Kutil Kelamin

Pengobatan Kutil Kelamin

Pengobatan kutil kelamin biasanya dilakukan dengan obat topikal. Untuk kutil kelamin yang ukurannya sudah terlalu besar, maka operasi umum dilakukan untuk menghilangkannya.

Bagi wanita yang terinfeksi kutil kelamin, akan diminta untuk tes pap smear setiap 3 atau 6 bulan sekali setelah pengobatan jika diperlukan. Tes pap smear berkala dilakukan untuk memonitor apabila ada perubahan pada serviks karena beberapa tipe virus HPV dapat menyebabkan kanker. Tes ini juga dilakukan untuk melihat apabila ada sel dalam serviks yang kemungkinan akan berkembang menjadi kanker.

Obat Topikal

Obat topikal untuk pengobatan kutil kelamin diantaranya adalah:

Imiquimoid

Krim ini bekerja dengan cara meningkatkan kemampuan sistem imun tubuh untuk melawan kutil kelamin. Hindari kontak seksual setelah menggunakan krim imiquimoid karena dapat merusak kondom dan dapat mengiritasi kulit pasangan pasien. Efek samping obat topikal ini adalah membuat kulit menjadi kemerahan, nyeri sendi, batuk, ruam, bentol, dan rasa letih.

Podophyllin dan Podofilox

Podophyllin adalah resin atau minyak berbahan dasar tumbuh-tumbuhan yang dapat menghancurkan jaringan tisu kutil kelamin dan harus diaplikasikan oleh dokter. Podofilox mengandung bahan yang sama dengan podophyllin, namun bisa dipakai sendiri oleh pasien setelah diberi petunjuk dan langkah pencegahan oleh dokter agar tidak menyebabkan iritasi. Podofilox adalah obat luar dan tidak cocok untuk ibu hamil. Efek samping podofilox termasuk iritasi ringan, perih, dan nyeri.

Tricholoracetic acid (TA)

Obat berbahan kimia ini dapat membasmi kutil kelamin di permukaan kulit dan kutil kelamin yang berada di bagian dalam tubuh. Efek samping yang dapat dirasa adalah iritasi ringan, perih, dan nyeri.

Sinecatechins

Krim ini digunakan untuk kutil kelamin yang berada di luar alat kelamin, di dalam kelamin, dan di area sekitar kelamin seperti dubur. Efek samping yang dirasa cenderung ringan termasuk membuat kulit kemerahan, gatal, terbakar, dan nyeri.

Operasi

Operasi dapat dilakukan jika kutil kelamin tidak merespon terhadap obat-obatan dan berukuran terlalu besar. Operasi kutil kelamin juga bisa dilakukan terhadap pasien ibu hamil yang bayinya berisiko tertular penyakit menular seksual.

Operasi yang dapat dilakukan untuk menghilangkan kutil kelamin adalah:

Cryotherapy

Juga dikenal dengan cryosurgery yaitu operasi dengan cara membekukan kutil kelamin dengan cairan nitrogen. Ketika kulit mulai sembuh, lukanya akan terkelupas dan kulit baru akan tumbuh. Pasien mungkin akan membutuhkan operasi ini lebih dari sekali. Efek samping utama dari operasi adalah rasa sakit dan bengkak.

Elektrokauter

Prosedur ini menggunakan arus listrik untuk membakar kutil kelamin. Pasien akan merasakan kulitnya perih dan bengkak setelah operasi ini.

Operasi pemotongan

Dokter akan menggunakan alat khusus untuk memotong kutil kelamin. Pasien tentunya akan membutuhkan anestesi lokal atau anestesi umum. Pasca operasi, biasanya pasien akan merasa sakit setelah anestesinya hilang.

Operasi laser

Operasi dengan menggunakan cahaya laser yang kuat ini membutuhkan biaya lebih mahal. Metode ini biasanya digunakan untuk menghilangkan kutil kelamin yang yang membandel. Efek samping operasi laser dapat meninggalkan bekas luka dan nyeri.