seorang yang aktif secara seksual, maka pasangan penderita juga harus melakukan pemeriksaan untuk memastikan mereka tidak terinfeksi oleh sifilis. Pasangan penderita juga biasanya diberikan terapi antibiotik pencegahan bersamaan dengan penderita.

Tes lain yang mungkin juga disarankan oleh dokter adalah yang berkaitan dengan infeksi HIV. Hal ini mengingat penderita sifilis juga rawan terserang virus penyebab penyakit mematikan tersebut. Tes dilakukan agar hasil diagnosa dini bisa didapatkan segera. Apabila hasilnya positif, maka pengobatan bisa dimulai secepatnya.