Mungkinkah Hamil Meski Menstruasi Tidak Teratur?

Benarkah wanita yang memiliki siklus menstruasi tidak teratur bisa hamil? Dan bagaimana bila ia belum pernah haid sama sekali? Apakah ia juga bisa tetap punya keturunan? Simak jawaban dari  beberapa pertanyaan tersebut lewat artikel berikut ini.

menstruasi tidak teratur bisa hamil

 

TENTU saja, wanita yang punya siklus menstruasi tidak teratur bisa hamil. Namun kalau justru belum pernah haid sama sekali, maka ada baiknya untuk segera memeriksakan diri ke dokter. Hal ini dikarenakan penyebab tidak haid bisa jadi bukan  karena faktor biasa saja, tapi juga bisa akibat kondisi lain yang lebih serius.

Namun sebelum itu, mari kita cari tahu apa hubungan haid dengan hamil?

Sebenarnya haid merupakan pertanda paling nyata untuk menunjukkan, apakah sistem reproduksi masih berfungsi normal atau tidak. Walau sistem reproduksi wanita itu rumit, namun secara garis besar inilah yang terjadi setiap bulan saat datang bulan.

Pada awal siklus bulanan, jenis hormon tertentu akan merangsang indung telur untuk mengembangkan sel telur. Sel telur ini mengandung sebuah folikel (seperti gelembung kecil) di dalamnya, dan di dalam folikel tersebut terdapat cairan, nutrisi, serta sel telur yang belum matang.

Hormon kemudian menstimulasi folikel dan telur di dalamnya agar semakin berkembang, biasanya proses ini membutuhkan waktu 12-14 hari. Pada akhirnya, setelah sel telur di dalamnya matang, folikel akan terbuka dan sel telurpun dilepaskan dari indung telur. Proses inilah yang biasanya disebut dengan istilah ovulasi.

Masa hidup sel telur itu sendiri biasanya antara 12-24 jam (lain halnya dengan sperma yang malah bisa bertahan hingga 5 hari setelah masuk dalam sistem reproduksi wanita). Oleh karena umur sel telur sangat pendek, maka pasangan yang ingin segera punya momongan harus berhubungan intim di masa ovulasi ini.

Selain pada hari H atau sehari setelahnya, mereka biasanya disarankan aktif berhubungan intim selama 5 hari selama ovulasi. Dengan demikian, peluang sperma untuk bertemu dan membuahi sel telur jadi lebih besar.

Setelah ovulasi terjadi, hormon progesteron akan menenun lapisan di dinding rahim sebagai tempat menempelnya embrio. Dunia medis biasa menyebut lapisan ini sebagai endometrium. Hingga 5-10 hari ke depan, endometrium akan terus dibangun dan dipertebal supaya embrio bisa nyaman saat menempel di sana.

Nah kalau pembuahan berhasil terjadi, maka embrio akan menanamkan dirinya di endometrium, biasanya sekitar 7-10 hari setelah ovulasi. Kondisi ini akan memicu hormon lainnya untuk menyiapkan tubuh menyambut kehamilan.

Tapi kalau tidak ada pembuahan yang terjadi, maka kadar progesteron akan menurun drastis sehingga endometrium akan luruh dan keluar dari tubuh sebagai darah haid. Begitu dinding lapisan rahim ini dikeluarkan, maka tubuh mulai merangsang hormon untuk ovulasi berikutnya. Dan demikianlah siklus ini akan terus terulang setiap bulannya.

Dari sini kita belajar kalau, ovulasi itu diperlukan agar bisa hamil. Nah kalau siklus haidnya teratur, maka ovulasinya juga demikian.

Baca juga: Cara Mengetahui Tanggal Ovulasi Anda

Mungkinkah tetap ovulasi meski tidak haid?

Kalau haid tidak lancar, maka kemungkinan besar yang terjadi adalah ovulasi juga tidak teratur. Ada berbagai alasan mengapa ini bisa terjadi. Namun yang pasti karena haid merupakan tanda berakhirnya 1 siklus, maka kalau ovulasi terjadi dan pembuahan (kehamilan) tidak terjadi, Anda pasti akan menstruasi.

Tapi bagaimana kalau siklus haid tidak teratur? Bukankah ini membuat kita kesulitan mengetahui kapan waktunya ovulasi? Anda malah mungkin baru akan tahu kalau sudah mengalami ovulasi saat tiba-tiba (1) haid atau (2) hamil.

Faktanya, mereka yang siklus datang bulannya tidak teratur seringkali tidak menyangka kalau dirinya ternyata sudah hamil. Ya, paling tidak mereka baru menyadarinya setelah haid yang dinantikan tak kunjung datang. Dengan demikian, jelas sudah kalau wanita dengan menstruasi tidak teratur bisa hamil.

Alasan mengapa haid tidak teratur/berhenti

Dunia medis menyebut berhentinya atau tidak teraturnya siklus bulanan dengan istilah amenorrhoea. Sekarang apa yang menyebabkan amenorrhoea terjadi? Berikut beberapa alasannya:

1. Hamil

Ya tentu saja ini masuk akal. Anda tidak mungkin haid dan hamil secara bersamaan. Jadi kalau haid telat atau malah tidak datang sama sekali, maka besar kemungkinan hamil adalah penyebabnya.

Tapi bagaimana kalau hasil test pack negatif? Apakah Anda masih mungkin hamil? Ya. Walau jarang terjadi, tapi hasil test pack bisa saja negatif padahal Anda benar-benar hamil. Untuk memastikannya ulang, periksalah ke dokter. Dan sementara waktu, bersikaplah seolah-olah Anda benar-benar hamil. Jalani hidup sehat dan berhentilah minum alkohol.

Baca juga: Test Pack Negatif? Mungkin Ini Alasannya

2. Sedang menyusui

Memberikan ASI eksklusif pada bayi bisa mencegah haid datang. Dan soal berapa lama hal ini bisa terjadi, itu tergantung dari seberapa sering Anda menyusui dan bagaimana keadaan biologis tubuh.

3. Efek samping alat kontrasepsi

Beberapa jenis alat kontrasepsi memang bisa menghentikan haid. Dokter seharusnya sudah menginformasikan hal ini sebelumnya pada Anda. Lantas, berapa lama waktu yang dibutuhkan agar haid kembali normal setelah Anda berhenti menggunakan alat kontrasepsi? Lagi-lagi jawabnya tergantung dari kondisi tubuh dan jenis kontrasepsi yang dipilih.

4. Efek samping obat yang diminum

Pil KB bukanlah satu-satunya obat yang dapat menghentikan siklus haid Anda. Jenis obat lain misalnya untuk kemoterapi, alergi, tekanan darah, hingga yang berhubungan dengan masalah kejiwaan juga bisa berdampak serupa.

5. Anda terlalu gemuk

Obesitas merupakan salah satu faktor utama yang membuat seseorang infertil (tidak subur). Tak hanya cenderung mengalami menstruasi tidak teratur, wanita gemuk bahkan ada juga yang sampai berhenti haid sama sekali. Solusi untuk penyebab ini tentunya adalah dengan diet sehat agar berat badan kembali ideal.

6. Terlalu kurus

Bukan hanya obesitas saja yang bisa bikin haid tidak lancar, namun juga underweight atau memiliki Indeks Massa Tubuh (IMT) di bawah angka ideal. Kurangnya lemak juga bisa membuat siklus reproduksi mandeg.

7. Anda seorang atlet

Seorang atlet tak hanya dituntut untuk tampil maksimal, namun ia juga harus mempertahankan berat badannya. Namun sebenarnya, bukan berapa bobot tubuh yang memengaruhi siklus datang bulan, melainkan jumlah lemak dalam tubuh. Karena tubuh atlet memliki otot lebih banyak ketimbang lemak, maka ini bisa membuat siklus haid tidak teratur atau bahkan berhenti sama sekali. Latihan berlebihan juga bisa menimbulkan dampak serupa.

8. Stres tinggi

Stres bisa membuat Anda libur haid 1-2 bulan. Namun, biasanya faktor stres tunggal tidak cukup kuat untuk menghentikan siklus bulanan.

9. PCOS

Sindrom ovarium polikistik (PCOS) juga adalah salah satu penyebab paling umum mengapa wanita tak bisa punya anak. Salah satu gejala utama sindrom ini adalah mens tidak teratur atau berhenti.

10. POI

POI merupakan kondisi ketika indung telur tidak berfungsi dengan semestinya. Beberapa penderitanya bisa tidak haid selama beberapa bulan hingga bertahun-tahun. Oleh karenanya, POI ini sering juga disebut dengan istilah menopause dini. Bila kondisi ini terus terjadi bahkan setelah menopause, maka itu artinya si perempuan takkan pernah haid lagi.

11. Ketidakseimbangan hormon

Selain PCOS dan POI tadi, beberapa penyebab lain haid tidak teratur adalah ketidakseimbangan hormon, endometriosis, diabetes, dan hiperprolaktinemia (kadar prolaktin dalam darah terlalu banyak).

12. Masalah struktural rahim

Cacat atau bekas luka pada rahim juga bisa menghentikan haid. Ini mungkin terjadi setelah seorang wanita menjalani operasi atau kuret.

13. Menjelang menopause

Ya, entah menopause dini ataupun yang memang sudah waktunya, kondisi ini bisa membuat haid berhenti.

Bagaimana kalau ingin hamil tapi tidak haid?

Dokter biasanya akan merekomendasikan Anda untuk tetap berusaha selama 1 tahun (atau 6 bulan kalau usia di atas 35 tahun) sebelum melakukan evaluasi kesuburan. Namun saran ini tak berlaku kalau Anda memang memiliki gejala atau gangguan infertilitas.

Hal lain yang perlu Anda ketahui adalah, kalau haid berhenti, maka Anda mungkin sedang bermasalah dengan kesuburan. Jadi, pastikan Anda dan pasangan sama-sama periksa ke dokter sebab ada banyak alasan mengapa Anda tak kunjung hamil. Gangguan kesuburan dari pihak suami juga sering jadi penyebabnya.

Dan tergantung dari penyebab mengapa Anda tidak haid dan juga infertil, maka ada berbagai metode perawatan yang bisa dilakukan, seperti dengan mengubah gaya hidup, menjaga berat badan tetap ideal, mengganti obat, hingga menjalani perawatan kesuburan.

Bisakah berhenti haid dipakai sebagai ‘alat kontrasepsi’ pencegah kehamilan?

Dan meski Anda tidak ingin punya anak sekalipun, jangan anggap berhentinya haid sebagai jaminan kalau Anda tak mungkin hamil meski berhubungan intim tanpa alat kontrasepsi. Hal ini tetap berlaku meski jika sebelumnya dokter mengatakan Anda infertil. Sebab, siapa yang tahu pasti apa yang sedang terjadi dalam tubuh Anda? Bagaimana kalau Anda kebobolan? Jadi, tetaplah gunakan alat kontrasepsi lain kalau memang tidak ingin hamil.

Sow good seed for you don't know which sowing will succeed, this, or that, or if both will do well.