Menorrhagia

Komplikasi Menorrhagia

Komplikasi utama dari gangguan menorrhagia berhubungan dengan kekurangan darah akibat banyaknya jumlah darah yang keluar. Komplikasi lainnya yang timbul lebih merupakan akibat dari penyebab sistemik maupun ginekologis lain yang mendasari timbulnya menorrhagia. Jika penyebab ini dibiarkan begitu saja, maka dapat menyebabkan komplikasi dan perasaan tidak nyaman bagi pasiennya.

Berikut ini adalah sejumlah komplikasi menorrhagia yang perlu diwaspadai. Meskipun tidak menyebabkan kematian, tapi sejumlah komplikasi ini bisa sangat mengganggu aktivitas penderitanya sehari-hari.

Anemia

Anemia adalah kondisi dimana kadar hemoglobin pasien sangat rendah. Hemoglobin adalah zat yang memungkinkan sel-sel darah merah membawa cukup oksigen ke jaringan. Sementara itu, menorrhagia adalah kondisi medis yang dapat menyebabkan seseorang mengalami anemia dan kekurangan zat besi.

Tanda-tanda seseorang yang kekurangan zat besi adalah kulit pucat, lemah, dan sering merasa kelelahan. Sebagian orang tentu menganggap anemia sebagai sebuah kondisi yang sepele. Namun, penyakit ini dapat menyebabkan sesak napas, denyut jantung jadi lebih cepat, dan juga sakit kepala pada kasus anemia yang berat.

Sakit di bagian perut

Komplikasi menorrhagia juga dapat diikuti dengan sakit yang parah atau kram di bagian perut. Ketika pendarahan yang keluar dari vagina sangat banyak maka biasanya akan disertai dengan rasa nyeri di sekitar perut. Terkadang kram yang disebabkan oleh menorrhagia ini sangat mengganggu aktivitas pasien, sehingga diperlukan resep obat khusus atau prosedur bedah.

Gangguan kesuburan

Menorrhagia bagi wanita yang belum menikah atau belum memiliki anak memang merupakan suatu kondisi medis yang serius. Menorrhagia yang terjadi karena kista, mioma, gangguan ovulasi, dan endometriosis dapat berakhir pada keadaan gangguan kesuburan (mandul). Siklus menstruasi yang tidak teratur karena menorrhagia ini bisa membuat sel telur sulit untuk menjadi matang dan proses pembuahan oleh sel sperma akan terhambat sehingga menjadi sulit untuk dibuahi.

Kualitas hidup menurun

Gejala yang dirasakan oleh penderita menorrhagia memang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Bahkan, pendarahan yang mengharuskan berganti pembalut selama beberapa kali dalam waktu satu jam bisa membuat pasien merasa tidak nyaman. Akibatnya, pasien menorrhagia tidak bisa menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari secara nyaman.

Komplikasi menorrhagia juga bisa dialami saat tidur. Penderita akan sering terbangun karena tampon atau pembalut sudah penuh. Belum lagi rasa kram di perut yang dialami pasien, tentu juga akan mengganggu aktivitas sehari-hari.