Plasenta Previa

Diagnosis Plasenta Previa

Diagnosa plasenta previa tidak hanya diperoleh dari keluhan pasien mengenai gejala-gejala yang dialami. Untuk mengukuhkan diagnosis plasenta previa, dokter akan menyarankan pasien untuk melakukan sejumlah pemeriksaan. Melalui pemeriksaan ini, dokter akan mendapatkan diagnosis plasenta previa.

Berikut adalah beberapa periksaan yang harus dijalani pasien untuk memastikan diagnosa plasenta previa:

USG Transvaginal

Pemeriksaan ini dilakukan dengan memasukkan alat khusus ke dalam vagina untuk melihat saluran vagina dan leher rahim. Ini adalah metode yang banyak dipilih oleh dokter-dokter untuk mendapatkan diagnosis plasenta previa. Bahkan, USG transvaginal dinilai sebagai pemeriksaan yang paling akurat untuk memastikan diagnosa plasenta previa.

Trans-abdominal Ultrasound

Metode pemeriksaan ini memang menyerupai USG pada umumnya. Perut pasien akan diberikan gel pelumas selama transduser bergerak di sekitar perut untuk melihat kondisi organ panggul. Gelombang suara yang dihasilkan akan menampilkan gambar di layar TV yang sudah terhubung dengan alat USG tersebut.

MRI (Magnetic Resonance Imaging)

Scan yang memanfaatkan gelombang elektromagnetik ini juga akan memberi gambaran mengenai diagnosa plasenta dengan sangat akurat. Hanya saja, pemeriksaan MRI ini adalah yang paling mahal dibanding kedua jenis pemeriksaan lainnya.

Diagnosis plasenta previa ini sangat penting untuk menentukan jenis plasenta previa pada pasien. Pasalnya, empat jenis plasenta previa, yakni plasenta previa totalis, lateralis, marginalis, dan letak rendah. Jenis ini ditentukan dari posisi plasenta.