Oligomenorrhoea

Pengertian Oligomenorrhoea

Pengertian oligomenorrhoea secara umum adalah frekuensi menstruasi yang tidak teratur. Definisi dari oligomenorrhoea secara khusus adalah suatu kondisi kelainan frekuensi menstruasi dimana seorang wanita mempunyai siklus menstruasi yang tidak sesuai dengan frekuensi menstruasi normal pada umumnya.

Wanita yang mengalami lebih dari 35 hari tanpa menstruasi dan/atau hanya melalui masa menstruasi sebanyak 4 sampai 9 kali dalam satu tahun bisa jadi mempunyai gangguan menstruasi oligomenorrhoea.

Kondisi ini sendiri bukanlah masalah yang serius, tetapi oligomenorrhoea bisa menunjukkan adanya gangguan organ reproduksi atau penyakit lainnya yang lebih serius.

Gangguan menstruasi oligomenorrhoea mengacu kepada gangguan frekuensi dari siklus menstruasi, sehingga gejala lain yang timbul biasanya merupakan gambaran kondisi dari penyakit sistemik yang menyebabkan gangguan tersebut.

Kenali tanda-tanda Oligomenorrhoea seperti di bawah ini:

  • Tidak mengalami menstruasi selama lebih dari 35 hari dan/atau hanya mengalami 4 sampai 9 siklus menstruasi dalam setahun dan tidak sedang mengkonsumsi pil KB atau dalam program keluarga berencana lainnya.
  • Haid yang tidak teratur dengan jumlah yang tidak tentu atau siklus menstruasi tiba-tiba berubah.
  • Pada beberapa wanita dengan oligomenorrhoea mungkin mengalami kesulitan terjadinya kehamilan

Pada umumnya, wanita yang melewati satu bulan tanpa menstruasi dan mengeluarkan banyak darah pada menstruasi berikutnya masih bisa dikatakan normal, kecuali apabila hal ini menjadi rutin dan berulang. Jika seorang wanita telah melewati siklus menstruasi selama 90 hari atau tiga bulan berturut-turut, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter spesialis kandungan.

Apabila didapatkan seorang gadis berusia 15 tahun atau lebih dan belum pernah mengalami menarche (menstruasi pertama kali), sebaiknya melakukan konsultasi untuk melihat adanya kemungkinan memiliki masalah gangguan menstruasi yang lebih serius.

Walaupun pengertian oligomenorrhoea adalah menstruasi yang tidak teratur dan seringkali penyebab utama adalah masalah gangguan hormon, namun gangguan menstruasi ini dapat juga disebabkan oleh berbagai macam faktor di luar hormonal dan genital. Seringkali pengidapnya tidak menyadari apa yang menjadi penyebab dari oligomenorrhoea.

Kasus Oligomenorrhoea yang paling sering terjadi adalah dikarenakan efek samping program KB, terutama KB dalam bentuk pil atau suntik. Beberapa wanita yang melakukan program KB bisa mengalami volume menstruasi yang semakin tidak teratur sampai sedikit selama 3 sampai 6 bulan, sampai akhirnya siklus menstruasi mengalami gangguan frekuensi hingga berhenti sama sekali.

Tidak hanya karena efek samping program KB, oligomenorrhoea juga bisa dialami wanita muda yang sebagian besar waktunya dihabiskan dengan melakukan olahraga berat dengan kapasitas latihan yang melebihi batas.

Gangguan makan seperti anoreksia dan bulimia juga dapat menyebabkan gangguan siklus menstruasi. Selain itu, beberapa penyakit lain, seperti diabetes dan tiroid juga meningkatkan resiko oligomenorrhoea.

Gangguan menstruasi oligomenorrhoeae yang disebabkan oleh beberapa faktor di atas disebabkan oleh ketidakseimbangan hormonal pada penderita, seperti penggunaan KB yang tidak sesuai atau penderita yang tidak cocok dengan jenis KB tertentu, wanta yang melakukan olahraga dengan kapasitas latihan yang berlebihan, dan beberapa penyakit sistemik yang dapat menyebabkan gangguan hormonal.

Remaja yang baru memasuki masa pubertas masih dianggap normal jika menstruasi yang dialaminya belum teratur karena level hormonnya yang juga masih fluktuatif.

Untuk mendapatkan diagnosa pasti apakah Anda mengidap oligomenorrhoea, dokter akan melakukan serangkaian tes dan pemeriksaan seperti riwayat siklus menstruasi, tes darah, USG, dan pemeriksaan fisik secara umum untuk mendapatkan kemungkinan penyebab sistemik dari oligomenorrhoea. Sebagian besar masalah gangguan menstruasi itu sendiri bukanlah masalah serius namun bisa menjadi salah satu indikasi masalah lain seperti akibat dari gangguan makan, efek samping program KB, atau efek samping konsumsi obat antipsikotik atau anti epilepsi.

Jika kondisi oligomenorrhoea yang dialami tidak disertai tanda-tanda lain seperti sakit kepala, gangguan penglihatan, kerontokan rambut, nyeri panggul, keluarnya air susu dari puting, dan belum melewati siklus selama 90 hari maka kemungkinan penyebab yang lebih serius dapat disingkirkan dan dipikirkan untuk melakukan perawatan yang lebih sederhana.

Jika gangguan menstruasi ini disebabkan oleh pil KB yang Anda konsumsi, Anda bisa meminta bidan atau dokter untuk mengganti pil KB atau mencoba program KB lain yang dirasa lebih cocok untuk Anda.

Jangan lupa untuk memastikan nutrisi dalam tubuh tercukupi dan biasakan untuk minum air putih secara teratur.