Mioma Uteri

Pengertian Mioma Uteri

Mioma uteri adalah jenis sel tumor jinak yang tumbuh di dalam atau sekitar rahim (uterus). Penyakit yang sering disebut dengan istilah mioma, leiomioma, atau uterus fibroid ini diderita oleh 1 dari 4 wanita usia subur.

Gejala Mioma Uteri

Penyakit mioma boleh dikatakan hampir tidak memiliki gejala yang terlalu menyolok. Oleh karenanya, hanya sedikit wanita yang akhirnya mengetahui kalau dirinya menderita mioma. Namun beberapa gejala berikut juga dapat menjadi ciri-ciri adanya miom, seperti:

  • Periode haid yang menyakitkan, banyaknya darah yang keluar, serta lamanya durasi haid
  • Timbul nyeri pada perut, kaki, dan punggung bawah
  • Ketidaknyamanan atau bahkan timbul rasa sakit saat berhubungan seks
  • Frekuensi buang air kecil meningkat dan rasa tidak tuntas saat buang air kecil
  • Susah BAB
  • Sulit hamil atau infertilitas
  • Masalah kehamilan lainnya

Penyebab Mioma Uteri

Penyebab munculnya mioma uteri adalah sel otot rahim yang tumbuh abnormal. Ada banyak hal yang dapat menyebabkan kondisi tersebut, diantaranya kadar hormon estrogen yang terlalu tinggi, konsumsi alkohol serta daging merah yang berlebihan, faktor keturunan, stres, obesitas hingga faktor genetik.

Diagnosis Mioma Uteri

Untuk hasil diagnosis mioma uteri yang akurat, maka dokter akan melakukan beberapa tes seperti:

  • USG
  • MRI
  • Histeroskopi
  • Laparoskopi
  • Biopsi

Begitu hasil tesnya keluar, barulah akan diketahui jenis miom berdasarkan letaknya, apakah itu intramural, subserosa, submukosa, pedunculated, ataukah servikal mioma.

Komplikasi Mioma Uteri

Walau jarang terjadi, namun mioma uteri dapat menyebabkan berbagai komplikasi kesehatan seperti:

  • Anemia
  • Inferitilitas
  • Gangguan proses persalinan
  • Keguguran berulang
  • Bayi lahir prematur

Pencegahan Mioma Uteri

Beberapa hal yang dapat dilakukan seorang perempuan untuk mencegah munculnya miom adalah dengan menjalani pola hidup sehat. Kurangi konsumsi daging merah atau alkohol dan perbanyaklah makan sayur dan buah.

Selain dengan check-up kesehatan secara rutin, setiap perempuan sebaiknya menjaga agar berat badannya tetap normal.

Perawatan Mioma Uteri

Ketika hasil diagnosanya keluar, maka penderita mioma uteri dapat melakukan perawatan dengan obat-obatan seperti pil KB, LNG-IUS, asam traneksamat, OAINS (obat anti inflamasi non steroid) seperti asam mefenamat, GnRH, ulipristal acetate, hingga konsumsi atau suntik hormon progesteron sintetis.

Pengobatan Mioma Uteri

Namun jika teknik perawatan di atas tidak berhasil, maka pengobatan dapat dilanjutkan dengan jalan operasi seperti melalui:

  • Bedah histeroskopi
  • Miomektomi
  • Histerektomi
  • Morcellation histeroskopi

Prosedur lain yang bersifat non-operasi dan bisa dijadikan pertimbangan untuk mengatasi miom adalah dengan embolisasi arteri rahim atau ablasi endometrium. Guna mencari solusi pengobatan mana yang terbaik, ada baiknya Anda berkonsultasi secara detail dengan dokter.