Mengenal Lebih Dalam Tentang Implan Tuba, Metode Kontrasepsi Permanen

Apakah saat ini Anda sedang mempertimbangkan untuk menggunakan KB steril? Jika ya, maka ulasan mengenai prosedur pemasangan KB implan berikut kiranya bisa menambah wawasan.

KB steril

KETIKA seorang wanita memutuskan untuk tidak bakal punya anak lagi selamanya, maka biasanya ia mulai mempertimbangkan untuk menggunakan KB steril sebagai upaya pencegahan kehamilan permanen. Dan KB implan merupakan jenis kontrasepsi permanen yang sering dipilih oleh banyak pasangan.

Tak seperti ligasi tuba (tubektomi), metode ini tidak memerlukan prosedur bedah dalam penerapannya. Dokter biasanya hanya membutuhkan waktu kurang dari sehari untuk memasang alat  kontrasepsi permanen tersebut sehingga pasien tidak perlu opname.

Cara kerja metode ini secara ringkas adalah, dokter akan memasukkan 2 alat kecil bernama essure, masing-masing ke dalam tiap saluran tuba falopi. Begitu masuk, essure akan menimbulkan iritasi  dan luka.

Setelah 3 bulan, luka tersebut diperkirakan sudah membesar sehingga mampu menutupi jalan masuk ke saluran tuba falopi. Dengan menutupnya ‘pintu’ ke saluran tersebut, maka sperma tak bisa masuk untuk membuahi sel telur sehingga takkan terjadi kehamilan.

Nah, kalau kita sudah paham sedikit soal cara kerjanya, maka kini saatnya menyimak bagaimana prosedur pemasangan KB Steril dilakukan.

1. Membuka serviks

Pada tahap ini, beberapa dokter mungkin menggunakan bius lokal agar area serviks mati rasa, namun ada pula yang hanya memberikan obat pereda rasa sakit. Agar essure nanti bisa dimasukkan ke dalam saluran tuba falopi dengan mudah, maka leher rahim perlu dibuka atau dibesarkan. Untuk tujuan itu, dokter biasanya akan memilih salah satu dari 2 cara berikut:

Ia akan menggunakan sebuah alat bernama spekulum untuk menahan vagina agar tetap terbuka. Begitu alat yang bentuknya mirip paruh bebek ini sudah menahan vagina, maka dokter kemudian memasukkan alat lain berupa batang panjang tipis terbuat dari logam ke dalam vagina hingga leher rahim.

Batang tipis ini akan dimasukkan bergantian dengan batang lain yang lebih besar hingga leher rahim terbuka cukup lebar sehingga essure bisa masuk. Prosedur yang membutuhkan waktu 10 menit ini mungkin akan membuat Anda merasa kram dan tak nyaman karena peregangan yang terjadi pada otot serviks.

Cara lain untuk membuka serviks adalah dengan menggunakan osmotic dilator, sebuah alat yang bertugas menyerap kelembaban dari jaringan sekitar serviks sehingga area ini dapat terbuka perlahan. Efek ketidaknyamanan dari cara kedua ini biasanya lebih kecil dibanding yang pertama tadi. Osmotic dilator sendiri memiliki 2 jenis, yaitu:

  • Laminaria – saluran kecil terbuat dari rumput laut kering yang dimasukkan ke dalam leher rahim 8-24 jam sebelum prosedur dilakukan. Kalau memilih alat ini, maka pasien harus datang sehari sebelum pemasangan KB implan agar laminaria bisa dimasukkan. Biasanya setelah laminaria dimasukkan, maka serviks mulai membesar dalam waktu 6 jam, atau bisa juga setelah 12-24 jam berlalu.
  • Dilapan (dilator sintetis) – spon steril kering yang dimasukkan dalam leher rahim beberapa jam sebelum penanaman essure. Dibanding laminaria, dilapan biasanya lebih mudah dimasukkan dan membutuhkan waktu lebih cepat untuk membuka leher rahim.

2. Saatnya memasukkan essure

Setelah leher rahim membesar, maka kaki harus berada pada posisi terangkat dan terbuka lebar (sama seperti ketika Anda melakukan pemeriksaan panggul). Dokter akan mulai memasukkan kateter dan histeroskop ke dalam vagina, melalui leher rahim, hingga mencapai rahim. Alat yang dilengkapi kamera ini memampukan dokter untuk melihat kondisi dalam rahim.

Lalu dengan bantuan kateter, giliran essure yang dimasukkan dan diposisikan pada kedua ujung saluran tuba falopi. Selama dan usai proses ini berlangsung, Anda mungkin akan merasakan kram mirip nyeri saat haid. B

egitu essure sudah berada pada posisi yang seharusnya, maka dokter akan memastikan lagi letaknya dengan bantuan sinar X. Prosedur ini bisa memakan waktu antara 10-30 menit.

