Penis Bengkok, Apa Penyebabnya?

Penyakit peyronie adalah suatu kondisi di mana penis pria membengkok atau membungkuk. Penyebab penis bengkok adalah pengerasan pada jaringan yang dikenal dengan nama “plak” dan jaringan parut di penis yang menyebabkan distorsi. Kebengkokan yang terjadi pada penis ini tentu saja mempengaruhi kesehatan seksual dan akan terasa menyakitkan.

PEYRONIE dialami oleh satu persen dari populasi pria yang ada di dunia. Kondisi ini biasanya dialami oleh pria berusia 45-60 tahun, tetapi tidak menutup kemungkinan terjadi juga pada pria muda atau lanjut usia. Sebagian pria penderita peyronie tidak berusaha mencari tahu penyebab penis bengkok dan tidak berusaha mencari pengobatan karena merasa kondisinya belum terlalu parah.

Tanda dan gejala penyakit peyronie

Gejala peyronie bisa datang lebih cepat atau justru lebih lambat, tergantung tingkat keparahannya. Adapun gejala peyronie yang biasa dialami oleh penderitanya adalah rasa nyeri yang meningkat seiring penis mengalami distorsi. Kebengkokan pada penis ini bisa terjadi ke atas maupun bawah.

Tak hanya itu saja, tanda-tanda seorang pria mengalami peyronie juga dapat dilihat dari pengerasan jaringan yang biasa disebut sebagai tunika albugenia, selubung yang mengelilingi jaringan ereksi. Kondisi seperti ini dapat menyebabkan gangguan kesehatan seksual, seperti impotensi atau ereksi yang tidak sempurna.

Penyebab penyakit peyronie

Penyebab penis bengkok tidak diketahui secara pasti. Akan tetapi, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko peyronie pada pria, antara lain adalah:

  • Kelainan bawaan
    Diperkirakan ada komponen genetik pada pria yang mengalami kebengkokan penis karena faktor bawaan. Dengan kata lain, penyakit ini lebih sering dialami oleh pria yang memiliki anggota keluaraga dengan riwayat peyronie.
  • Cedera
    Selain faktor keturunan, penyebab penis bengkok yang paling utama adalah trauma atau luka yang terjadi di sekitar penis. Cedera ini juga bisa terjadi saat pria melakukan hubungan seks dengan terlalu keras atau kasar. Pasalnya, penekukan penis yang terlalu kuat dapat menyebabkan jaringat parut robek. Selain itu, cedera dapat disebabkan karena prosedur medis, seperti katerisasi, di mana tabung kateter dimasukkan ke dalam penis untuk bisa sampai ke dalam kandung kemih.
  • Kekurangan vitamin E
    Meskipun nampak seperti tidak ada hubungannya, tetapi peyronie biasa dialami oleh pria yang kekurangan asupan Vitamin E.
  • Diabetes
    Diabetes adalah penyakit yang dapat menimbulkan komplikasi. Salah satu komplikasi dari diabetes adalah kerusakan pembuluh darah di bagian penis. Kondisi ini tentu saja dapat mengganggu kesehatan seksual pasien dan meningkatkan risiko peyronie.
  • Infeksi
    Infeksi yang dapat menyebakan penis menjadi bengkok adalah peradangan pada vaskulitis berat. Peradangan ini dapat merusakan pembuluh darah yang berada di sekitar penis, sehingga dapat menyebakan penis bengkok.

Pengobatan untuk penyakit peyronie

Sayangnya, sampai saat ini belum ditemukan pengobatan khusus untuk peyronie. Sebagian besar pasien yang mengalami peyronie dengan tingkat keparahan yang rendah tidak merasa sakit saat berhubungan seks.

Apabila penyakit ini sudah sangat mengganggu, maka Anda dapat memeriksakan diri ke dokter. Dokter akan meresepkan obat yang dapat mengurangi rasa sakit dan mengurangi jaringan “plak” yang menyebabkan kelengkungan.

Tak hanya itu saja, penis yang bengkok juga bisa diatasi dengan prosedur operasi. Prosedur pembedahan akan dilakukan ketika penis pasien tidak terus menerus melengkung.

Operasi ini melibatkan tindakan penjahitan sisi penis untuk meluruskan bentuknya. Selain itu, pasien dengan gangguan kesehatan seksual ini juga dapat melakukan implan penis, eksisi, dan okulasi jaringan.

A day dreamer and a night thinker.

%d bloggers like this: