Kudis

Pengertian Kudis

Kudis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh kutu parasit Sarcoptes scabiei. Oleh sebab itu, seringkali penyakit ini disebut penyakit scabies. Penyakit ini amat mudah menular dan menyebabkan rasa gatal pada penderitanya.

Dalam kasus ini, kutu kecil yang menjadi penyebab kudis masuk ke dalam kulit dan bertelur di lapisan kulit manusia. Kudis adalah penyakit yang mendunia dan dapat menyerang siapapun dari berbagai suku dan ras. Orang dengan kebiasaan dan penampilan yang bersih bahkan dapat terkena penyakit ini.

Penyakit ini menyebar melalu cara kontak langsung antar kulit. Gejala utamanya adalah rasa gatal yang sangat menyiksa dan terjadi terus menerus.

Kudis memang lebih banyak ditemukan di negara berkembang atau negara dengan iklim tropis. Namun, tidak menutup kemungkinan penyakit ini ditemukan di negara maju dengan iklim dingin. Hal ini bisa terjadi karena penyebaran kudis tidak ditentukan oleh udara, tapi lewat kontak fisik langsung dengan penderitanya.

Hal itu pulalah yang kemudian membuat kudis sering dikategorikan sebagai penyakit menular seksual. Bila Anda berhubungan seksual dengan penderita kudis dan menyentuh kulit atau bagian yang terkena kudis, Anda bisa jadi ikut tertular.

Penularan melalui hubungan seksual terutama terjadi pada penderita yang berada pada usia aktif berhubungan seksual. Namun, bukan berarti penyebaran kudis hanya bisa melalui hubungan seksual.

Kebanyakan orang tidak menyadari memiliki penyakit ini pada tahap awal. Sebab, gejalanya sangat mirip dengan infeksi kulit lainnya, seperti jerawat atau gigitan nyamuk. Pada tahap selanjutnya, barulah kudis mudah dikenali lewat rasa gatalnya yang menyakitkan.

Gejala yang timbul adalah ruam kulit berupa benjolan merah dan gambaran melepuh yang mengenai bagian kulit tertentu penderitanya. Gejala lain adalah timbulnya terowongan kecil berwarna merah pada daerah lipatan kulit disertai rasa gatal. Rasa gatal pada kulit akhirnya akan menyebabkan penderita sering menggaruk bagian kulit yang sakit sehingga bisa menyebabkan terjadinya infeksi tambahan akibat luka garukan tersebut.

Pengobatan penyakit ini menggunakan terapi skabisid (obat pemusnah scabies) oral yang diminum atau dioles pada kulit. Orang dalam usia muda dan lansia adalah dua kelompok yang mudah terkena penyakit ini.