Baca juga: Persiapkan Diri Sebelum Pemasangan IUD (Spiral)

3. Apa yang terjadi setelah selesai?

Biasanya pasien boleh langsung pulang 45 menit setelah prosedur essure selesai. Tak sedikit wanita bahkan langsung bekerja beberapa jam atau sehari setelahnya. Setelah penerapan KB Steril selesai, maka pasien mungkin akan mengalami beberapa gejala berikut:

  • Pendarahan dari vagina karena pergerakan dalam rahim saat prosedur dilakukan
  • Rasa sakit/kram, mulai dari intensitas ringan hingga sedang, selama beberapa hari setelahnya
  • Perubahan siklus haid, misalnya jadi lebih banyak dan lama dibanding sebelumnya
  • Rasa sakit pada area panggul, perut, bahkan punggung

Selain beberapa ketidaknyamanan di atas, Anda tak perlu khawatir karena jenis kontrasepsi permanen ini sama sekali tak memengaruhi hasrat maupun kenikmatan seksual. Akan tetapi karena metode pencegahan kehamilan ini baru efektif setelah 3 bulan, maka bila ingin berhubungan sebelum itu, tetap gunakan kondom.

4. Tes HSG

Tiga bulan setelah pemasangan essure, Anda biasanya harus menjalani tes HSG (hysterosalpingogram) guna memastikan kalau pintu masuk saluran tuba falopi benar-benar tertutup luka dengan sempurna. Tes ini sebaiknya dilakukan seminggu setelah haid guna memastikan bahwa Anda benar-benar tidak sedang hamil.

HSG biasanya dilakukan di RS bagian radiologi karena membutuhkan sinar X-ray untuk melakukannya. Anda akan diminta berbaring di atas meja sambil memposisikan kaki terangkat seperti sebelumnya. Sebelum prosedur X-ray dilakukan, dokter akan menginjeksikan suatu zat ke dalam serviks dan rahim melalui bantuan kateter.

Jika hasil X-ray menunjukkan pintu saluran tuba falopi terblokir sepenuhnya, maka Anda tak perlu lagi menggunakan kondom saat berhubungan intim. Sebaliknya, kalau luka ternyata belum sepenuhnya menutupi ujung saluran tuba falopi, maka Anda masih tetap harus menggunakan bantuan pengaman tersebut.

5. Kelebihan dan kelemahan metode KB Steril

Dibanding metode ligasi tuba yang membutuhkan prosedur bedah, KB Steril lebih unggul karena tidak menimbulkan luka luar. Namun tentu saja prosedur ini juga memiliki kelemahan.

Selain efek pencegahan kehamilannya butuh waktu lebih lama yakni sekitar 3 bulan, dampaknya juga tak bisa diputarbalikkan. Intinya, sekali tersumbat, maka tak ada cara lain untuk membuka saluran tubafalopi yang sudah tertutup.

Kalaupun dipaksakan membuka lagi, itu akan melukai saluran tuba falopi. Di samping itu, proses memasukkan essure tak semudah yang dibayangkan. Risiko kegagalan pemasangan pernah terjadi pada beberapa wanita.

6. Risiko yang mungkin dihadapi dari metode ini

Menurut laporan FDA pada 2014 lalu, KB implan ini bisa memicu risiko kehamilan ektopik (di luar rahim). Dan menurut hasil studi yang dilakukan Planned Parenthood, wanita yang sudah 2 tahun menggunakan KB steril berisiko:

  • Essure-nya ‘terlontar’ keluar dari saluran tuba falopi
  • Implan tersebut dipasang terlalu dalam atau sebaliknya kurang dalam ke saluran tuba falopi
  • Essure terdorong terlalu dalam sehingga melubangi dinding saluran tuba falopi atau rahim. Kalau ini terjadi, maka pasien harus dioperasi guna memperbaikinya.
  • Essure rusak  karena pemeriksaan lain sepert biopsi endometrius, kuret, atau yang melibatkan frekusensi gelombang radio.

Komplikasi lain yang mungkin terjadi saat essure dimasukkan adalah:

  • Rasa nyeri (intensitas ringan hingga sedang)
  • Mual dan/ atau muntah
  • Pingsan
  • Infeksi
  • Kehamilan yang gagal terdiagnosa (untuk mencegahnya, lakukan pemasangan KB Implan sebelum ovulasi)
  • Kematian (sangat-sangat jarang terjadi) akibat nafas pendek yang disebabkan oleh penyerapan cairan tubuh berlebih

7. Seberapa efektifkah metode ini?

Riset membuktikan kalau KB steril merupakan metode pencegahan kehamilan yang paling efektif. Kurang dari 1,7 dari 1000 perempuan yang kebobolan hamil setelah 5 tahun setelah penanaman essure.

Dengan demikian, tingkat keefektifan metode ini adalah 99,83%. Dan hanya 1% wanita yang mendapati salah satu essure-nya hilang saat pemeriksaan HSG, sementara 96% tubafalopi pasien biasanya tertutup sempurna setelah 3 bulan.

Yang penting sebelum menjalani prosedur KB Implan ini adalah mantapkan hati terlebih dahulu karena sekali melakukannya, maka Anda mungkin takkan pernah bisa punya anak lagi selamanya. Dan jangan lupa berkonsultasilah ke dokter sebelum memilih metode ini.

Sow good seed for you don't know which sowing will succeed, this, or that, or if both will do well.

%d bloggers like this: