Preeklamsia

Diagnosis Preeklamsia

Untuk mendapatkan diagnosa preeklamsia, wanita hamil yang memiliki tekanan darah tinggi juga umumnya akan mengalami beberapa ciri berikut ini:

  • Protein di dalam urin
  • Jumlah platelet atau trombosit yang rendah
  • Gangguan fungsi hati
  • Gangguan lain pada ginjal selain kandungan protein di dalam urin
  • Sakit kepala yang tidak tertahankan
  • Gangguan visual

Sebelumnya, seorang wanita hamil dapat didiagnosis preeklamsia dari tekanan darah tinggi dan adanya kandungan protein di dalam urin. Namun dewasa ini, tidak semua wanita yang mengalami preeklamsia memiliki kandungan protein di dalam urinnya.

Tekanan darah lebih dari 140/90 mmHg dianggap normal bagi wanita hamil. Namun, wanita hamil yang terdeteksi tekanan darah tinggi tidak selalu mengalami preeklamsia. Akan tetapi, jika dokter mencurigai adanya preeklamsia, maka sejumlah tes bisa dilakukan untuk mendapatkan diagnosa preeklamsia yang pasti.

Adapun tes yang diperlukan untuk diagnosa preeklamsia antara lain adalah:

  • Tes darah. Tes ini dapat menentukan seberapa baik kondisi ginjal dan hati pasien. Di samping itu, melalui tes darah, dokter dapat mengetahui jumlah trombosit pasien, mengingat preeklamsia juga bisa dideteksi dari trombosit pasien.
  • Tes urin. Pengambilan sampel urin juga diperlukan untuk mengukur rasio protein dari kreatinin, bahan kimia yang terdapat dalam urin, untuk membuat diagnosis preeklamsia. Pengukuran kadar protein di dalam urin dilakukan dengan pengambilan sampel urin dari 24 jam sebelumnya.
  • USG janin. Tindakan ini dilakukan untuk memantau perkembangan janin di dalam kandungan. Gambar dari USG janin ini memungkinkan dokter untuk memperkirakan berat badan janin dan jumlah cairan ketuban di dalam rahim.
  • Tes nonstress atau profil biofisik. Tes non-stress adalah sebuah prosedur sederhana untuk memeriksa detak jantung bayi ketika si bayi yang berada dalam kandungan bereaksi. Profil biofisik menggabungkan USG dan tes non-stress untuk memberikan informasi lebih lanjut tentang pernapasan, nada, gerakan bayi, dan volume cairan ketuban di dalam rahim pasien.