Seberapa Akuratkah Alat Tes Kehamilan?

Meski telah banyak bermunculan berbagai merek dan tipe testpack kehamilan, namun semuanya rata-rata bekerja dengan cara yang sama. Umumnya, tes kehamilan yang dapat dilakukan sendiri di rumah ini bekerja dengan cara mendeteksi ada-tidaknya hormon kehamilan hCG (human chorionic gonadotropin) dalam urin seorang perempuan.

testpack akurat

JIKA kebanyakan testpack menyertakan semacam strip atau stik untuk dicelupkan ke dalam air urin, maka ada pula metode lain yang mengharuskan wanita mencampurkan urinnya dengan cairan atau bubuk khusus. Bagaimanapun metodenya, satu hal penting kalau ingin mendapatkan hasil testpack akurat adalah selalu baca instruksi pada kemasan karena beda merek, beda pula caranya.

Hal lain yang perlu diketahui adalah waktu tes juga memengaruhi apakah hasil testpack akurat atau tidak. Tes kehamilan dini misalnya, bisa memunculkan hasil yang kurang akurat.

Cara kerja testpack kehamilan

Faktanya, hCG mulai diproduksi tubuh ketika sel telur mengimplantasikan dirinya ke rahim. Hal ini biasanya terjadi sekitar 6 hari setelah pembuahan. Kadar hCG sendiri umumnya meningkat hari demi hari, dan bisa bertambah 2 kali lipat setiap 2 hari sekali.

Karena butuh waktu bagi hCG untuk diproduksi dalam jumlah yang cukup sehingga dapat dideteksi oleh testpack, ada baiknya Anda tidak melakukan tes kehamilan dini. Tunggulah hingga 1 minggu setelah telat haid agar hasil testpack akurat.

Sebab meski testpack dinilai 99 persen akurat, namun hasil studi tahun 2004 yang dimuat dalam The American Journal of Obstetrics and Gynecology menemukan kalau, mayoritas testpack ternyata kurang sensitif dalam mendeteksi hCG, khususnya bila pemeriksaan dilakukan 1-2 hari setelah telat haid. Hal ini memang masuk akal, mengingat kadar hCG yang dihasilkan dalam tubuh setiap perempuan tidak sama, dan bisa jadi masih rendah di hari-hari tersebut.

Memang sih, ada juga merek testpack tertentu yang lebih sensitif dibanding lainnya. Kalau Anda menggunakannya, maka mungkin tes kehamilan dapat dilakukan lebih dini. Namun urin ternyata juga bisa mengandung hCG, walau sebenarnya Anda mungkin tidak sedang hamil. Kondisi ini bisa memberikan hasil testpack positif palsu.

Adanya hCG tanpa kehamilan ini mungkin terjadi kalau Anda baru melahirkan, keguguran, atau mengonsumsi obat kesuburan. Dalam hal ini, Anda dianjurkan mencari yang tak terlalu sensitif, atau memeriksakan diri ke dokter saja.

Cara mengetahui testpack mana yang lebih sensitif

Caranya adalah dengan memeriksa bagian dalam kemasan. Kebanyakan produk testpack pasti menjelaskan kadar hCG terendah yang dapat dideteksinya. Secara teori, testpack yang mengklaim dirinya bisa mengidentifikasi 25 mIU hCG cenderung lebih sensitif ketimbang alat yang hanya mampu mendeteksi 40 mIU.

Namun karena jenis hCG dalam tubuh setiap perempuan berbeda selama hamil, maka tak ada salahnya mencoba beberapa merek berbeda sekaligus untuk lebih memastikan. Jangan khawatir, dibandingkan produk di masa lalu, alat tes kehamilan zaman sekarang lebih sensitif kok.

Di samping informasi tadi, Anda mungkin juga perlu tahu bagaimana alat tersebut memberitahukan kalau hasilnya positif. Kebanyakan alat menggunakan 2 garis atau tanda (+) dengan warna yang kontras sehingga hasil testpack positif lebih mudah dibaca. Namun beberapa merek memberikan batas waktu karena garis tersebut bisa hilang setelah waktu tertentu.

Bila hasilnya negatif

Sudah bukan rahasia lagi kalau testpack kehamilan bisa memberikan hasil kurang akurat karena berbagai faktor. Namun dibanding hasil positif palsu, testpack kehamilan cenderung memberikan hasil negatif palsu, yang artinya Anda benar-benar hamil namun hasil tesnya negatif. Ini bisa terjadi karena beberapa hal seperti:

Urin terlalu encer

Kebanyakan alat menyarankan agar tes dilakukan setelah bangun tidur di pagi hari. Alasannya karena pada waktu tersebut urin biasanya paling pekat. Jika tes dilakukan setelah Anda minum terlalu banyak air, maka hasilnya bisa palsu.

