Persiapkan Diri Sebelum Pemasangan IUD (Spiral)

Apakah cara pemasangan KB IUD akan terasa sakit? Dan mengapa kita hanya boleh pasang IUD saat tidak haid saja? Baca terus kalau Anda penasaran dengan jawabannya.

cara pasang kb spiral

IUD (Spiral) merupakan salah satu jenis kontrasepsi berupa alat kecil berbentuk T yang teksturnya cukup fleksibel sehingga dapat dimasukkan ke dalam rahim. Alat kontrasepsi jenis ini ada bermacam-macam dan beda tipenya, lain pula jangka waktu keefektivitasannya.

Spiral Mirena misalnya, akan melepaskan sedikit demi sedikit progestin levonorgestrel usai dipasang dalam rahim dan tetap efektif hingga 5 tahun lamanya.

Untuk Skyla, memiliki cara kerja yang sama dengan Mirena namun alat tersebut hanya bisa dipakai selama 3 tahun saja. Kalau Anda ingin pemasangan spiral berlangsung lebih lama dari itu, 10 tahun misalnya, maka Anda dapat memilih tipe ParaGard yang tidak mengandung hormon.

Walau fleksibel dan kecil, namun wanita yang belum pernah melahirkan dan remaja perempuan tidak boleh memakai alat ini. Wanita yang memutuskan untuk menggunakan spiral juga mesti memahami kalau alat ini tidak hanya akan menghalangi pembuahan, namun juga bisa memicu resiko radang panggul.

Akan tetapi, kalau Anda tetap memutuskan mau menggunakan IUD, maka inilah beberapa cara pemasangan KB IUD yang perlu Anda ketahui:

1. Persiapan sebelum dipasang

Biasanya dokter akan meminta Anda untuk minum obat anti inflamasi non-steroid seperti ibuprofen misalnya, dalam dosis yang cukup tinggi (antara 600-800 mg), 1 jam sebelum IUD dipasang. Tujuannya adalah untuk meminimalisir timbulnya kram atau ketidaknyamanan saat proses pemasangan berlangsung. Anda juga perlu menyiapkan pembalut karena pemasangan IUD dapat menimbulkan pendarahan. Oleh karena itu, perempuan disarankan pasang IUD saat tidak haid.

Dokter mungkin juga akan melakukan tes kehamilan sebelum memasang IUD dan menjelaskan prosedur yang akan dilakukannya agar Anda lebih mengerti. Usai memberikan penjelasan, dokter akan mengawali proses pemasangan dengan memeriksa organ keintiman lebih dulu.

Dokter akan memasukkan 2 jarinya ke dalam vagina, dan menggunakan tangan lain untuk menekan perut supaya bisa merasakan keberadaan rahim. Langkah ini perlu dilakukan untuk mencari tahu posisi, konsistensi, ukuran, tekstur, serta pergerakan rahim.

2. Saat pemasangan

Kalau tidak ada infeksi dalam rahim, maka dokter akan melanjutkan dengan membuka vagina menggunakan sebuah alat bernama spekulum. Pada tahap ini, penting sekali untuk menjaga area sekitar tetap steril guna mencegah terjadinya infeksi.

Oleh karenanya, dokter akan membersihkan area vagina dengan cairan antiseptik. Beberapa dokter bahkan mengaplikasikan anestesi untuk mengurangi sensasi tidak nyaman saat pemasangan.

Setelah itu, dokter akan menggunakan sebuah alat lagi bernama tenakulum untuk menstabilkan pinggul. Dokter kemudian memasukkan sebuah alat khusus yang steril untuk mengukur panjang dan arah leher rahim.

Prosedur ini dapat meminimalisir risiko lubangnya rahim yang biasanya terjadi karena spiral ditanam terlalu dalam atau pada sudut yang salah. Usai alat itu ditarik ke luar, dokter akhirnya memasukkan IUD-nya. Intrauterine (IUD) ini dilengkapi semacam benang yang terhubung dari serviks ke vagina.

Dokter lalu akan memotong ujung benang tersebut, namun Anda masih bisa meraba keberadaannya di luar vagina menggunakan jari. Benang ini dimaksudkan agar Anda bisa selalu memeriksa, apakah spiral masih tetap pada tempatnya atau tidak, dan ada baiknya Anda melakukannya secara rutin. Meski tidak nyaman, namun prosedur pemasangan biasanya hanya berlangsung beberapa menit saja.

Baca juga: Pil KB Bisa Atasi Haid Tidak Teratur

3. Setelah pemasangan

Begitu spiral sudah dimasukkan, maka semua alat termasuk spekulum dan tenakulum tadi dilepas dari vagina.

4. Efek KB Spiral

Tak sedikit wanita merasakan kram dan sensasi dicubit setelah pemasangan selesai. Ada juga yang merasa pusing karena terlalu sering menahan nafas (tegang) saat proses pemasangan.

Beberapa wanita bahkan merasakan efek samping lain seperti sakit, berkeringat, muntah, atau bahkan pingsan. Biasanya yang mengalami dampak tersebut adalah mereka yang belum pernah melahirkan. Wanita yang melahirkan sedikit anak maupun yang sudah lama tidak melahirkan juga bisa mengalaminya.

Begitu tiba di rumah, Anda mungkin juga akan mendapati bercak darah selama beberapa hari setelah pemasangan spiral. Reaksi ini adalah normal jadi tak perlu dikhawatirkan, kecuali kalau jumlah darahnya banyak dan muncul terus-menerus.

Anda juga perlu tahu kalau volume darah yang keluar saat haid berikutnya akan lebih banyak dan mungkin datang lebih cepat dari biasanya. Anda bisa juga membuat janji temu dengan dokter untuk memeriksakan posisi IUD 4-6 minggu setelahnya.

5. Catatan penting lainnya

Apakah Anda boleh langsung berhubungan seksual setelah pemasangan? Untuk ini, Anda perlu bertanya pada dokter, karena tak semua spiral langsung bisa langsung mencegah kehamilan setelah dipasang. Untuk lebih amannya, Anda bisa menambahkan pengaman lain seperti kondom misalnya.

Sow good seed for you don't know which sowing will succeed, this, or that, or if both will do well.