Plasenta Previa

Gejala Plasenta Previa

Secara umum, plasenta previa sangat jarang dialami oleh wanita hamil. Akan tetapi, kondisi ini tetap harus diwaspadai, mengingat plasenta previa dapat mengancam keselamatan jiwa ibu dan janin di dalam kandungannya.

Gejala plasenta previa yang paling utama adalah pendarahan berat dari vagina yang tidak disertai dengan rasa sakit. Namun, ada pula wanita hamil yang mengalami ciri plasenta previa ini disertai dengan rasa kram dan nyeri yang hebat.

Berikut adalah gejala plasenta previa yang umum dialami oleh wanita hamil:

  • Pendarahan yang parah dari vagina
  • Rasa nyeri dan kram, tetapi tidak semua wanita hamil yang mengalami plasenta previa merasakan gejala ini
  • Pendarahan setelah melakukan hubungan seksual
  • Pendarahan selama paruh kedua kehamilan

Perlu Anda ketahui bahwa pendarahan yang merupakan ciri plasenta previa ini dapat berhenti dalam beberapa hari, tetapi bisa terjadi lagi setelah beberapa minggu kemudian.

Bahkan, beberapa wanita mengalami pendarahan yang disertai dengan kontraksi. Apabila wanita mengalami pendarahan dan kontraksi sebelum waktu kehamilan si bayi, maka bisa jadi bahwa wanita tersebut mengalami plasenta previa.

Jika seorang wanita hamil mengalami pendarahan selama trimester kedua atau ketiga, maka wanita tersebut harus segera mengunjungi dokter kandungannya. Pasalnya, gejala plasenta previa yang dibiarkan begitu saja dapat menyebabkan kelahiran prematur, plasenta terlepas dari rahim, hingga risiko kematian bagi ibu dan bayi dalam kandungannya.