Pre-Menstrual Syndrome, Apakah Anda Mengalaminya?

Menurut penelitian, 3 dari 4 perempuan selalu mengalami sindrom pra-haid. Anda mungkin termasuk salah satu  yang mengalami gejala PMS (pre-menstrual syndrome) ini.

gejala PMS

GUNA memastikan kalau Anda benar-benar mengalami sindrom pra-haid, maka Anda perlu mencatat gejala PMS yang dirasakan setiap hari, setidaknya selama 2-3 bulan berturut-turut.

Mengapa harus mencatatnya? Karena catatan ini bisa membantu dokter kandungan untuk melakukan diagnosa, apakah gejala yang Anda alami memang murni PMS ataukah ada faktor lain yang menyebabkannya. Yang perlu Anda ketahui adalah diagnosa PMS pada perempuan baru dinyatakan sah atau benar-benar positif kalau timbul gejala fisik maupun mental (bukan hanya salah satunya saja).

Tenang, Anda tak perlu membeli buku khusus untuk melakukannya. Anda bisa mencatatnya dalam buku, kertas, atau bahkan kalender yang memuat space kosong untuk menulis. Mari kita mulai.

Pada hari pertama Anda melihat ada bercak darah yang keluar saat menstruasi, maka catatlah itu sebagai hari ke-1. Setelah itu, catat segala gejala PMS pada perempuan yang Anda rasakan baik secara fisik maupun mental, termasuk perubahan sikap. Berikutnya, catat juga gejala lain yang timbul di hari lain, dan beri rating antara 1 (sangat ringan) sampai 10 (sangat berat hingga mengganggu rutinitas) untuk tiap gejala.

Biasanya, wanita yang gejala PMS-nya ringan takkan mengalami gejala apapun di hari pertamanya. Sedangkan mereka yang sering mengalami sindrom pra-haid, cenderung mengalami berbagai gejala PMS yang bisa tetap dirasakan hingga hari ke-3 atau 4.

Hal ini sebenarnya masih wajar selama gejala yang dirasakan tidak lebih dari 13 hari lamanya sejak hari ke-1. Di luar hari-hari tersebut, bisa jadi gejala PMS yang Anda rasakan disebabkan oleh gangguan kesehatan lainnya.

Baca juga: 7 Mitos Tentang Menstruasi

Lantas apa sajakah kriteria gejala PMS itu?

Dari semua kriteria yang dibuat oleh pakar kesehatan, kita bisa mengacu pada diagnosa PMS yang dibuat oleh Universitas California, San Diego. Kalau diagnosanya positif, maka seorang perempuan paling tidak akan mengalami minimal 1 gejala fisik dan 1 gejala mental selama 5 hari menjelang menstruasi. Dan gejala yang dimaksud adalah:

1. Gejala fisik dari PMS

  • Melunaknya payudara
  • Sakit kepala
  • Perut bengkak
  • Kaki tangan juga bengkak

2. Gejala mental dari PMS

  • Mudah lelah
  • Mudah marah atau moody
  • Sensitif atau gampang tersinggung
  • Bingung
  • Menarik diri dari lingkungan sekitar

Kalau diagnosa PMS-nya memang positif, maka beberapa gejala di atas juga pasti hilang pada hari ke-4 haid, dan tak muncul lagi hingga hari ke-14. Dan yang paling penting adalah deretan gejala di atas bukan Anda alami akibat efek samping obat, suntikan hormon, atau penggunaan alkohol/obat-obatan.

Di samping itu, performa seorang wanita di bidang sosial atau ekonomi juga pasti menurun di salah satu bidang berikut kalau ia memang menderita pre-menstrual syndrome:

  • Masalah dalam pernikahan atau hubungan dengan sekitar
  • Masalah dengan orang tua/anak
  • Menurunnya performa sekolah atau kerja (terlambat merupakan salah satunya)
  • Menurunnya minat untuk beraktivitas/sosialisasi
  • Masalah hukum
  • Memikirkan soal bunuh diri
  • Membutuhkan obat dari dokter untuk mengatasi gejala fisik PMS

Kriteria diagnosa untuk PMDD (Premenstrual Dysphoric Disorder)

Apa itu PMDD? PMDD merupakan bagian dari PMS yang mencakup beberapa gejala seperti depresi, gelisah, dan mudah tersinggung. Biasanya PMDD muncul seminggu sebelum menstruasi datang.

Diperkirakan 3-8% wanita pasti mengalami gangguan ini. Dan seorang wanita baru benar-benar dinyatakan positif mengalami PMDD bila ia merasakan sedikitnya 5 dari beberapa gejala berikut:

  • Merasa sedih, tak berpengharapan, dan ingin bunuh diri
  • Emosi campur aduk dari stres, tegang, gelisah, atau panik
  • Moody, termasuk keinginan untuk menangis
  • Terus-menerus merasa marah atau tersinggung, yang sering dilampiaskan pada orang sekitar
  • Kehilangan minat untuk melakukan aktivitas sosial dan hubungan dengan sesama
  • Sukar fokus atau konsentrasi
  • Mudah lelah
  • Nafsu makan naik drastis

Nah setelah membaca beberapa gejala di atas, kini saatnya menguji, apakah Anda kerap mengalami PMS dan PMDD saat haid ataukah tidak?

Sow good seed for you don't know which sowing will succeed, this, or that, or if both will do well.

%d bloggers like this: