Peyronie (Penis Bengkok)

Pengobatan Peyronie (Penis Bengkok)

Apabila gejala Peyronie tetap ada, atau bahkan memburuk seiring berjalannya waktu, maka dokter akan merekomendasikan pengobatan penis bengkok melalui beberapa cara sepertiberikut ini.

Obat-obatan

Tujuan pengobatan penis bengkok dengan obat-obatan adalah untuk mengurangi pembentukan plak dan rasa sakit, sekaligus meminimalisir penis bengkok.

Hingga saat ini, baru 1 jenis obat saja yang disetujui pihak FDA (Food and Drug Administration) untuk menangani Peyronie, yakni Klostridium histolitikum (Xiaflex). Obat ini baru boleh diberikan pada pasien yang penisnya bengkok lebih dari 30° saat ereksi.

Pada prakteknya, perawatan menggunakan obat ini melibatkan serangkaian suntikan untuk menghancurkan timbunan kolagen yang menjadi penyebab penis bengkok. Pasien yang menerima pengobatan Xiaflex umumnya diminta melakukan ‘latihan penis’ selama 6 minggu.

Latihan pertama adalah untuk meregangkan penis saat tidak sedang ereksi, sebanyak 3 kali sehari selama 30 detik (masing-masing). Sementara latihan lainnya adalah dengan meluruskan penis ketika terjadi ereksi yang tak berhubungan dengan aktivitas seksual selama 30 detik, cukup dilakukan sekali sehari.

Beberapa jenis obat lain yang dapat digunakan untuk menangani Peyronie adalah pentoxifylline (Trental), verapamil (yang biasanya dipakai untuk mengobati tekanan darah tinggi), dan injeksi Interferon untuk memecah jaringan ikat fibrosa.

Operasi

Operasi merupakan langkah terakhir yang mungkin perlu ditempuh untuk mengobati Peyronie. Jalan ini umumnya dilakukan setelah diagnosa Peyronie ditegakkan dan tidak ada perbaikan dengan terapi obat-obatan, atau bila rasa sakit yang timbul saat ereksi sudah terlalu parah. Metode operasi bedah untuk Peyronie meliputi:

  • Memendekkan sisi penis yang tidak terinfeksi

Metode ini bisa meluruskan penis, namun pada beberapa kasus dapat menyebabkan gangguan ereksi.

  • Memotong sisi yang terkena plak

Sama dengan cara sebelumnya, metode ini juga berisiko besar memperburuk disfungsi ereksi yang sudah terjadi.

  • Implan/penanaman penis

Dokter bedah akan memasukkan implan penis untuk menggantikan jaringan yang terisi darah saat ereksi. Cara ini dilakukan kalau seorang pria mengalami Peyronie yang disertai disfungsi ereksi.