Sakit Saat Buang Air Kecil Bisa Jadi Gejala Prostatitis

Jika Anda, pria berusia di bawah 50 tahun dan sering merasa sakit saat buang air kecil, waspadai gejala prostatitis yang menyerang tubuh Anda. Namun sebenarnya, apa itu prostatitis?

ANDA merasa nyeri di daerah sekitar panggul, bokong atau di sekitar alat kelamin lalu terasa sakit saat buang air kecil atau saat ejakulasi? Waspadai gejala prostatitis! Banyak pria yang masih belum mengenal istilah prostatitis ini. Faktanya, menurut penelitian, prostatitis ini menyerang pria di bawah umur 50 tahun atau dapat dikatakan meyerang pria yang berusia produktif.

Apa itu prostatitis?

Prostatitis adalah radang kelenjar prostat atau adanya pembengkakan di kelenjar prostat yang dapat terjadi pada pria berusia 50 tahun ke bawah. Gejala awal prostatitis ini hampir sama seperti infeksi saluran kemih lainnya.

Tidak heran banyak pria yang menganggap sakit saat buang air kecil dihubungkan dengan infeksi saluran kemih. Namun, faktanya gejala ini tidak bisa dianggap remeh. Jika dibiarkan, maka dapat berkembang secara bertahap dan berakibat parah.

Penyebab munculnya prostatitis ini karena adanya bakteri yang masuk ke prostat melalui saluran kemih. Jika Anda mengalami infeksi saluran kemih, pernah melakukan hubungan seks anal, pernah menggunakan kateter, pernah mengalami cedera panggul dan mengalami dehidrasi, kondisi ini dapat meningkatkan risiko Anda terjangkit prostatitis.

Ada 4 jenis prostatitis yang perlu Anda ketahui:

Prostatitis bakteri akut

Prostatitis bakteri akut dapat muncul secara tiba-tiba pada pria dan memerlukan tindakan pengobatan yang tepat untuk menghindari komplikasi. Tipe prostatitis ini disebabkan oleh bakteri klebsiella atau escherichia yang menyerang kelenjar prostat Anda.

Gejala prostatitis bakteri akut adalah:

  1. Demam tinggi
  2. Nyeri di panggul bagian bawah dan sekitar alat kelamin (penis dan sekitar anus)
  3. Sering buang air kecil
  4. Rasa sakit saat ejakulasi
  5. Pembengkakan di kelenjar prostat

Baca juga: Bersepeda Akibatkan Mandul, Benarkah?

Prostatitis bakteri kronis

Prostatitis bakteri kronis merupakan radang prostat yang tidak biasa dan disertai kambuhnya infeksi saluran kemih. Tidak hanya pembengkakan pada kelenjar prostat, saluran kemih pun turut mengalami peradangan.

Tanda-tanda prostatitis bakteri kronis adalah:

  1. Demam tinggi
  2. Rasa tidak nyaman di sekitar alat kelamin
  3. Nyeri di bagian panggul dan perut
  4. Rasa sakit saat ejakulasi
  5. Darah di air mani
  6. Sering mengalami infeksi saluran kemih

Prostatitis non-bakterial

Sesuai dengan namanya, prostatitis non-bakterial tidak disebabkan oleh bakteri. Namun, gejala yang ditunjukkan serupa dengan gejala prostatitis lainnya. Penyebab prostatitis ini tidak jelas. Karena ada yang berpendapat jika organisme seperti virus atau klamidia, mungkin menjadi faktor penyebabnya.

Gejala prostatitis non-bakterial adalah:

  1. Darah di air mani
  2. Darah di urin
  3. Rasa sakit di bagian panggul dan alat kelamin
  4. Rasa sakit saat buang air besar
  5. Rasa sakit saat ejakulasi
  6. Sakit saat buang air kecil

Prostatitis kronis

Prostatitis kronis merupakan radang kelenjar prostat yang berlangsung dalam waktu yang lama dan juga dikenal dengan istilah sindrom nyeri panggul kronis atau prostatodynia.

Prostatitis ini sering terjadi pada pria dan menunjukkan gejala yang sama seperti radang kelenjar prostat lainnya, tetapi tidak ditemukan adanya infeksi bakteri. Pada saat pemeriksaan prostatitis kronis juga ditunjukkan adanya gangguan pada sistem kekebalan tubuh.

Indikasi prostatitis kronis adalah:

  1. Rasa sakit di bagian perut tengah bagian bawah dan alat kemaluan
  2. Rasa sakit menyebar di area panggul
  3. Rasa sakit saat ejakulasi dan setelah ejakulasi
  4. Rasa sakit di bagian penis dan saluran kencing saat buang air kecil
  5. Sering buang air kecil (8 kali atau lebih dalam satu hari)

Pengobatan Prostatitis

Jika Anda merasakan gejala seperti yang tertera di atas, segera periksakan diri ke dokter. Karena gejala yang ditunjukkan hampir sama dengan infeksi saluran kemih, dokter akan melakukan tes medis pada rektal (anus) dan urin untuk mengetahui apakah kelenjar prostat Anda mengalami peradangan atau tidak. Selanjutnya akan dilakukan tes darah dan tes kandung kemih untuk memastikan diagnosis.

Setelah dokter mengetahui jenis prostatitis, Anda akan diberikan obat medis antibiotik yang sesuai dengan gejala yang Anda rasakan. Dalam pengobatan prostatitis ini, satu-satunya cara untuk memulihkan kondisi adalah dengan menemui dokter ahli urologi.

Dengan diagnosis yang akurat, maka dokter dapat membantu mengobati prostatitis. Jadi, tidaklah heran jika Anda harus melakukan serangkaian tes demi mendapatkan diagnosis yang tepat dan pengobatan yang sesuai.

Baca juga: 5 Tips untuk Meningkatkan Kualitas Sperma

Untuk mencegah prostatitis, jangan anggap remeh kesehatan Anda. Banyak mengonsumsi air putih dan buah dapat menjadi pencegahan yang dapat Anda lakuan. Jika Anda mulai merasakan gejala prostatitis ini, segera periksakan diri ke dokter. Jangan gengsi untuk datang ke dokter dan berkonsultasi.

An owl who likes coffee, movies and humanity.

%d bloggers like this: