Lemah Syahwat

Diagnosis Lemah Syahwat

Ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi agar bisa didapatkan diagnosa yang tepat dari lemah syahwat. Pada pria yang menderita lemah syahwat, kondisi ini ditandai dengan kurangnya atau tidak adanya pikiran seksual dan erotis atau fantasi dan keinginan untuk melakukan aktivitas seksual. Kriteria ini akan dinilai oleh dokter dengan mempertimbangkan usia penderita.

Diagnosa lemah syahwat pada wanita ditandai dengan berkurangnya keinginan dan atau rangsangan seksual secara signifikan yang pada akhirnya akan menimbulkan gejala sebagai berikut:

  • Sedikit atau tidak adanya keinginan untuk melakukan aktivitas seksual
  • Sedikit atau tidak adanya pikiran seksual yang dapat timbul
  • Sedikit atau tidak adanya keinginan untuk memulai aktivitas seksual atau merespon terhadap rangsangan dari pasangan
  • Sedikit atau tidak adanya keinginan baik dari dalam atau dari luar terhadap rangsangan erotis
  • Sedikit atau tidak adanya sensasi pada bagian genital dan nongenital setiap melakukan aktivitas seksual.

Untuk mendapatkan diagnosa seperti di atas, gejala yang timbul haruslah bertahan selama sekurangnya enam bulan, gangguan yang menyebabkan tekanan secara klinis yang signifikan.

Diagnosa lemah syahwat bisa didapatkan oleh orang awam bila melihat perilaku seksual seseorang yang tak begitu tertarik dengan pasangan. Namun agar lebih akurat, dokter akan melakukan serangkaian tes agar didapatkan diagnosa yang lebih menyeluruh dan akurat.

Diagnosa lemah syahwat baru dapat dilakukan ketika penderita telah menjalani beberapa tes.

  • Tes pertama yang dilakukan adalah tes darah untuk melihat kadar gula dalam darah, kolesterol, dan kandungan hormon testosteron.
  • Tes yang kedua, biasanya dilakukan pada wanita penderita, yakni pemeriksaan kondisi kesehatan panggul. Tes ini dilakukan untuk melihat ada tidaknya perubahan fisik pada daerah reproduksi, seperti kadar air, elastisitas, hingga melihat ketebalan dinding vagina.
  • Kemudian tes tekanan darah, jantung, dan kelenjar prostat yang akan dilakukan apabila dokter melihat adanya kemungkinan penyebab dari sisi tersebut.

Setelah melakukan serangkaian tes dan mendapat hasilnya, dokter biasanya akan menyarankan terapi seksual atau psikologi, baik untuk si penderita saja ataupun untuk pasangannya juga.