Menopause

Diagnosis Menopause

Dokter bisa melakukan diagnosis menopause berdasarkan riwayat kesehatan serta pemeriksaan fisik pada pasien. Jika pasien berusia 40 – 50 tahun, dokter dapat mengindikasikan bahwa wanita tersebut sedang dalam masa transisi menopause.

Namun, bagi wanita berusia 20 – 30 tahunan yang merasakan tanda-tanda menopause, seperti siklus haid tidak teratur dan hot flashes, maka dokter akan melakukan sejumlah pemeriksaan untuk memastikan penyebab menopause dini tersebut.

Tes juga diperlukan untuk membantu mendapatkan diagnosis menopause. Terutama pada wanita yang mengalami menopause sebelum usia 40 tahun ke atas, maka dokter akan melakukan beberapa tes. Berikut adalah tes yang biasa dilakukan dokter untuk membantu diagnosis menopause:

  • Tes darah untuk memeriksa tingkat Follicle-stimulating hormone (FSH) dan estrogen (estradiol). Ketika menopause terjadi, maka kadar FSH akan meningkat, sedangkan kadar estradiol akan mengalami penurunan.
  • Thyroid-stimulating hormone (TSH). Tiroid yang kurang aktif atau biasanya disebut dengan Hypothyroidism dapat menimbulkan gejala yang serupa dengan menopause.

Beberapa hal yang akan ditanyakan oleh dokter untuk membantu mendiagnosis menopause:

  • Menanyakan siklus menstruasi pasien sebelumnya. Pasien yang sebelumnya pernah memiliki siklus menstruasi tidak teratur juga berisiko mengalami menopause dini. Pada umumnya, masalah ini terjadi karena ketidakseimbangan hormon.
  • Mencari riwayat medis pasien. Pasien yang pernah atau sedang memiliki penyakit kanker payudara, penyakit jantung, troemboemboli, dan osteoporosis juga berisiko mengalami menopause lebih cepat.

Untuk membantu proses diagnosis menopause, Anda harus kooperatif dengan memberi jawaban yang jujur pada setiap pertanyaan yang diajukan oleh dokter. Anda juga bisa memaparkan gejala-gejala menopause yang sudah Anda alami sejauh ini.