Sifilis

Diagnosis Sifilis

Apabila Anda memiliki luka tukak yang tidak nyeri pada sekitar alat kelamin, ruam yang tidak gatal, atau Anda curiga terinfeksi oleh penyakit menular seksual, segeralah datang kepada dokter Anda agar secepat mungkin dilakukan pemeriksaan. Untuk mendapatkan diagnosa pasti dari penyakit sifilis, maka dapat dilakukan melalui berbagai macam tes atau pemeriksaan pada penderita atas rekomendasi dari dokter yang memeriksanya.

Salah satu cara yang dapat memperkuat kriteria diagnosa pasti adalah pemeriksaan fisik terutama di area kelamin, anus, mulut, maupun tenggorokan. Selain itu, agar diagnosa sifilis semakin akurat, maka pasien biasanya diminta melakukan beberapa dari deretan tes pemeriksaan berikut:

Tes Darah dan/atau Urin

Karena antibodi penangkal sifilis dapat bertahan dalam tubuh selama bertahun-tahun lamanya, maka tes darah perlu dilakukan guna mendeteksi apakah tubuh pernah memproduksi antibodi infeksi sifilis tersebut atau tidak. Jika ya, maka bisa jadi Anda sedang atau pernah terinfeksi penyakit menular seksual ini.

Dan bila hasilnya negatif, bukan berarti Anda tidak terinfeksi sifilis sama sekali. Hal ini dikarenakan umumnya antibodi baru akan terdeteksi 3 bulan setelah tubuh terinfeksi. Oleh sebab itu, tes darah ini mungkin harus dilakukan ulang 3 bulan mendatang untuk menghindari terjadinya hasil tes negatif palsu pada pemeriksaan darah anda.

darah juga disarankan untuk ibu hamil yang usia kandungannya masih berumur 3-5 bulan. Semakin dini deteksi infeksi sifilis dalam tubuh ibu hamil, maka penanganan bisa dilakukan secepatnya agar tidak sampai membahayakan janin.

Sampel Luka

Dokter juga akan mengambil sedikit bagian atau cairan dari luka tukak yang muncul pada area kelamin atau area tubuh tertentu dengan menggunakan usapan kapas dan biakan bakteri hasil sampel untuk mengetahui apakah terdapat bakteri penyebab sifilis.

Pengambilan Cairan dari Sumsum Tulang Belakang

Kalau Anda mengalami komplikasi infeksi sistem saraf akibat sifilis (biasanya pada tahap tersier), maka dokter mungkin perlu mengambil sedikit cairan dari sumsum tulang belakang untuk mendeteksi ada-tidaknya bakteri Treponema pallidum sebagai penyebab infeksi sifilis.