Menikmati Masa Menopause? Bisa!

Beberapa gejala menopause memang dapat mengganggu kenyamanan seorang perempuan, namun bukan berarti Anda harus bersedih hati saat melalui masa ini. Anda hanya perlu tahu bagaimana caranya menaklukkan berbagai gejala menopause yang mengganggu itu.

gejala menopause

MENOPAUSE bukanlah akhir dari segalanya. Malahan bagi beberapa wanita yang kerap mengalami sakitnya nyeri haid, menopause adalah momen yang mungkin ia nantikan. Selain berhenti menstruasi, ia juga tak perlu lagi mengeluarkan uang khusus untuk membeli pembalut, kan?

Apa itu menopause?

Menopause adalah istilah yang tersusun dari 2 kata Yunani, “emmenos” yang artinya bulanan, dan “pausis” yang berarti berhenti atau berakhir. Oleh karenanya jika diterjemahkan secara harafiah, maka menopause berarti “berhentinya bulanan”. Dan bulanan yang dimaksud di sini, tentu saja adalah datang bulan.

Berapa usia menopause itu?

Rata-rata wanita masuk masa menopause pada usia 50-an, namun ada juga yang sebelum itu. Mengapa ada wanita yang bahkan sudah menopause di usia 30-an atau 40-an?

Berbagai faktor dapat menjadi penyebabnya, misalnya: apakah dulu ibunya juga menopause dini. Di samping itu, faktor lingkungan ternyata turut memegang peranan yang menentukan kapan seorang wanita mulai merasakan gejala menopause.

Baca juga: Kenali Tanda-Tanda Menopause Dini

Apa yang terjadi sebelum menopause?

Sebelum masuk masa menopause, maka seorang wanita biasanya akan masuk masa transisi menjelang menopause (perimenopause). Masa ini biasanya berlangsung selama beberapa tahun sebelum akhirnya seorang wanita benar-benar masuk masa menopausenya.

Sama seperti menopause, perimenopause juga menimbulkan beberapa gejala seperti:

  • Perubahan volume darah haid, bisa jadi lebih banyak atau justru lebih sedikit ketimbang biasanya
  • Siklus datang bulan tidak teratur
  • Keringat dingin
  • Sering kepanasan
  • Keringnya vagina
  • Gangguan tidur
  • Menurunnya kadar lemak di sekitar pinggang

Sebanyak 75% wanita juga mengalami gejala lain seperti mudah lelah, emosi labil, mudah gugup, moody, hingga depresi.

Apa saja gejala menopause itu?

Gejala menopause boleh dibilang tak jauh berbeda dengan perimenopause. Berikut beberapa gejala menopause paling umum yang dirasakan seorang perempuan:

1. Kepanasan (hot flash) dan munculnya keringat dingin khususnya saat malam hari

Sensasi kepanasan ataupun gerah ini biasanya dirasakan antara 1-5 tahun sebelum menstruasi benar-benar berhenti. Kalau tak diatasi dengan bijak, maka kondisi ini bisa mengganggu kenyamanan aktivitas.

Selain rasa panas di dada dan kepala, kulit mungkin jadi hangat dan kemerahan karenanya. Sensasi ini biasanya muncul saat malam dan bisa berakhir dalam hitungan detik maupun jam. Dan bukan hal mustahil untuk seorang wanita mengalami hot flash hingga 10 kali dalam sehari.

2. Vagina kering

Untuk mengatasinya, Anda mungkin bisa menggunakan produk pelumas. Namun bila kondisinya terlalu serius, maka dokter mungkin akan meresepkan krim estrogen. Yang perlu dicatat saat memilih produk pelumas adalah hindari yang berbahan dasar minyak seperti petroleum jelly karena bisa meningkatkan risiko infeksi pada vagina.

Baca juga: Ini Penyebab Vagina Kering dan Cara Mengatasinya

3. Sakit kepala dan gangguan tidur

Kondisi susah tidur di malam hari dan mudah lelah saat siang bisa jadi merupakan imbas dari keringat dingin atau hot flash yang dialami. Gejala lain yang tergolong tidak umum bisa jadi mata kering, sukar konsentrasi, hingga proses buang air kecil tidak lancar.

Apa yang bisa dilakukan untuk meredakan gejalanya agar tak sampai mengganggu?

Ada beberapa hal yang bisa dicoba, misalnya dengan menggunakan terapi pengganti hormon (estrogen dan atau progestin). Akan tetapi metode ini memiliki efek samping karena dapat meningkatkan risiko kanker.

Jadi lebih baik pilih cara lain yang lebih sehat dan alami saja, yakni dengan memerhatikan apa saja gizi yang dibutuhkan wanita menopause. Pada masa-masa ini Anda disarankan mengonsumsi bahan makanan seperti:

  • Kacang kedelai
  • Black cohosh (tumbuhan pencegah menopause)
  • Ginseng
  • Sumber kalsium (asupan kalsium yang cukup (1500 mg/hari) diperkirakan dapat menurunkan risiko osteoporosis)
  • Makanan rendah lemak dan kolesterol
  • Sumber fitoestrogen

Tentu saja, selain dengan memerhatikan gizi yang dibutuhkan wanita menopause, Anda yang merokok sebaiknya segera berhenti agar risiko osteoporosis dan jantung juga berkurang.

Olahraga teratur menjelang atau selama masa menopause juga dapat menurunkan risiko penyakit kronis seperti jantung dan kanker, meredakan stres, meningkatkan massa tulang, dll. Oleh karena itu, berolahragalah selama 30 menit sebanyak 3 kali dalam seminggu.

Dan sebagai pesan terakhir, bila gejala-gejala di atas mulai tampak, terimalah itu lalu taklukkan dengan pola hidup sehat. Jadi, sudah siap menikmati masa menopause?

Sow good seed for you don't know which sowing will succeed, this, or that, or if both will do well.