Penyebab Flek Saat Awal Kehamilan

Tips Sehat

Flek saat awal kehamilan merupakan pendarahan ringan pada vagina yang terjadi selama kehamilan. Sebanyak 30 persen wanita hamil tentu pernah mendapatkan flek tanda kehamilan ini pada waktu-waktu tertentu. Flek tersebut berupa bercak atau pendarahan berwarna cokelat muda dan dapat terjadi selama kehamilan berlangsung. Tak dapat dipungkiri bahwa flek saat hamil muda bisa membuat sebagian besar wanita merasa panik. Namun, Anda harus mencoba tenang dan mencari tahu terlebih dahulu apakah flek yang Anda alami tersebut wajar.

flek saat kehamilan

BANYAK orang yang menyangka bahwa flek tanda kehamilan merupakan sebuah tanda bahwa wanita hamil mengalami keguguran. Padahal, ada sejumlah faktor yang dapat menjadi penyebab timbulnya bercak darah pada saat awal-awal kehamilan.

Setelah berhubungan intim

Bercak darah yang timbul setelah berhubungan seks biasa dialami oleh wanita berusia 20-40 tahun atau wanita yang sudah memiliki lebih dari satu anak. Apabila Anda mengalami flek ringan saat hamil setelah melakukan hubungan seks, Anda tidak perlu panik karena hal tersebut cukup wajar.

Baca juga: Keluar Darah Setelah Berhubungan Intim? Ini Penjelasannya

Permasalahan pada serviks

Selain itu, flek saat hamil muda juga dapat disebabkan karena permasalahan di area serviks. Misalnya, cervicitis atau infeksi dan pembengkakan serviks dapat menimbulkan bercak darah pada vagina. Penyebab cervicitis pada wanita adalah klamidia, sebuah infeksi penyakit menular seksual yang membutuhkan pengobatan dengan antibiotik.

Plasenta previa

Plasenta previa adalah permasalahan yang hanya dialami oleh para wanita hamil. Kondisi ini terjadi pada saat plasenta menutupi pembukaan serviks. Penderita plasenta dianjurkan untuk lebih banyak beristirahat dan tidak melakukan hubungan seks atau aktivitas lainnya yang melibatkan panggul.

Baca juga: 5 Gejala Aneh yang Bisa Terjadi Saat Hamil

Kehamilan ektopik

Kehamilan ektopik adalah kehamilan yang berkembang di luar rahim, yang umumnya terjadi di tuba falopi. Kondisi ini berbahaya bagi ibu maupun janin. Pasalnya, tuba falopi dapat pecah apabila kehamilan semakin berkembang.

Penyebab dari kehamilan ektopik antara lain adalah penggunaan kontrasepsi IUD spiral, infeksi penyakit menular seksual, infeksi radang panggul, masalah kesuburan, dan riwayat kehamilan ektopik sebelumnya. Kondisi ini menimbulkan flek pada vagina dan harus segera mendapatkan penanganan yang tepat.

Tidak perlu panik apabila Anda menemukan flek saat awal kehamilan. Cermati terlebih dahulu volume flek atau pendarahan yang Anda alami. Jika keesokan harinya bercak tersebut menghilang, maka Anda tak perlu khawatir. Akan tetapi, jika bercak bertambah banyak setiap hari, bahkan menyerupai pendarahan menstruasi, maka Anda harus segera berkonsultasi ke dokter.

A day dreamer and a night thinker.