Pertimbangkan Risiko Ini Sebelum Memilih Alat Kontrasepsi

Beragam varian alat kontrasepsi pengendali kehamilan dapat membuat konsumen bingung saat harus memilih. Cara memilih kontrasepsi yang tepat untuk Anda adalah dengan mempertimbangkan kondisi kesehatan Anda dan faktor risiko tertentu. Jangan terburu-buru dalam memilih kontrasepsi, pertimbangkan beberapa hal ini terlebih dahulu sebelum menentukan pilihan.

cara memilih kontrasepsi yang tepat

ALAT kontrasepsi yang aman belum tentu memberikan kenyamanan bagi penggunanya. Sebaliknya, kontrasepsi yang nyaman juga belum tentu lebih aman dibanding jenis kontrasepsi lainnya. Oleh karena itu, kami akan membantu Anda memilih alat kontrasepsi terbaik dengan. Yuk, pertimbangkan hal-hal ini saat memilih alat kontrasepsi.

Efek samping

Ada beberapa alat kontrasepsi yang menimbulkan efek samping bagi penggunanya. Potensi efek samping ini bisa dialami oleh penggunanya, tetapi ada pula pengguna yang tidak merasakan efek samping tersebut. Secara umum, efek samping alat kontrasepsi tidak terlalu serius dan akan hilang dalam beberapa bulan setelah pemakaian.

Pil KB hormonal yang mengandung hormon estrogen umumnya akan menimbulkan efek samping berupa mual dan muntah. Bahkan, beberapa jenis metode pengendali kehamilan ini juga menyebabkan pendarahan menstruasi jadi tidak teratur.

Cara memilih kontrasepsi yang tepat adalah dengan mempertimbangkan potensi efek samping yang ditimbulkan oleh masing-masing alat kontrasepsi tersebut. Konsultasikan kepada dokter atau bidan Anda untuk menentukan alat kontrasepsi yang paling sesuai bagi kondisi tubuh Anda.

Alergi

Sebuah alat kontrasepsi yang aman tidak menjamin bahwa Anda bebas dari risiko alergi ketika menggunakannya. Sebagian orang akan alergi ketika harus menggunakan alat kontrasepsi pria maupun wanita yang terbuat dari silikon atau poliuretan.

Tak hanya itu saja, beberapa orang juga alergi terhadap bahan kimia spermisida yang umumnya terdapat pada sebagian alat kontrasepsi pria, kondom. Bahan kimia ini berguna untuk membunuh sperma sebelum mencapai sel telur.

Baca juga: Reaksi Alergi Saat Berhubungan Intim? Ini Penyebabnya

Riwayat kesehatan

Cara memilih kontrasepsi yang tepat juga harus dipertimbangkan berdasarkan riwayat kesehatan Anda. Pasalnya, berbagai faktor kesehatan dapat mengurangi keefektifan alat kontrasepsi tertentu. Berikut adalah kondisi kesehatan yang bisa jadi bahan pertimbangan dalam memilih alat kontrasepsi:

  • Wanita yang merokok sebaiknya tidak menggunakan pil KB yang mengandung hormon
  • Kondisi kesehatan tertentu, seperti migrain, diabetes, penyakit jantung, dan riwayat stroke harus cermat dalam memilih kontrasepsi. Pasalnya, kondisi kesehatan tersebut dapat membuat alat kontrasepsi jadi kurang efektif

Wanita pasca melahirkan dan menyusui juga tidak bisa menggunakan sembarang alat kontrasepsi. Pil progestin adalah alat kontrasepsi yang aman bagi wanita yang baru saja melahirkan dan menyusui.

Penyakit menular seksual

Sayangnya tidak semua alat kontrasepsi dapat mencegah penyakit menular seksual. Pil KB atau spiral adalah jenis kontrasepsi yang tidak bisa mencegah penularan penyakit seksual. Jadi, Anda harus benar-benar mempertimbangkan hal ini saat memilih alat kontrasepsi yang aman.

Salah satu jenis alat kontrasepsi yang paling aman dan efektif dalam mengendalikan kehamilan adalah alat kontrasepsi pria, yaitu kondom. Kondom pria terbukti efektif dalam mencegah klamidia, gonore, trikomoniasis, sifilis, HIV, dll.

Baca juga: 10 Mitos Tentang Kondom yang Perlu Anda Tahu

A day dreamer and a night thinker.

%d bloggers like this: