Sifilis

Pengertian Sifilis

Sifilis adalah penyakit infeksi yang diakibatkan oleh bakteri yang umumnya menular melalui hubungan seksual, baik melalui hubungan seks vaginal, anal, maupun oral. Penyakit menular seksual ini juga bisa menular lewat kontak ciuman atau kontak fisik lewat luka yang sudah ada sebelumnya, jarum suntik yang tidak steril atau digunakan bersama, dan dari ibu hamil penderita sifilis kepada janinnya.

Penyebab Sifilis

Penyakit sifilis yang juga dikenal sebagai penyakit raja singa disebabkan oleh infeksi bakteri Treponema pallidum.

Pencegahan Sifilis

Cara pencegahan utama infeksi sifilis adalah dengan menjauhi seks bebas. Menggunakan kondom berbahan lateks untuk meminimalisir penularannya juga terbukti efektif dalam mencegah penyebaran penyakit infeksi sifilis.

Gejala Sifilis

Ketika seseorang mengalami infeksi sifilis, maka ia akan mengalami 4 tahapan gejala yakni primer, sekunder, laten, dan tersier. Dikarenakan gejala primer dan sekunder biasanya hanya menimbulkan gejala nonspesifik yang tidak menyakitkan seperti demam, nyeri sendi, sakit kepala dan ruam, maka kebanyakan penderitanya tidak sadar kalau dirinya telah terinfeksi sifilis.

Fase laten pada sifilis disebut masa stagnan karena pada tahap ini seolah tidak terjadi apa-apa, meski infeksi sifilis masih tetap aktif dalam tubuh. Lain halnya dengan fase tersier yang boleh dikata paling berbahaya dari semua tahap gejala karena dapat menimbulkan kematian.

Diagnosis Sifilis

Untuk diagnosa pasti seseorang menderita sifilis, maka dokter akan menyarankan si penderita untuk menjalani serangkaian tes seperti pemeriksaan fisik, tes darah, maupun urin. Pengambilan sampel luka atau sumsum tulang belakang juga perlu dilakukan demi memastikan ada-tidaknya keberadaan bakteri penyebab sifilis dalam tubuh seseorang.

Komplikasi Sifilis

Walau berbeda, namun pengertian sifilis erat kaitannya dengan penyakit HIV AIDS. Hal ini dikarenakan penderita sifilis lebih rawan terinfeksi virus HIV, demikian juga sebaliknya. Oleh karena itu, setiap pasien HIV ada baiknya memeriksakan dirinya juga, kalau-kalau ia juga mengidap sifilis, begitu pula sebaliknya.

Komplikasi lain dari sifilis diantaranya adalah keguguran akibat kematian janin, kerusakan organ sistemik, kecacatan hingga kematian apabila tidak diobati dengan pengobatan yang sesuai dan sesegera mungkin.

Perawatan Sifilis

Perawatan sifilis lebih mudah dilakukan ketika penderita masih berada pada tahap primer dan sekunder. Pemberian injeksi antibiotik jenis penisilin dapat menghentikan infeksi bakteri Treponema pallidum lebih lanjut.

Pengobatan Sifilis

Pengobatan lebih lanjut perlu dilakukan kalau penderita sifilis sudah masuk tahap laten ataupun tersier. Pada fase tersier, segala kerusakan yang disebabkan oleh penyakit sifilis mungkin sudah tak bisa lagi diperbaiki, namun infeksi bisa dihentikan dengan cara memusnahkan bakteri penyebabnya.