Ladies, Hindari 6 Kesalahan Pap Smear Agar Hasilnya Akurat

Salah satu penyebab mengapa hasil tes pap smear tidak akurat adalah karena ada kesalahan tertentu yang mungkin dilakukan tanpa sadar. Untuk itu, mari kita pelajari bersama bagaimana langkah-langkah pemeriksaan pap smear agar hasilnya tepat.

tes pap smear

TES pap smear ternyata tidak hanya efektif untuk mencegah kanker serviks saja, namun kesehatan area leher rahim juga dapat dipelihara melaluinya. Karenanya, hasil tes pap smear tidak boleh sampai keliru.

Meski pap smear modern sudah didesain agar hasilnya lebih akurat, tapi ada beberapa kesalahan yang harus dihindari sebelum tes. Apa sajakah itu?

1. Berhubungan intim, douching, atau memasukkan sesuatu ke vagina

Aturan pertama yang harus diingat adalah 24-48 jam sebelum pap smear, Anda dilarang untuk memasukkan ‘apapun’ ke dalam vagina. Tindakan ini dapat menyembunyikan sel-sel abnormal sehingga menyebabkan hasil tes tidak akurat.

Namun yang namanya manusia seringkali lupa atau lalai. Jika Anda terlanjur berhubungan intim (melibatkan intercourse), melakukan douche (menyemprot organ keintiman dengan air), atau lainnya, beritahukan itu pada dokter. Biasanya pap smear tetap bisa dilakukan, namun dokter mungkin harus melakukan tes ulang (tergantung dari situasinya).

2. Melakukan tes di waktu yang salah

Dalam 1 bulan, ternyata ada ‘hari baik’ dan hari kurang baik untuk melakukan tes pap smear. Waktu terbaik diperkirakan 10-20 hari setelah hari pertama haid terakhir.

Sedangkan hari kurang baiknya tentunya di luar itu, dan juga saat datang bulan. Meski tes sebenarnya tetap bisa dilakukan saat haid, namun lebih baik menundanya agar hasilnya lebih akurat. Lagipula bukankah sangat tidak nyaman kalau tes pap smear saat menstruasi?

Baca juga: Wanita Menopause Masih Wajib Pap Smear untuk Deteksi Kanker

3. Tesnya tidak teratur

Memang sih, rutin tes pap smear tidak menjamin kalau hasilnya pasti akurat. Tapi setidaknya, ini bisa memberikan dokter gambaran dan perbandingan tentang bagaimana kondisi serviks dulu dengan sekarang.

Toh, rutin tes pap smear juga tak ada ruginya, malahan Anda bisa terhindar dari kanker serviks karenanya. Sayangnya, terlalu banyak wanita mengabaikan penting tes pap smear rutin. Anda jangan ikut-ikutan, ya!

4. Tidak memberitahu dokter tentang hasil tes sebelumnya

Jika sebelumnya Anda pernah melakukan tes pap smear, maka beritahukan hasilnya pada dokter (apalagi kalau ada abnormalitas pada hasil tes yang lalu).

Beritahukan juga pada dokter jika Anda pernah menjalani kolposkopi, biopsi, atau perawatan lain terkait hasil abnormalitas tadi. Jangan lupa juga membawa data-data yang diperlukan sebelum tes berikutnya.

5. Lalai mengikuti petunjuk dokter

Penting sekali bagi perempuan yang hasil tes pap smearnya abnormal untuk mengikuti saran dokter. Imbauan yang dimaksud di sini bisa jadi termasuk tes pap smear ulang, tes HPV, dan atau kolposkopi.

Selain itu, perempuan yang pernah menjalani perawatan displasia servik seperti LEEP (Lingkaran electrosurgical eksisi prosedur), juga harus rutin melakukan pemeriksaan serviks. Alasannya karena displasia servik dapat muncul lagi, bahkan bila pengobatannya dinyatakan selesai.

Perlu diketahui bahwa hingga kini, pemeriksaan rutin masih menjadi satu-satunya cara untuk mengetahui ada-tidaknya perubahan abnormal pada serviks.

6. Lupa tanya bagaimana cara dokter menginformasikan hasilnya

Sebelum tes atau saat konsultasi, jangan lupa tanyakan pada dokter atau suster tentang bagaimana cara mereka menginformasikan hasilnya. Kebanyakan dokter mungkin akan menelepon untuk memberitahukan hasil tes.

Namun ada pula lho yang diam saja karena merasa hasil tesnya normal. Nah karena kebijakan setiap klinik atau dokter tidak sama, jangan lupa tanya ya.

Baca juga: Positif HPV Apakah Berarti Akan Terjangkit Kanker Serviks?

Jadi itulah tadi beberapa kesalahan dalam langkah-langkah pemeriksaan pap smear yang tak boleh terulang lagi. Semoga bermanfaat!

Waiting for the best is never useless.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ingin konsultasi dengan ahlinya? Tanya kepada dokter atau psikolog.

Buat Pertanyaan
    • Malam dokter.. Saya perempuan 26 tahun.. Saya terakhir menstruasi pada tanggal 10 September.. Setelah itu mulai tanggal 14 September sudah mulai berhubungan denga pasangan.. Yang ingjn saya tanyakan, apakah bisa kemungkinan hamil? Yang kedua, pada saat selesai berhubungan muncul bercak darah. Apakah itu berbahaya atau tidak? Terimakasih

    • 1 Balasan 2 years ago

    • Assalamualaikum dok saya mau menanyakan kan saya awal menstruasi tanggal 8 agustus lalu kalau lewat dari tanggal 8 september akan terjadi sesuatu atau saya hamil ya dok, dan 2 hari ini saya mengalami flek coklat sebelum tanggal menstruasi saya gitu dok ? Semoga di jawab ya dok

    • 1 Balasan 2 years ago

    • Selamat sore dok Mau tanya, sy baru menikah tgl 18 bulan 8 kemarin. Awal menstruasi tanggal 9. Sampai sekarang saya belum ada tanda-tanda hamil. Padahal haid sy teratur tiap bulanny, tapi haid saya setiap hari pertama selalu sangat sakit. Dan setiap sy dan suami brhubungan, keluar cairan kental(lendir) bening berwarna orange kemerahan seperti darah. apakah  … Read more

    • 1 Balasan 2 years ago