Rencana Kehamilan Bisa Memperburuk Kehidupan Seks, Benarkah?

Apakah Anda saat ini sedang menjalani program hamil? Jika ya, berhati-hatilah, karena ini dapat merusak keindahan hubungan intim dengan pasangan.

Rencana Kehamilan Bisa Memperburuk Kehidupan Seks

SEBELUM memutuskan menjalani program hamil, kehidupan percintaan Anda dengan pasangan mungkin selalu menggairahkan dan mendebarkan karena dipenuhi dengan sensasi petualangan.

Namun, begitu Anda memperlakukan hubungan seks hanya sebagai cara cepat hamil, maka semua kesenangan itu bisa berubah. Kalau saat ini Anda sedang merasakan ada yang salah dengan kehidupan seksual dalam rumah tangga, maka Anda tak sendirian.

Ada begitu banyak pasangan di luar sana yang juga mengalami hal serupa. Lantas, bagaimana rencana kehamilan bisa sampai memperburuk kehidupan seks? Berikut beberapa alasannya.

Membuat Frustrasi

Saat remaja dulu, mungkin kita mulai tahu bahwa dengan melakukan hubungan intim dapat membuat hamil. Akibatnya kita percaya bahwa dengan sekali berhubungan saja, sudah bisa membuat hamil. Namun, ketika fakta di lapangan tidak terjadi sesuai harapan, maka kita jadi frustrasi karena merasa ‘gagal’ terus.

Baca juga: Merasa Hamil? Coba Jawab Dulu 9 Pertanyaan Ini

Melenyapkan Kesenangan Bahkan Gairah

Apakah Anda atau pasangan sering membisikkan, ”mari kita bikin bayi malam ini”? Awalnya, mungkin ajakan itu terasa sangat menggairahkan. Namun begitu usaha dari hari pertama ke hari berikutnya dan berikutnya lagi gagal, maka perkataan itu takkan lagi menggairahkan.

Ajakan untuk membuat bayi yang selama ini selalu gagal terwujud pada akhirnya melenyapkan kesenangan. Berhubungan seks kemudian dianggap sebagai kewajiban, usaha, sarana, atau cara cepat hamil saja, dan bukannya cara untuk memperdalam keintiman Anda dengan pasangan.

Membuat Malu

Seorang perempuan yang tak kunjung hamil juga setelah berhubungan seks dalam waktu lama bisa merasa gagal dan merasa tak layak dicintai oleh pasangannya. Sebaliknya, seorang pria yang gagal membuahi istrinya juga bisa merasakan ketidak-berhargaan yang sama.

Masing-masing mungkin akan menganggap dirinya tidak lagi menarik dan layak dicintai di mata pasangannya. Kalau perasaan-perasaan negatif tersebut dibiarkan, maka hal itu bisa merusak bukan hanya kehidupan seksual, namun juga keharmonisan rumah tangga.

Menimbulkan Stres atau Depresi

Bila salah satu atau kedua pasangan merasa gagal terus-menerus dalam upayanya untuk memiliki momongan, maka bisa menimbulkan stres bahkan depresi yang berujung pada menurunnya libido atau hasrat untuk berhubungan.

Pasangan bisa enggan berhubungan karena takut gagal lagi, atau takut mengecewakan pasangan lagi dan lagi.

Memicu Disfungsi Seksual

Penelitian menunjukkan bahwa wanita dan pria yang tidak subur biasanya juga mengalami disfungsi seksual, mulai dari rendahnya libido sampai masalah orgasme.

Tentu saja ini tak mengherankan, mengingat semua perasaan negatif yang disebutkan sebelumnya – malu, gelisah, depresi, stres, frustrasi, maupun rasa tertekan – bisa menjadi faktor psikis yang memicu terjadinya disfungsi seksual.

Baca juga: Ejakulasi Dini Bisa Diatasi dengan 6 Metode Psikologis Ini

 

Jika Anda sampai mengalami kondisi yang merusak keharmonisan semacam ini, maka segeralah mencari pertolongan dari pakarnya agar dampak buruknya tidak berlarut-larut.

Namun bila Anda berdua memang benar-benar menginginkan kehamilan dan sudah berkomitmen satu sama lain, seharusnya kondisi-kondisi tersebut di atas tidak akan sampai dapat memperburuk kehidupan seks dan bahkan keharmonisan rumah tangga.

Sow good seed for you don't know which sowing will succeed, this, or that, or if both will do well.