Menorrhagia

Gejala Menorrhagia

Gejala paling utama dari menorrhagia adalah pendarahan menstruasi yang melebihi normal, baik dari volume darah yang keluar maupun dari lamanya waktu siklus menstruasi yang terjadi. Akan tetapi, darah menstruasi yang keluar dalam jumlah banyak melebihi volume yang normal tidak selalu menandakan adanya gejala menorrhagia. Berikut ini adalah beberapa gejala secara awam untuk dapat mengetahui tanda awal menorrhagia:

  • Darah menstruasi yang keluar hingga merendam pembalut dan terus terjadi berulang selama berjam-jam meskipun sudah berkali-kali berganti pembalut.
  • Harus menggunakan pembalut ganda untuk mengontrol aliran menstruasi agar tidak tembus ke celana.
  • Terbangun pada malam hari untuk mengganti pembalut karena pembalut cepat penuh.
  • Terpaksa membatasi berbagai aktivitas karena darah menstruasi yang keluar sudah sangat mengganggu.
  • Mengalami gejala kekurangan volume darah, seperti lesu, kelelahan, hingga sesak napas.

Menorrhagia seringkali adalah gejala dari penyakit lain yang lebih berat daripada kondisi penyakit yang berdiri sendiri.

Kondisi menorrhagia dapat disertai gejala nyeri pada panggul. Dimana rasa nyeri timbul biasanya disebabkan karena infeksi. Apabila terjadi infeksi pada daerah panggul maka biasanya gejala juga disertai demam menggigil dan keluar cairan yang berlebihan dari vagina.

Apabila menorrhagia disebabkan oleh ketidakseimbangan hormonal yang biasanya timbul pada wanita yang menderita tumor pituitari, akan didapatkan gambaran hirsutisme (tumbuh rambut berlebihan pada wajah) dan jerawat.

Gejala keluarnya air susu yang tidak terkait dengan produksi air susu yang normal atau disebut juga galaktorea dapat timbul pada wanita dengan tumor pituitari.

Gejala anemia juga dapat timbul apabila menorrhagia terjadi dalam waktu yang lama dan berlanjut juga dalam jumlah yang kelewat berlebih. Gejala ini diantaranya adalah kelemahan badan, gampang letih, warna kulit dan membran mukosa (bagian dalam mulut dan lidah) yang terlihat sangat pucat .

Seringkali gejala menorrhagia disertai dengan rasa nyeri saat menstruasi, walaupun dalam beberapa kasus, wanita kerap kali mengalami nyeri atau kram perut saat menstruasi. Dalam bahasan medis, kram perut saat menstruasi ini disebut dysmenorrhoea yang disebabkan oleh kontraksi pada dinding rahim, sehingga pembuluh darah di sekitarnya jadi tertekan. Akibat dari kontraksi ini adalah berkurangnya oksigen sehingga mengakibatkan gangguan aliran darah dan syaraf yang akhirnya menyebabkan timbulnya rasa nyeri.

Tanda menorrhagia tersebut di atas seringkali disepelekan oleh sebagian besar wanita yang mengalaminya. Akan tetapi, kondisi tersebut akan sangat mengganggu aktivitas sehari-hari dari si penderita karena keluarnya darah dalam jumlah banyak bisa menyebabkan seseorang mengalami anemia kekurangan darah.

Kapan waktu yang tepat untuk segera memeriksakan diri ke dokter? Bila gejala menorrhagia sudah termasuk hal-hal berikut ini:

  • Pendarahan merendam satu pembalut dalam waktu satu 1-2 jam
  • Siklus menstruasi menjadi tidak teratur selama beberapa bulan terakhir
  • Banyaknya volume darah dan waktu menstruasi yang memanjang yang menyebabkan gejala anemia timbul
  • Mengalami pendarahan di vagina setelah memasuki masa menopause