Tesnya terlalu dini

Seperti disebutkan tadi, jika waktu tesnya salah atau terlalu dini, maka hasilnya bisa kurang akurat.

Salah saat tes

Tes kehamilan sebaiknya dilakukan dalam waktu 15 menit setelah sample urin ditampung. Pastikan untuk membaca instruksi karena memeriksa hasilnya terlalu dini dari waktu yang disarankan juga bisa bikin salah kaprah.

Bila hasil tesnya tetap negatif bahkan bila dilakukan 1 minggu setelah telat haid, maka ada baiknya Anda melakukan pemeriksaan ulang ke dokter. Siapa tahu kalau ada alasan lain di balik telatnya datang bulan, apakah itu karena stres, olahraga berlebihan, penyakit, atau ketidakseimbangan hormon.

Kalau hasilnya positif

Anda mungkin bertanya-tanya, bagaimana kalau garis keduanya samar-samar. Walau kabur, namun biasanya ini tetap mengindikasikan kalau Anda benar sedang hamil. Jika ini yang terjadi, maka segera buatlah janji konsultasi dengan dokter kandungan. Anda juga mesti periksa ke dokter kalau hasil tesnya kadang positif, kadang negatif.

Baca juga: Garis Test Pack Samar, Hamilkah?

Dan walau jarang, kemungkinan hasil tes positif palsu memang ada, biasanya ini terjadi karena:

  • Mengonsumsi obat yang mengandung hCG atau diuretik
  • Ada jejak darah atau protein di urin
  • Testpack kadaluarsa
  • Terjadi kehamilan kimia, artinya memang ada sel telur yang berimplantasi di rahim sehingga hCG dihasilkan, namun karena alasan tertentu, sel telur tersebut berhenti berkembang. Umumnya, sekitar 30-50 persen sel telur yang sudah dibuahi berakhir menjadi kehamilan kimia karena abnormalitas atau alasan lain. Kalau ini terjadi, maka perempuan tersebut akan haid (walau mungkin telat atau lebih banyak dari biasanya).
  • Alatnya kurang bermutu

Test pack vs tes darah

Dibanding testpack, tes kehamilan di RS atau klinik melalui tes darah bisa dilakukan lebih dini. Keuntungan lain dari tes darah kehamilan adalah Anda bisa tahu juga berapa besar kadar hCG-nya. Informasi ini penting untuk memprediksi sehat-tidaknya kehamilan. Meski begitu, tes darah biasanya lebih mahal dan juga butuh waktu untuk mengetahui hasilnya.

Baca juga: Benarkah Tes Darah Kehamilan Lebih Akurat daripada Test Pack?

Jadi sudah jelas,bukan? Kalau ingin hasil tes kehamilan akurat, maka perhatikan bagaimana kondisi tubuh (apakah baru mengalami keguguran, dll), lakukan tes sesuai instruksi dalam kemasan, serta tak kurang dari 1 minggu setelah telat haid.

Waiting for the best is never useless.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ingin konsultasi dengan ahlinya? Tanya kepada dokter atau psikolog.

Buat Pertanyaan
    • Malam dokter.. Saya perempuan 26 tahun.. Saya terakhir menstruasi pada tanggal 10 September.. Setelah itu mulai tanggal 14 September sudah mulai berhubungan denga pasangan.. Yang ingjn saya tanyakan, apakah bisa kemungkinan hamil? Yang kedua, pada saat selesai berhubungan muncul bercak darah. Apakah itu berbahaya atau tidak? Terimakasih

    • 1 Balasan 3 weeks ago

    • Assalamualaikum dok saya mau menanyakan kan saya awal menstruasi tanggal 8 agustus lalu kalau lewat dari tanggal 8 september akan terjadi sesuatu atau saya hamil ya dok, dan 2 hari ini saya mengalami flek coklat sebelum tanggal menstruasi saya gitu dok ? Semoga di jawab ya dok

    • 1 Balasan 1 month ago

    • Selamat sore dok Mau tanya, sy baru menikah tgl 18 bulan 8 kemarin. Awal menstruasi tanggal 9. Sampai sekarang saya belum ada tanda-tanda hamil. Padahal haid sy teratur tiap bulanny, tapi haid saya setiap hari pertama selalu sangat sakit. Dan setiap sy dan suami brhubungan, keluar cairan kental(lendir) bening berwarna orange kemerahan seperti darah. apakah  … Read more

    • 1 Balasan 1 month ago