Reaksi Alergi Saat Berhubungan Intim? Ini Penyebabnya

Tips Sehat

Alergi setelah berhubungan intim memang jarang terjadi. Namun jika sampai terjadi, maka yang mengalaminya pasti ingin tahu apa sebenarnya penyebab gatal setelah berhubungan intim itu.

penyebab gatal setelah berhubungan intim

DAN oleh karena alergi setelah berhubungan intim merupakan masalah pribadi, maka hal ini dirasa cukup memalukan dan tabu untuk dibicarakan. Akibatnya, tak banyak yang kemudian berani mengonsultasikan kondisi tersebut kepada dokter.

Selain memalukan, penyebab gatal setelah berhubungan intim juga gampang-gampang susah untuk dideteksi. Pasalnya aktivitas seksual melibatkan banyak hal seperti nafas berat, meningkatnya frekuensi detak jantung, munculnya keringat, hingga sensasi geli pada kulit. Karenanya, jika kemudian muncul reaksi alergi ringan setelah berhubungan intim, maka itu seringkali dianggap hal biasa saja.

Padahal beberapa reaksi alergi seperti urtikaria (biduran), angioedema (pembengkakan disertai gatal), gejala asma, hingga anafilaksis tak bisa diabaikan begitu saja. Anafilaksis misalnya, jika terus dibiarkan dan tak segera diatasi, dapat mengantar seseorang pada kematian.

Bicara soal penyebab gatal setelah berhubungan intim, kebanyakan orang pasti menyalahkan kondom berbahan lateks sebagai pemicunya. Asumsi semacam ini tentu tak sepenuhnya salah, mengingat kondom lateks memang merupakan penyebab paling umum mengapa Miss V gatal usai berhubungan. Namun tentu saja kondom lateks bukanlah satu-satunya penyebab. Masih ada alasan lain misalnya alergi terhadap cairan mani yang dikeluarkan suami, faktor emosional, dan lain sebagainya.

Mengapa kondom lateks bisa memicu alergi?

Kondom lateks biasanya hanya memicu reaksi tertentu pada mereka yang pada dasarnya memang alergi terhadap bahan ini. Tak hanya wanita saja, namun pria juga bisa alergi ketika mengenakan kondom lateks. Beberapa gejala yang menunjukkan kalau seseorang alergi lateks adalah:

  • Gatal, rasa terbakar, atau muncul ruam di area yang terkena bahan lateks
  • Urtikaria
  • Angioedema
  • Gejala mirip asma
  • Anafilaksis

Umumnya, deretan gejala langsung muncul dalam hitungan detik atau menit setelah kulit terkena lateks. Guna memastikan apakah seseorang memang benar-benar alergi terhadap material ini atau tidak, maka ia disarankan melakukan tes kulit atau darah guna memastikan ada tidaknya antibodi (IgE) yang bertugas melindungi tubuh dari lateks.

Baca juga: Rasa Sakit pada Pria Saat Berhubungan Intim? Mungkin Ini Penyebabnya

Dan untuk perawatan atau pengobatannya, yang pertama tentunya adalah dengan menghindari kondom atau sex toys lain yang memuat bahan lateks. Dalam hal ini, pasangan bisa memilih kondom yang terbuat dari kulit kambing. Namun sayangnya, walau dapat mencegah kehamilan, namun kondom ini diduga belum mampu mencegah penularan penyakit seksual.

Alasan mengapa air mani bikin alergi

Protein, dan bukannya sperma, yang terkandung dalam air mani ternyata merupakan salah satu penyebab utama mengapa Miss V gatal. Kalau seorang perempuan memiliki alergi terhadap makanan atau obat tertentu, maka ia bisa mengalami reaksi alergi jka berhubungan intim dengan pasangan yang justru mengonsumsi makanan tersebut.

Sebab mau tidak mau, apa yang dimakan seorang pria sedikit banyak pasti menentukan kandungan dalam air maninya. Beberapa gejala yang menunjukkan kalau seorang perempuan alergi terhadap cairan mani pasangannya antara lain:

  • Vagina terasa gatal atau terbakar dalam waktu 30 menit saat berhubungan intim
  • Urtikaria
  • Angioedema
  • Asma
  • Anafilaksis

Untuk mendiagnosis secara pasti, maka perlu diadakan tes kulit istri bersama cairan mani sang suami. Biasanya guna mengatasi reaksi alergi tersebut, dokter akan menyarankan suami untuk menggunakan kondom agar kulit istri tak sampai terpapar air maninya.

Baca juga: Keluar Darah Setelah Berhubungan Intim? Ini Penjelasannya

“Lalu bagaimana kalau ingin hamil, kan jadinya tidak akan pernah hamil kalau terus pakai kondom?” Bila ini kasusnya, maka dokter mungkin akan menghilangkan reaksi alergi dengan meningkatkan konsentrasi air mani suami sehingga istri akhirnya menjadi kebal.

Dan untungnya kondisi kebal ini dapat terus dipertahankan kalau pasangan suami istri rutin melakukan hubungan intim yang melibatkan intercourse, paling tidak sekali seminggu.

Reaksi alergi lainnya

Selain beberapa reaksi alergi yang disebutkan sebelumnya, sebenarnya ada beberapa reaksi yang tidak disebabkan aktivitas seksual, namun bisa muncul ketika Anda sedang berhubungan intim. Kebanyakan penyebab reaksi alergi dalam hal ini adalah karena faktor emosi dan olahraga.

Gustatory rhinitis misalnya, merupakan salah satu bentuk radang selaput hidung yang gejalanya meliputi gangguan pernafasan, hidung berair, dan bersin. Semua reaksi ini jelas tak ada kaitannya dengan aktivitas seksual, namun umumnya dikarenakan rangsangan saraf parasimpatik atau melebarnya pembuluh darah di saluran nafas.

Untuk mengatasinya, penderita alergi jenis ini mungkin harus menggunakan Atrovent (nasal ipratropium bromide spray) 1 jam sebelum aktivitas seksual. Sementara reaksi lain yang terjadi karena faktor olahraga, hingga kini solusinya masih dalam penelitian para ahli.

Sow good seed for you don't know which sowing will succeed, this, or that, or if both will do well.