Mioma Uteri

Perawatan Mioma Uteri

Ketika seorang wanita didiagnosa menderita mioma, maka ia disarankan menjalani perawatan mioma uteri. Perawatan mioma uteri dapat dilakukan dengan melibatkan beberapa jenis obat sebagai berikut:

  • Pil KB

Setelah masuk dalam tubuh, obat ini akan mengurangi pendarahan serta nyeri berlebih ketika haid. Tak hanya itu, pil KB juga mencegah ovarium melepaskan sel telur sehingga tak sampai terjadi kehamilan.

  • LNG-IUS (Levonorgestrel intrauterine system)

Alat medis berbentuk plastik yang dapat menghasilkan progesteron ini nantinya akan diletakkan dalam rahim. Fungsinya adalah untuk menghambat penebalan dinding rahim sehingga saat menstruasi, tak akan banyak darah yang keluar. LNG-IUS juga memiliki fungsi yang sama dengan alat kontrasepsi pada umumnya. Sayangnya penempatan alat tersebut juga berisiko menimbulkan efek samping seperti timbul jerawat, nyeri di bagian dada, sakit kepala, hingga pendarahan yang tidak teratur.

  • Asam traneksamat

Berbeda dari 2 pengobatan di atas yang mencegah kehamilan, konsumsi obat yang mengandung asam traneksamat masih memungkinkan seorang perempuan untuk hamil. Asam ini dapat mencegah penggumpalan darah dalam uterus, dan efek sampingnya biasanya berupa masalah pencernaan atau diare.

  • OAINS (obat anti inflamasi non-steroid)

Tujuan konsumsi obat ini adalah untuk mengurangi hingga menghentikan pendarahan dengan cara mencegah tubuh menghasilkan senyawa prostaglandin yang memicu haid berlebih. Sama seperti asam traneksamat, obat pereda nyeri ini juga bisa memicu masalah pencernaan.

  • Progesteron oral/ suntik

Ketika masuk dalam tubuh, obat sintetis ini akan memperlambat pertumbuhan dinding rahim sehingga haid berlebih dapat dicegah. Tak seperti obat oral, pemberian progesteron melalui suntik dapat menghalangi kehamilan serta menimbulkan beragam efek samping seperti naiknya berat badan, pendarahan, haid tidak lancar, dan lain sebagainya.

  • GnRH (Gonadotropin releasing hormone)

GnRH memaksa tubuh menurunkan produksi estrogennya sehingga diharapkan miom dapat menyusut dan hilang dengan sendirinya. Berbagai gejala mioma seperti menstruasi berlebih, nyeri saat haid, sering buang air kecil, hingga susah BAB dapat diatas dengan GnRH. Hanya saja, obat ini juga berisiko menimbulkan efek samping seperti kepanasan, berkeringan, otot kaku, keringnya vagina, hingga jantung berdebar (hot flushes).

  • Ulipristal acetate

Pengobatan yang masih tergolong baru ini hanya boleh dilakukan selama 3 bulan saja, dan dikhususkan untuk perempuan di atas 18 tahun. Biasanya pengobatan ini dimulai pada minggu pertama haid dan tidak bisa digabungkan dengan teknik pengobatan kontrasepsi hormonal lainnya.

Namun bila gejala akibat miom cukup parah, dan perawatan yang selama ini dijalani tidak berhasil, maka dokter mungkin akan menyarankan teknik pengobatan lain seperti operasi misalnya.